5.26.2017

Farewell Mas Kha : Selamat Menjemput Impian yang Tertunda

Sumber : ICCA

"Mas stop dulu, mau minta foto bareng" Ucapku tiba-tiba saat berpapasan dengan mas khais dilorong yang menghubungkan antar ruangan di lantai 4 tepatnya didepan pintu lift.  
"oh iya boleh" mas kha yang sedang berjalan didepan pintu lift akhirnya berhenti sejenak. 
Sore itu didepan pintu lift saat aku berpapasan dengan Mas Khais salah satu Sign Officer di tempat kerjaku tiba-tiba refleks saja aku minta foto bersama beliau (kok sedikit formal ya pake kata ganti beliau, iya-in aja ya mas biar cepet..hhiy) saat mas khais mengiyakan, aku langsung buru-buru ke loker mau ambil handphone dan berteriak "heii siapa yang mau foto sama mas khais? Yuuk didepan lift" Beberapa teman yang kebetulan ada disitu akhirnya ikut bergabung, kamipun lalu berpose ala-ala dalam beberapa jepretan foto. 


Kamis (24/05/17) kemarin adalah hari terakhir mas khais bertugas dikantor, pria yang bernama lengkap Mohd Khais Raihan ini setelah hampir kurang lebih 11 tahun bekerja disini akhirnya beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerja kami, suatu keputusan yang berani kalau menurutku.

Kenapa aku sampai tulis cerita ini di blog, memang apa serunya menceritakan kisah orang yang resign dari tempat kerjanya, terus penting ya buat dibahas bukannya resign dari tempat kerja adalah hal yang biasa, seruan juga bahas AwKarin.lol. Mungkin memang benar cerita ini tidaklah semenarik cerita syahrini saat jalan-jalan ke Eropa dengan jet mewahnya atau cerita AwKarin dengan segala kenge-hitz-annya, tapi alasanku menuliskan cerita ini adalah karena aku salut beliau berani meninggalkan Comfort Zone nya diperusahaan untuk memilih mengerjakan hal-hal yang sesuai dengan passionnya.

Sebungkus Nasi Goreng dan Cerita Tentang Mimpi
Pagi menjelang siang sekitar pukul 09.30 saat aku sedang menikmati pisang goreng diwaktu jam makan siang yang terlalu dini untuk disebut makan siang di pantry, tidak lama berselang setelah aku menghabiskan setengah dari pisang gorengku masuklah mas khais dengan membawa botol minum dan sebungkus nasi goreng ditangan. Lalu dia pun duduk dikursi sebelah dan langsung memulai percakapan terlama selama aku mengenalnya. 

"ehh gimana blognya, kemarin menang ya?"
"iya mas" jawabku sambil tersenyum kikuk karna gak nyangka bakalan ngbahas blog. "Mau juga dong bikin blog, dulu gw juga suka nulis diblog cuma udah lama banget gak pernah nulis lagi" lanjut mas khais. 
"Oh yang di Jakarta kita itu ya mas, yang tentang si Emping" jawabku nggak yakin, sembari mengingat-ingat nama situs yang duli pernah dia share. 
"Iya, tapi sebenarnya itu punya temen, gw suruh ikut nulis juga disitu" mas khais sedikit menjelaskan. 
"Mas kenapa jarang-jarang nulis tentang Si Emping nya padahal itu Bagus lho, kan sayang mas gak diterusin" sambungku.

"Iya ini juga rencananya nanti setelah selesai dari sini mau difokusin lagi ngerjain Si Emping" saat dengar jawaban mas khais ku refleks ingat selentingan-selentingan yang aku dengar bahwa mas khais ini mau resign kebetulan orangnya lagi duduk satu meja, nggak salah kan ya aku konfirmasi langsung pada yang bersangkutan biar lebih valid infonya. 

"Aku denger mas mau resign, iya mas beneran?" 
"Iya bener" aku mas khais. 
"Kapan mas?" tanyaku lagi penasaran. 
"Terakhir sampai akhir Bulan ini, sebenarnya ngajuinnya bulan juni tapi gw masih punya cuti, jadi gw abisin aja sisa cutinya, masih ada 17 lagi" aku menanggapi dengan semacam membuat bentuk lingkaran dimulut dengan kepala mengangguk-angguk seolah menemukan jawaban dari pertanyaan yang dicari. 

Lalu sambil masih mengunyah nasi gorengnya, - yang aku yakini itu nasi goreng mbak windi dengan melihat warnanya yang agak merah dan kalau bener, ini nasi gorengnya tuh terkenal dengan pedesnya yang nampol, tapi aku gak sempet nanya asal-muasal si nasgornya itu biarlah jadi apa yang aku yakini aja lol - mas khais masih berceloteh dengan rencana-rencananya, mimpi-mimpinya, hobby-hobbynya, yang mungkin sudah jarang dia lakukan, tetapi mimpi-mimpi itu sepertinya makin hari kian berlesatan dalam pikirannya, sehingga tak bisa lagi menunggu untuk segera ingin diwujudkan.

(kalau bener itu nasi goreng mbak windi, salut deh masih bisa cerita ditengah-tengah pedesnya tuh nasgor, aku aja kalau makan nasi goreng itu perlu konsentrasi penuh, siap sedia air minum sambil sesekali menutup hidung karena sering tersedak saat mengunyah balik lagi bahas nasi goreng.piss) 

Dia bercerita tentang Si Emping, project karikaturnya yang jarang tersentuh, tentang hobby-hobbynya, dan sekarang lagi cari-cari info buat urus copy right Si Emping. 

"Gw juga pengen ngajar less bahasa inggris anak-anak, belajar ngaji juga" aku ingat saat presentasi about my self mas khais cerita bahwa saat SMA pernah mengajar bahasa inggris di SD, dan buatnya itu menyenangkan meskipun harus kejar-kejaran dengan waktu sekolah.

"Dulu gw juga pernah ambil wedding photo, jadi wedding singer juga pernah" mas khais masih melanjutkan ceritanya. 
"foto sama edit sendiri itu mas?" aku sesekali menanggapi sambil terus membetulkan posisi duduk agar lebih fokus dengar ceritanya. 
"Iya edit sendiri, dulu kan pernah buka percetakan juga"

Mas kha juga cerita tentang hobby masaknya "gw seneng banget masak, kalau misal diminta bantuin masak sama istri pas ada orderan makanan gw bangun jam2 ikut bantuin masak" sambil tangannya membuat gerakan-gerakan seperti chef yang sedang mengaduk masakan dan memberinya bumbu.

"Eh gw juga pernah lho jualan sayur-sayuran dirumah, pagi-pagi tuh udah rame sama ibu-ibu yang belanja, seneng aja bisa ketemu sama banyak orang" 
"jualan sayur?" kataku menegaskan ceritanya tadi, agak sedikit heran dan ngerasa lucu "terus mas subuh-subuh ke pasar dong belanja sayur" tambahku 
"iya jualan sayur didepan rumah, sebenernya Ade sih yang belanja, nanti di drop dirumah" 
"oh, mas mungkin lebih suka aktifitas yang bisa berinteraksi sama banyak orang, dari pada cuma duduk didalam kantor" jawabku sok tau.

"Bisa jadi, dulu tuh pas jadi marketing siang-siang keluar buat ketemu klien, bisa menghirup udara luar, kayak kalo naik bus atau kereta gitu gw seneng aja. Disini aja kalau jam istirahat mau pada solat ke mesjid bawah, orang-orang kan jalan tuh ke mesjid pasti pada bilang aduh panas banget tapi kalau gw tuh seneng bisa menghirup udara luar" sambil tangannya direntangkan seperti gerakan kate winslet saat berada di ujung kapal bersa jack di film titanic, mencontohkan gerakannya saat menghirup udara luar, dan itu sukses buatku tertawa karena beneran kocak buatku.

Dia juga cerita akan memulai rencana sebagai trainer, aku percaya dia bisa berhasil karena memang dia pembicara yang baik cara penyampaiannya pun menarik, gak salah dong beberapa kali dia terpilih jadi The Best Contact Center.

Baca Juga : Profesi Contact Center Melayani Dari Hati

"Mas kenapa mutusin resign padahalkan disini menurut aku mas udah dapat zona nyaman" Akhirnya pertanyaan inipun meluncur dengan sedikit ragu, sebelum menjawab mas khais tampak senyum dulu "zona nyaman ya, kata siapa zona nyaman" Timpal mas kha seolah ngetes pernyataanku.
"karir mas khais kan bagus disini mungkin menunggu 1 atau 2 tahun lagi bisa naik jabatan" ucapku sok tau, dan tiba-tiba ngerasa ragu sama yang aku ucapin sendiri, takutnya ini bukan pertanyaan yang selayaknya ditanyakan.

"Iya sih, kasarnya mau bener apa enggak kerjanya tiap Bulan masih dapat gaji ya. Tapi ya itu tadi mimpi-mimpi gw hobby gw semuanya tuh gak bisa jalan kalau gw masih kerja disini, karena terbatas diwaktu. Usia kan udah gak muda lagi semakin tua tenaga juga semakin berkurang, gak bisa seproduktif dulu, jadi ya semakin cepat semakin bagus, mumpung anak-anak juga masih kecil mereka harus diajarkan bahwa hidup tuh terkadang diatas terkadang juga bisa dibawah"

aku melihat ada semacam ketetapan hati - niat yang kuat dan sudah dipikirkan secara masak-masak, dan juga kesiapan menerima segala resiko atas keputusan yang diambil - dari ekspresi wajah ms kha saat menjabarkan alasan alasannya. Jawaban mas kha membuatku tersenyum lebar, seolah jawabannya tadi sudah menjawab semua rasa penasaranku. 

Tidak terasa pisang gorengku sudah tandas sejak percakapan awal dan nasi goreng mas kha juga aku lihat sudah tak bersisa, pagi itu - iyes masih pagi, karna standar siang kami adalah jam 10, waktu peralihan greeting dari selamat pagi menjadi selamat siang - saat menikmati makan siang yang terlalu cepat adalah percakapan terpanjang dengan mas khais, dan aku lihat dia begitu bersemangat menceritakan mimpi-mimpinya, begitu seru seperti akhdan ponakan kecilku saat bercerita tentang film Bima X kesukaannya. 

Dihari yang sama dengan hari mas kha masuk kerja aku mengikuti seminar edukasi mandiri yang diselenggarakan di Universitas Atmajaya diacara itu ada 2 pembicara, yang pertama Billy Boen CEO Young On Top dan yang kedua Mas Richie dari IT Bank Mandiri.

Aku gak akan bahas isi seminar ini secara lengkap, hanya saja bahasan yang dibawakan oleh Billy Boen ini sama dengan cerita mas khais, jadi Billy Boen juga resign dari tempat kerjanya untuk menjadi seorang enterpreneur. Ahh Bagus menurutku bahasannya gak boring. Jadi rulesnya bukan billy boen yang blablabla langsung cerita tapi Mc nya disini yang bertanya pada Billy barulah dia menjawab dengan bercerita panjang, saat sesi tanya jawab dengan peserta seminar ada dua pertanyaan yang menurutku cukup Bagus. 

Pertama dari karyawan mandiri, tapi aku lupa namanya padahal dia yang fotoin kita lho pas akhir acara, maaf ya bu. Jadi beliau nanya kalau misalkan pegawai atau karyawan yang juga punya sidejob dagang atau jualan bisa disebut entrepreneur atau tidak? Jawaban dari Billy Boen berdagang adalah salahsatu bagian dari entrepreneurship, tapi entrepreneur yang sebenarnya adalah yang berusaha dan berjuang mengembangkan usahanya dan itu membutuhkan fokus pada apa yang dikerjakannya.

Pertanyaan kedua dari seorang mahasiswi atmajaya yang katanya sudah mau lulus pertanyaannya untuk para pemula yang ingin memulai usaha apakah harus langsung terjun di usahanya atau memilih bekerja dulu untuk mengumpulkan modal usaha? Jawaban dari Billy Boen adalah kedua pilihan tersebut tidak ada yang salah tidak ada juga yang benar.

Keduanya bisa dilakukan dengan catatan komitmen dari diri sendiri, kebanyakan pasti akan berpikir terkendala dengan masalah modal dan berpikir akan bekerja dulu agar bisa mengumpulkan uang. Dibulan-bulan pertama saat gaji masih kecil pasti belum berpikir akan resign untuk memilih berwirausaha, setelah masuk dihitungan tahun kebutuhan seperti ingin menikah akan bermunculan dan ini jug pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit semakin lama kebutuhan semakin meningkat apalagi setelah punya anak. Dan semakin lama gaji yang didapatpun semakin besar apalagi yang jabatannya tambah tinggi pasti akan sangat disayangkan kalau harus berhenti kerja.

Billy Boen berpesan bagi yang ingin memulai usaha sebagai entrepreneur 
  1. Temukan passion, suatu hal yang disukai dan akan tetap dilakukan serta diusahakan jangan hanya ikut-ikutan trend saja. 
  2. Punya Mimpi besar, minimal saat kita tidak sampai dimimpi itu ditengah usaha kita untuk mewujudkannya hasil yang kita dapat akan lebih Bagus daripada saat kita hanya punya mimpi kecil. 
  3. Attitude, ini sepertinya yang harus sangat diperhatikan, ingat dalam usaha kita harus jujur, setelah sukse jangan sombong, pun saat kita belum bisa berhasil, jangan mengkambinghitamkan oranglain. 
  4. Melek Teknologi sebagai makhluk milenial kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang semakin canggih. Promosi lebih gampang menggunakan media sosial, biaya yang dikeluarkan pun bisa lebih murah. 

Nah kan tadi aku bilang apa yang Billy Boen sampaikan ada hubungannya dengan mas kha, sama kan Billy Boen sama Mas kha berani mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk meneruskan mimpi-mimpinya, padahal dikantor prestasinya patut diacungkan jempol lhoh, meskipun aku gak hafal satu persatu tapi mas kha pernah juara di The Best Contact Center Indonesia dan juga mengikuti ajang Contact Center World yang saat itu diadakan di Las Vegas, tentunya bukan orang sembarangan dong yang bisa ikut ajang itu. 
Sumber: www.contactcenterworld.com

Aku jadi teringat quotes Tere Liye dalam bukunya Sunset Bersama Rosie yang sukses bikin aku jatuh cinta sepanjang mas
"Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya"
Tapi kembali lagi pada passion kita masing-masing, aku berdoa semoga mas khais diberikan kelancaran dengan keputusan yang diambil aku percaya bahwa saat kita meninggalkan sesuatu karna Alloh SWT maka Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik, dan aku juga yakin bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha dan doa yang kita lakukan. 

Terakhir selama bekerja ditempat yang sama kurang lebihnya pasti ada kata-kata atau perbuatan yang kurang berkenan menyambut Bulan suci Ramadhan mohon dimaafkan, tanpa diminta mas khais udah aku maafin,, hhe meskipun kadang kalu ngelucu suka garing kriik kriikk, udah aku maadin kok,  mari saling mensucikan hati. Alih-alih orang-orang yang sering bertemu dengan orang yang hanya sekali bertemu pun kita ada salah, tapi cukup saat itu saja tidak perlu disimpan terus dalam hati. Semoga teman-teman yang lain-lain juga melakukan hal yang sama, saling memaafkan. Farewell Mas Kha.
Bcc Award 2015


Banjarsari, 26 Mei 2017.
Ditulis dalam perjalanan Jakarta-Banjarsari. Diedit kembali setelah sampai rumah, karena di jalan malah ketiduran. 

45 komentar:

  1. Saya sudah resign total hampir 10x dan sudah bekerja lebih dari 10 perusahaan mba hehe..
    Bener kata Billy asal dah ketemu passion kenapa takut utk resign .. saya yg tempat terakhir kerja ini mau resign tp malah ga bs mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa dgn kerjaan yg ini mas tomi? Sudah jatuh Cinta ya sm kerjaanny. Hhi

      Hapus
  2. Aku masih bertahan 5 tahun, sedangkan temen2 seangkatan dah pada melanglang buana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu mh hebat nay, aku Kasih 2 jempol. Kerja sama hobby bisa berjalan beriringan, pinter ngatur waktunya.

      Hapus
  3. Butuh keberanian buat keluar dari zona nyaman dan membangun usaha sendiri. saya memutuskan untuk mengejar mimpi dan break 2 tahun bekerja. tapi hasilnya worth it lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren mas dodon,itu kesempatan langka lhoh.

      Hapus
  4. Keputusan bulat yang diambil ya mbak
    Aku juga pernah mikir gitu, kadang kalo kerja full time, kebayang ada hobi yang belum berjalan dengan baik. Pengen suatu saat juga resign tapi bukan saat ini.
    Inspiratif sekali dengan prestasi gemilang juga ttitude dri Mas Kha ini, Semoga langkah yang dipilihnya membawanya pada sebuah keberkahan hidup. amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mba, semoga mb rohmah jg selalu dilancarkan apa tg dicita2kan

      Hapus
  5. Kalau aku resign, karena masih umur di bawah 30, masih mikir untuk nyari pengalaman baru, belajar, dan ekspor. Itu juga kalau udah mentok sih. Beda-beda ya alasan resign, cuma sebelum resign hal yang paling Pasti adalah harus tahu mau ngapain dulu, dan harus udah punya plan yang matang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups betul mba,planning harus matang

      Hapus
  6. Duh, kalau untuk saya seorang freelancer masih belum terikat dengan perusahaan banget
    Cuman sebatas partner kerja juga
    Tapi kalao dihitung freelancer di perusahaan, gatau udah berapa perusahaan yang sudah disinggahi :D

    BalasHapus
  7. Saya salut dengan keputusan untuk resign, pastinya banyak pertimbangan dan sampai akhirnya yakin untuk membangun karir tak hanya sebagai karyawan ya. Hal-hal besar menanti untuk dikerjakan di masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mungjin mimpi2ny lebih besar dari apa yg dkerjakanny skrg,sehingga mutusin buat resign koh

      Hapus
  8. Dan saya pun pernah berada di posisi seperti Khais ini, keputusan berat tapi demi passion, yakin ini jalan rezeki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren mba yul, kuncinya yakin ya.

      Hapus
  9. Wah emang butuh keyakinan awal2nya ya, mulai dr pindah dr zona nyaman ke jalan sendiri, sampai soal income di saat awal2 ... Tp kl uda yakin, mesti maju terus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap betul.mas timo,income awal itu yg kadang jdi batas keraguan kita.

      Hapus
  10. Pasti mas kha ini sangat baik ya sampe ditulis kenangan nya.. tetap menjadi orang baik dimana pun berada ya mas kha

    BalasHapus
  11. keluar dari zona nyaman itu tantangan banget. Aku pengin banget resign, tapi masih aja gak berani, banyak yg dipertimbangkan sampe enggak ngelangkah2. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg penting mba masih nyaman am kerjaany,aku jg jayk gitu ko

      Hapus
  12. Posisi enak tp mimpi seolah terkubur. Emang gak mudah keluar dr zona aman apalagi orangtua, keluarga krg dukung. Tp asal ada niat, bisaaaa aja ada jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biamillah insya allih semua berjlan lancar

      Hapus
  13. Saya jg sdg krluar dr zona aman. Kuncinya percaya diri dan yakin kalau kita bs sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren mba, aku aja masih maju mundur ,jln ditempat

      Hapus
  14. Biasanya kalo udah posisi nyaman pasti susah untuk move onnya. Tetapi, kalo di posisi nyaman terus tidak akan pernah maju diri kita sendiri

    BalasHapus
  15. Aku malah belum pernah kerja 😂 gimana mau risign ya? Errr *komentar macam apa ini*

    BalasHapus
  16. Waahh, Mas nya keren sekali mengambil keputusan resign. 12 tahun bukan waktu yg sebentar tuh..
    Swmoga ini keputusan yg terbaik dan dia bisa mewujudkan semua mimpinya itu, yaaa. *ikutan doain :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Maksih mba nurri doanya,semoga mba juga sellau dilancarkan ya

      Hapus
  17. Ini yang jadi perdebatan aku sama suami waktu baru menikah.

    Rencana awal,
    Suami mau jadi dosen tetap di salah satu kampus negeri di daerah Bandung.
    Jelas aku seneng doonk...kan bakal nyandang predikat Ibu Dharma wanita.


    Lha,
    Ternyata...setelah menikah, doi lebih nyaman buka usaha sendiri. Masih di bidang ilmu yang dia pelajari siih..

    Tapi kann...kan...

    Impian aku jadi Ibu-Ibu Dharma Wanita, pupus sudaaah...heuu~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren ya jdi ibu2 dharma wanita,mama aju jg dharma wanuta mba,krna bp seorang guru.
      Tp meskipun gk.jdi dharma wanita,jdi ibu2 pengusaha doong skrg.

      Hapus
  18. Ingatanmu pada momen percakapan itu sungguh jeli, mbak. Hahaha. Ternyata dari obrolan-obrolan ringan gitu sangat bisa menginspirasi ya. Aku banyak pendiemnya, sih. Hehehehe. Itu tipsnya Billy Boen hits banget ya. Aku pernah baca di buku 101 Young CEO kalau gak salah. Lalu ngutip itu juga buat bikin postingan. Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya billy boen kece,aku suka ternyta sm penjelasannya.
      Iya obrolan ringan yg ternyta bermanfaat kalo buat aku.

      Hapus
  19. Kece mbak, emang sih kita sendiri ya yg tau kapan tepatnya kita memutuskan berbuat sesuatu utk meujudkan mimpi kita.
    Jd keinget tmnku yg mutusin jd freelancer, dia bilang belajar dulu jd karyaan, ikut org minim 5 thn lha, pelajari ilmunya, jika dirasa cukup barulah melangkah keluar
    TFS yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba april betul sekalii
      Kita yg lebih tau apa yg kita mau dan kita bisa

      Hapus
    2. Iya mba april betul sekalii
      Kita yg lebih tau apa yg kita mau dan kita bisa

      Hapus
  20. Wew..ternyata mbak ini seorang blogger, narasinya enak mbak ..sumpah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhaa.. Iya mas stengah blogger aku.

      Hapus
  21. Mbaaaaa..... baca istilah sign officer jadi keingetan kantorku. Liat lorong di foto, lgsg mikir jangan2 satu instansi ni. Liat id card, naaahh bener kan. Satu instansi kita ternyata mba.. hehehe... mandiri bukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba wian kita samaan dong ya.. Hhe

      Hapus
  22. trkdang mngmbil sbuh kputusan trasa sulit sekali

    BalasHapus
  23. 11 tahun?
    Waah lama juga ya ...
    Sungguh dibutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman untuk mencari kenyamanan yang sesuai dengan passionnya

    salam saya Mbak

    BalasHapus
  24. Wah Mas Khais ini cowok multi talenta, ya. Banyak bisanya. Kadang aku juga kangen sama dunia kerja, tapi dipikir-pikir emang bener. Waktu masih kerja aku susah ngapa-ngapain, ga bisa berkembang. Walau yang aku jalanin sekarang masih jauh dari yang aku harapkan tapi setidaknya udah punya kebebasan waktu dan itu kan valueable banget. Daah ah bahasannya jadi serius banget ini :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES