5.20.2017

Profesi Contact Center Melayani Dari Hati

Pernah gak sih saat kita berbelanja online, barang pesenan Yang ditunggu-tunggu kok gak dateng-dateng juga ya, padahal udah lama, atau mungkin pas abis beli pulsa kok pulsanya kepotong sendiri, padahal belum dipake, atau mungkin juga pernah ngalamin mau transfer uang tapi gagal terus keterangannya? Kalau aku pernah banget ngalamin semua persoalan tadi, dan sepertinya hampir sebagian besar orang pernah mengalaminya juga, meskipun hanya satu atau dua kasus saja.

Dari beberapa keluhan diatas cara cepat yang biasa terpikir adalah langsung menghubungi perusahaan yang menyediakan produk atau jasa yang kita gunakan, caranya adalah dengan menghubungi customer service atau call centernya. Saat ini selain melalui telpon kita juga bisa terhubung menggunakan media lainnya seperti chatting, email, atau colek-colek akun perusahaan via twitter.

Cita-Cita Vs Realita 
Tapi sekarang aku gak akan bercerita sebagai customer atau nasabah yang komplen, aku mau sedikit bercerita dari sisi seorang contact center saat melayani konsumen atau nasabah. Ya sudah sekitar 4 tahun aku berkecimpung di dunia contact center, tidak terasa sudah cukup lama aku bekerja di bagian contact center disalahsatu perusahaan yang bergerak dibidang jasa keuangan di Jakarta. 

Bekerja sebagai seorang contact center sebenarnya bukanlah cita-citaku, bahkan saat kecil aku gak tau bahwa ada profesi seperti ini. Yang aku tahu profesi tuh ya guru, dokter, bidan, pramugari, pilot, perangkat desa, pegawai kantoran seperti manager dan sekretaris, gak ada tuh kepikiran pekerjaan kayak contact center, maklum pengetahuanku minim banget waktu kecil. Pernah pas SD aku ditanya sama ibu warung yang jualam disekolah, cita-citanya mau jadi apa nanti? aku kok bingung y mau jawab apa, aku jawab sekenanya aja pramugari, karna aku lihat di tivi kerjaanya enak terbang terus keliling dunia.

Dan saat lulus SMA aku disuruh kuliah guru, tapi aku gak mau entahlah kenapa terlalu banyak alasan dipikiranku. Dan ada sepupuku yang tiba-tiba bilang "si teteh mh pengen kerja kantoran mungkin, gak mau jadi guru" dalam hati aku iyakan karna memang aku tertarik kerja di gedung-gedung kayak di tivi-tivi, meskipun ucapan sepupuku itu aku hanya jawab dengan senyum. Mungkin saat aku mengiyakan dalam hati, ada malaikat lewat dan mengaminkan ucapan sepupuku itu. Dan inilah aku sekarang beneran bisa kerja di kantoran, tapi sayangnya dulu cita-citaku gak spesifik mau kerja jadi apa atau di bagian apa, dan jadilah aku masuk dibagian contact center ini. 

Contact center dalam sebuah perusahaan atau instansi kalau menurutku ibarat garam dalam masakan, kalau gak ada terasa hambar  begitu juga perusahaan atau instansi tanpa adanya bagian contact center berasa ada yang kurang.

Call Center Atau Contact Center ya?? 
Kalau ada yang belum familiar sama contact center dan lebih akrab dengan sebutan call center aku coba jelasin ya kenapa sampai ada dua penyebutan. Jadi keduanya adalah sama-sama bagian costumer care disuatu perusahaan, sapaan akrabnya kita sebut dengan call center, yang apabila kita ingin tersambung dengannya kita bisa menghubungi via telpon. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, serta tuntutan masyarakat yang serba ingin cepat maka si call center ini pun bertransformasi menjadi Contact Center.

Secara definisi Call centre atau call center (dalam ejaan yang lain) merupakan suatu kantor informasi yang terpusat yang digunakan untuk tujuan menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Sedangkan Pengertian contact center di sini lebih luas dari sekadar komunikasi melalui suara (telepon), tapi juga komunikasi melalui e-mail, web, dan kanal komunikasi lainnya.

Nah sudah jelas kan ya guys antara call center dan contact center, disini aku menggunakan penyebutan contact center karena tugasku selain menerima telpon berhubungan juga dengan data dari email dan laporan lainnya.

Sebenarnya bisa saja customer mendatangi outlet atau cabang perusahaan secara langsung, tapi ada beberapa case yang urgent dan gak bisa nunggu lama, apalagi kalau kejadiannya diluar jam kerja, contohnya saja atm hilang dan kita baru ngeuh tengah malam, minimal kita hubungi via telpon untuk blokir kartu atmnya. Maka dari itu sekarang ini contact center menjadi salahsatu element penting bagi perusahaan, bisa disebut garda terdepan bagi perusahaan untuk melayani customer tercinta.

Stok Sabar seorang Contact Center
Pengalaman menjadi contact center bukanlah suatu hal yang mudah buatku, setelah lolos training dikelas dan harus terjun langsung dilapangan menerima telpon dari customer aku sampai gemeteran, padahal posisinya ada mentor yang bantuin aku dibelakang. Rasa takut, was-was, dan khawatir bercampur jadi satu, takut salah ngomong, takut gak bisa jawab pertanyaan customer terlebih di tempatku bekerja bahasanya menggunakan bahasa baku bukan bahasa slank yang bisa lebih santai.

Saat melihat senior-senior online aku sampai takjub dibuatnya, takjub kenapa? Karena seorang contact center dituntut multiskill. Harus menjadi pendengar yang baik, teman ngobrol yang asyik, dan juga mesin pencari yang hebat. Seorang contact center harus fokus mendengarkan permintaan atau keluhan customer, mendengarkan dan merespon customer dengan cara menjawab pertanyaan customer, mencari data di sistem dengan cepat dan tepat agar tidak salah memberikan informasi pada costumer. Dan yang paling penting adalah cara mengatur emosi saat kita menghadapi nasabah, ini yang setiap hari jadi PR buat kami. Dari sejak interview aku sudah diingatkan bahwa dari jobdesk kami nanti harus siap melayani apapun case nasabah mau itu menanyakan informasi, meminta perubahan data-data dan yanh terpenting harus siap sama komplene nasabah.. Hoho

Jaga Kesehatan yaa
Selain harus mengupdate informasi tentang program dan case setiap hari, pastinya aku harus tetap menjaga kesehatan agar bisa fit menjalankan aktifitas sehari-hari. Tuntutan jam kerja yang beroperasi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu atau yang artinya gak ada liburnya, bagian contact center ini harus selalu stand by, saat interviewpun sudah dikasih tau bahwa jadwal kerja kami shifting. Jadwal hari kerja dan jam masuk kerja yang antimainstream berpengaruh juga pada kebiasaan makan, jadwal makan siang kadang terlalu pagi atau malah terlalu siang, buat aku yang punya penyakit maag harus pintar-pintar ngatur waktu makan biar pas kerja gak kambuh maagnya.

Ada beberapa hal yang aku lakukan untuk menjaga kesehatan badan:
1. Usahakan Sarapan
Sarapan adalah salah satu ritual penting bagiku, biar siap menghadapi nasabah.

2. Biasakan minum air putih
Aku selalu min 8 gelas setiap hari kebayangkan kerjaan aku yang harus ngobrol terus sama customer, seretlah tenggorokan kalau gak minum-minum, apalagi selama hampir 8 jam harus duduk terus, air putih penting banget buat kesehatan.

3. Usahakan Olahraga Ringan
Ini agak susah nih, dulu pas aku ngekos dekat kantor biasanya pulang pergi kerja jalan kaki, setelah pindah ke kosan yang baru pulang pergi naik ojek online. Makanya sebisa mungkin pas libur ada kegiatan buat gerakin badan, anggap aja nyuci baju sebagai olahraga.lol.

4. Minum Multivitamin
Aku juga minum multivitamin dan sesekali minum jamu tradisional, biar badan tetap segar. Dari kantor sebenarnya juga dapet jatah ransum setiap bulan, tapi jumlahnya gak cukup buat satu Bulan.. Hhee

Saat belanja bulanan di supermarket dilottemart Ratu plaza senayan aku beli Sari Temulawak dari Herbadrink, pas baca khasiatnya wah temulawak ternyta berkhasiat mengatasi penyakit maag. Langsung aja beli. Aku coba nyeduh Herbadrink Sari Temulawak ini saat istirahat, rasanya seger bikin mata yang sudah mulai lelah fresh lagi, aku orangnya ngantukan abis minum Sari temulawak ini mayanlah bisa buat nahan ngantuk. Kemasannya juga praktis dalam bentuk sachet jadi bisa diselipin di tas kalau pergi ke kantor. Aku beli dengan harga Rp. 13.000- satu box nya isi 5pcs.
Herbadrink Sari temulawak ini adalah minuman herbal yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia dengan proses melalui teknologi modern, diolah dari bahan-bahan alami pilihan dan dibuat bebas gula, minuman ini berkhasiat untuk memelihara kesehatan fungsi hati. Bagusnya lagi si Sari temulawak ini sugar free guys, gak khawatir bikin gemuk atau diabet. Bahan utamanya adalah temulawak yang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya untuk tubuh kita.
Temulawak ini diantaranya mengandung Zat Kalagoga sebagai penghasil empedu, zat kurkumin sebagai penurun lemak darah juga mengurangi rasa nyeri pada sendi.
Beberapa manfaat temulawak :
  • Menjaga kesehatan hati
  • Menurunkan lemak darah
  • Mengatasi penyakit maag
  • Mengatasi radang sendi
  • Melancarkan pencernaan
  • Mengatasi gangguan ginjal
Sebagai seorang agent contact center melayani nasabah dari hati adalah suatu keharusan, meski mungkin kami tidak selalu sempurna tapi kami berusaha melayani dengan baik. Maka pintar-pintarlah jaga kesehatan lambung serta hati agar kita bisa bekerja dengan sepenuh hati.


sumber: 
https://id.m.wikipedia.org
www.marketing.co.id
www.disehat.com
www.herbadrinknatural.com

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

19 komentar:

  1. Mbak siti, baguuus tulisannya,rapi dan komplit. menarik tentang pengalaman kerja di contact centre nya juga :D semoga sukses ya :D

    BalasHapus
  2. iyaaa kalau ngga dari hati biasanya kerasa deh, CS nya cuman ikutin prosedur. Harus banyak sabar dan ikhlas.. sabaar ini ujiaaan.. harap maklum hehe dimarahin dikit itu demi mengeluarkna uneg2

    BalasHapus
  3. waah...beneran jadi contact center itu stok sabarnya kudu berlimpah...apalagi menghadapi orang-orang yang karakternya macam-macam...semoga sehat selalu ya mbak...

    BalasHapus
  4. Profesi yang berurusan langsung dengan customer itu memang harus extra sabar ya. Aku belum pernah menjadi seorang call center sih, tapi pernah berdiri di front office sebuah hotel. Lumayan pegel kaki karena harus berdiri sekian jam.
    Temulawak itu enak banget. Aku jarang-jarang sih minumnya. Tapi kalau pas liat di menu ada temulawak biasanya suka pesan. Lupa kalau bisa beli sasetan dan nyeduh di rumah.

    BalasHapus
  5. Aku juga jadi CS kemaren pas peneeimaan mahasiswa baruuuuu, pegellllllll

    BalasHapus
  6. Saya belum pernah sih mba jadi call/contact center tapi saya pernah kerja jadi cso mba.. customer support online. Harus ekstta sabar dalam mendengarkan keluhan orang mba hehehe

    BalasHapus
  7. Jadi contact center emang harus punya stock sabar segudang. Soalnya konsumen marah pasti ke contact center dulu. Semangat yaaa

    BalasHapus
  8. Jadi contact centre harus sabarrr karena pasti ada nasabah yang cerewet bangett nantinyaaaa... Apalagi nasabah yang rese.. semangat yah Mbak dan jaga selalu kesehatannnn. Karena hadapi costume rese ngga harus dengan badan sehatt. Hehe

    BalasHapus
  9. Perihal pekerjaan yg berhubungan dgn klien semacam contact center ini, selain harus ramah, tanggap, dan luwes harus juga memiliki kesabaran ekstra utk melayani pertanyaan dari tiap klien.. Dan uti tetap menjaga kinerjanya mereka jg butuh menjaga kesehatan yg sering kali dilupakan demi mengurusi kepentingan klien..

    BalasHapus
  10. Salut masih tahan sebagai staf contact center, saya pribadi pernah kunjungan ke kantor contact center bank. Paham banget saat harus menghadapi komplain pelanggan, hal-hal kecil dijelaskan dengan sabar. Perlu jaga kesehatan dan kebugaran agar tetap bisa semangat bekerja.

    BalasHapus
  11. Gilaaakk, rapih banget. Aku pikir ini sharing session tentang pengalaman kerjanya. Eh tahunya buat lomba.

    Thanks btw untuk penjelasan perbedaan call dan contact center :-)

    BalasHapus
  12. lbh komplitan contact center ya drpd call center, jd tau. Kerjanya shif-shifan emg cucok harus banget jaga kesehatan apalagi kl kena shif malam ya mba. Cita2 jaman kcl emg kdg bs berubah saat dewasa hehe

    BalasHapus
  13. wah mbak siti pernah menjadi contact center ya. aihh, pasti sabar banget mbak siti menghadapi komplain pelanggan. kerrn banget deh. aku dari dulu penasaran sama profesi ini.

    BalasHapus
  14. Harus ekstra sabar ya menghadapi konsumen yang telpon ke kekita sebagai call center walau terkadang pedes banget perkataan perbanyak air putih bagus banget tuh buat mengembalikan ion tubuh

    BalasHapus
  15. Kalau aku betenya hubungi call center selalu habis pulsa banyak. Belum juga keluhan kelar, tagihan udah bengkak. Sekarang senang ada contact centre media sosial jadi lebih cepat tanggapan dan murah.

    BalasHapus
  16. Pas aku baru lulus kuliah juga kepikiran nglamar kerja di Call Center gini...karena di Surabaya ada salah satu perusahaan outsourcing terkenal yang menyediakan pegawai outsource terbesar.

    Tapi langsung mundur teratur karena alasan kerja shift-shiftan.
    Ini tantangan banget karena jadwal kerja yang gak seperti orang kebanyakan. Harus pinter-pinter jaga kesehatan.

    BalasHapus
  17. Tulisannya bagus. Bikin jadi penasaran tentang dinamika kerja contact center. Kapan2 dilanjutin dong ceritanya. Pernah dapet komplen lucu apa dri customer? Atau mungkin malah digodain sm customer. Hehehe

    BalasHapus
  18. Ah... pekerjaan yang tsakep mbak. Kadang, walau di tempat kerjaku nggak ada layanan contact center, kadang aku bersikap seperti call center seperti yang kulihat ditipi-tipi atau pas chatting sama customer care saat belanja online shop. hehee
    Tapi, kalau ada pelanggan yang telfon, aku kurang sigap buat bisa nerima permintaan atau apa yang diminta pelanggan, umpama cek pesanan atau apalah, hhee
    Ternyata perlu kesabaran ekstra ya mbak apalagi nemuin pelanggan yang beraneka ragam.
    Mangat Mbak.e ^_^

    BalasHapus
  19. tugas berat call center kalo dapet customer yang belom apa-apa marah atau kurang tanggap jadi kudu pelan-pelan ya mude... duh kalo jadi aku yang ga sabaran bisa jadi emosi juga hahaha...

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES