5.01.2016

#BeliYangBaik Untuk Lingkungan Yang Lestari

Hallo semua, apa kabarnya nih teman-teman? Semoga semuanya dalam keadaan sehat walafiat ya. Tidak terasa bulan april sudah berakhir, sekarang kita sudah memasuki bulan mei. 
Ada yang masih ingat gak di tanggal 22 april kemarin diperingati sebagai hari apa? Right, betul sekali 22 April diperingati sebagai hari bumi. Disini aku gak akan bahas banyak tentang hari bumi tapi kebetulan di tanggal 22 april ini aku ikut TalkShow #BeliYangBaik,
nah rangkaian dari acara ini sangat berkaitan dengan hari bumi yang bertujuan untuk mengingatkan kita semua agar lebih menyayangi bumi, dengan cara merawat lingkungan dengan baik, tidak mengotori lingkungan serta menjaga keasrian lingkungan agar bumi kita ini bisa tetap nyaman untuk kita tinggali.

Foto Milik Tartine Restaurant
Acara Talkshow ini diadakan oleh Female Radio bekerjasama dengan Unilever Indonesia dan WWF, mengusung tema #BeliYangBaik. Acaranya diadakan di Tartine Restaurant Fx Sudirman, yang datang cukup banyak terutama dari komunitas Blogger Perempuan.
Sebelum acara resmi dimulai para undangan dipersilahkan menikmati makan siang terlebih dahulu, mecicipi menu lezat dari  tartine Restauran.

Selanjutnya Acara diambil alih (ejiee diambil alih kayak komandan upacara aja .. hoho) oleh MC yang ternyata dibalik kekalemannya bisa buat kita tertawa geli, dia adalah Paman Gery si pendongeng. Di acara ini hadir perwakilan dari Unilever Indonesia, perwakilan dari WWF, dan juga hadir Nola B3 sebagai pembicara bintang tamu.

Mc : Paman Gery 
Apa saja sih yang kita bahas di acara ini ? yuuk kita mulai pembahasan tentang #BeliYangBaik yang ternyata sangat penting untuk kita ketahui.

Pertama perwakilan dari Unilever Indonesia Mba Maria Dewantini menyampaikan mengenai program dari Unilever yaitu Bright Future Campaign yang sudah diluncurkan dari tahun 2013. Kampanye Bright future ini bertujuan mengajak jutaan orang diseluruh dunia untuk mewujudkan hari esok yang lebih cerah bagi anak-anak dan generasi mendatang, dengan menerapkan cara hidup yang lebih lestari dengan menginspirasi masyarakat melakukan tindakan nyata.

Kanan: Maria Dewantini (unilever), tengah Dewi (WWF), kiri Nola B3
Mungkin masih banyak diantara kita yang masih bingung gimana caranya buat menentukan bahwa produk ini baik atau tidak, layak atau tidak untuk kita pilih, termasuk aku sendiri.

Berikut beberapa hal yangmba maria ssampaikan  harus kita perhatikan sebelum membeli suatu produk.
  • Apakah fungsi produk yang kita beli sudah sesuai dengan apa yang kita butuhkan?
  • Bahan baku produk yang kita beli berasal dari mana ?
  • Bagaimana Proses pembuatan produk?
  • Bagaiman kontribusi prosuk terhadap lingkungan dan apakah produk tersebut memberikan manfaat terhadap masyarakat ?
  • Apakah kemasan produk bisa dikumpulkan lagi untuk digunakan ulang (recycle) ?

Nah bisa di cek masing-masing yah apakah produk yang kita gunakan sudah cukup baik atau tidak.

Selanjutnya giliran Mba dewi perwakilan dari WWF yang memberikan informasi mengenai kenapa sih kita harus menjadi konsumen yang bijak. 
" WWF ( World Wide Fund For Nature) adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. Grup ini memiliki misi “menghalangi dan memetarbalikkan penghancuran lingkungan kita” saat ini sebagian besar tugas mereka terfokus pada konservasi tiga bioma yang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar serta samudera dan pantai" 
sumber:wikipedia

Terus apa hubungannya dong WWF dengan #beliyangbaik ? pasti ada dong ya.
Mba dewi menyampaikan WWF sangat mendukung bright future campaign dan #beliyangbaik karna WWF sangat peduli pada dampak pemilihan produk oleh konsumen, karna pemilihan produk yang salah akan berakibat pada kelestarian alam, contohnya jika suatu produk yang banyak dikonsumsi bahan bakunya berasal dari kayu-kayu dihutan maka lama kelamaan hutan akan terus digunduli dan ini menyebabkan habitat hewan-hewan liar dihutan menjadi rusak.
Nah lhoh ternyata kalau kita salah pilih produk bisa berakibat fatal bagi kelangsungan hidup hewan-hewan juga, kita gak mau kan harimau-harimau atau gajah dihutan kehilangan rumah mereka gara-gara kita.

Terakhir kita diajak mendengarkan cerita dari mba Nola B3 bagaimana pasrtisipasinya ikut serta melestarikan lingkungan. Jadi menurut mba Nola kita harus mulai membiasakan hal-hal yang baik dari lingkungan terdekat yaitu diri kita sendiri dan keluarga. Contohnya saja mengajarkan pada anak-anak untuk menggunakan air saat mandi seperlunya, membeli produk dengan kemasan besar apabila memang produk tersebut sering digunakan oleh keluarga agar meminimalisir sampah bekas produk.

Akhir acara ada pengundian no Undangan untuk mendapatkan Doorprize, yeaayy aku termasuk salah satu yang beruntung bisa mendapatkan voucher belanja senilai Rp.200.000, alhamdulillah rejeki anak solehah.. hhe

Sepulang dari acara aku jadi berfikir selama ini apakah sudah jadi konsumen yang bijak atau belum yah, jadi ingat sebelum acara dimulai para undangan yang hadir sempat di berikan kuisioner yang berisi beberapa pertanyaan, aku lupa tepatnya pertanyaan itu apa saja, tapi salah satu yang aku ingat adalah pertanyaan tentang langkah-langkah pertimbangan memilih produk apakah dari harganya, fungsinya, merknya. Kemudian saat membeli produk apakah kita memilih ukuran besar, kecil, atau sachet.

Aku jadi kepengen ubek-ubek produk sehari-hari yang aku pakai.
Ini beberapa yang aku temukan yang mungkin menurut aku hampir mendekati bijak dalam pemilihan produk.


Pasta Gigi : aku pilih dalam ukuran besar, meskipun Cuma dipakai sendiri tapi aku pilih yang besar karna pasta gigi ini sering dipergunakan jadi pasti cepat habis.


Sabun cuci / detergent : untuk detergent aku juga pilih ukuran besar karna selain harganya lebih murah, produk ini sering digunakan. Oia aku juga pilihnya yang plus pewangi biar bisa hemat. Pewangi pakaian bukan barang wajib buat aku, tapi ada beberapa pakaian yang memang harus pakai pewangi setelah dicuci entah itu karna bahannya tebal jadi lama kering atau karna musim hujan sehingga kalau gak pakai pewangi baunya rada-rada apek, aku sesuaikan aja sama kebutuhan, nah aku biasanya pilihnya pewangi sekali bilas biar hemat air.


Kecap Bango : ternyata kecap bango ini dihasilkan dari kedelai hitam yang dibudidayakan oleh petani Indonesia, berarti produk ini sudah ikut berkontribusi pada penghasilan para petani yah.

Mungkin ceritaku dicukupkan sekian, tapi yang pasti segala hal yang baik harus dimulai secepatnya, mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, dan mulai terapkan juga pada lingkungan terdekat.
Jadilah konsumen yang bijak demi masa depan cerah anak cucu kita dan demi kelangsungan hidup generasi mendatang.

Salam #BELIYANGBAIK.


22 komentar:

  1. Pernah baca di Amerika sana sekarang bahkan sudah dilarang sabun pencuci muka yang ada gel kecil-kecil karena mengganggu lingkungan. Duh memang kudu bijak ya jadi user...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohh yg sabun cuci muka baru tau juga mba infonya, jadi dapet ilmu lagi mba dr shienta.. trimakasih sdh mampir mba.

      Hapus
  2. Konsumen cerdas memang harus bjak memilih yang baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya edukasi bagi masyarakat harus diperluas lagi, agar semua kalangan masyarakat bisa tau pentingny pemilihan produk ya mba donna.

      Hapus
  3. sama, aku jg kalo belanja lbh senang beli yg ukuran besar. Trus kalo dikantorku mbak, kita pake kertas yg udh tersertifikasi oleh FSC mbak.. memang agak mahal, tapi kantor pusat kantor di England mewajibkan itu utk semua cabang di negara2 lain termasuk kita.. jd kertas yg bersertifikasi ini menunjukkan kalo produsen kertasnya punya komitment utk menanam kembali pohon yg ditebang utk pembuatan kertas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow jempol deh buat kantornya mb fanny, ini salah satu program yg harus digalakkan di setiap perusahaan, mendukung penanaman kembali pohon.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Aku juga banyak pakai produk-produk unilever di rumah, menyelamatkan bumi dimulai dari hal-hal kecil dirumah sendiri memakai produk-produk yang ramah lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga langkah kecil kita bisa bermanfaat ya mba

      Hapus
  6. Klo aku mengajarkan untuk menggunakan air seperlunya dan menghemat penggunaan tissue. Plus, buang sampah pada tempatnya :). Nice sharing mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalah membuang sampah memang harus di disiplin kan bgt ya mb, thanks udh mampir mba

      Hapus
  7. Kalo urusan kecap, bila lidah ini sudah kenal Bango, susah pindah ke yang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bango lover ya mas.. toss deh
      Semoga ikut membantu mengembangkan perkebunan rakyat.

      Hapus
  8. mulai sekarang, ayo jadi konsumen cerdas agar lingkungan kita terjaga *pesan untuk diri sendiri juga*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ira, mulai dari diri sendiri.
      Makasih udah mampir mba.

      Hapus
  9. Aku juga kecap bango :) jadi beli yg baik utk lingkungan jg yaaa, noted ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ikut berkontribusi mendukung pertanian rakyat. Toss dlu ma suci.

      Hapus
  10. Diperhatikan sampai hal sekecil itu ya. Aku sih beli barang dalam ukuran besar karena lihat dari segi hematnya sih hehehe.

    Selamat! Bisa belanja nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga beli yg besar kena hemat li, baru tau juga harus banyak pertimbangan beli produk yg baik.
      Iya.. hhii bisa belanja gratis.

      Hapus
  11. wah iya, jadi terpikir juga. selama ini kalau belanja keperluan bulanan (yg dipakai pribadi) cenderung beli yg kemasan kecil, maksud hati agar catatan pengeluarannya bisa tepat. tapi ternyata malah nambah sampah ya :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nambah sampah salah satunya mba, alasan lain diitung2 lebih murah kemasan gede

      Hapus
  12. kampanyenya positif ya,,,.... beli yang baik.. sebaiknya untuk penjual juga... jual yang baik..

    jika penjual, menjual yang baik pastinya pemmbelinya sudah pasti akan membeli yang baik :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES