6.15.2017

Mudik Menggunakan Pesawat, Siapa Takut ?!


Lagu "Lebaran sebentar lagi" yang dinyanyikan oleh Bimbo dan di recycle oleh Gigi semakin sering diputar dipusat-pusat perbelanjaan, pertanda hari raya yang dinanti-nanti sebenatr lagi akan menghampiri. Bulan Ramadhan selalu disambut dengan antusias oleh umat muslim diseluruh dunia, kedatangannya bak mata air digurun pasir, selalu identik dengan bulan penuh rahmat yang didalamnya berlimpah rahmat dan ampunan serta berlipat-lipat pahala untuk kebaikan. Pun saat ramadhan ini akan berakhir dan hari kemenangan sudah semakin dekat masyarakat tidak kalah antusias menyambut hari raya penuh keberkahan. 

Mulai dari persiapan membeli baju lebaran, membuat kue lebaran juga yang tidak kalah penting persiapan mudik lebaran. Sebenarnya tradisi mudik tidak hanya ada diindonesia, dinegara lainpun hal yang sama terjadi contohnya saja di china saat akan merayakan tahun baru china ribuan masyarakat berbondong-bondong mudik ke kampung halaman masing-masing, begitu juga di korea saat seollal tiba masyarakat korea serempak pergi ke tempat saudara atau keluarga untuk berkumpul dirumah.

Banyak cara yang dilakukan untuk prosesi mudik ini, bagi yang jaraknya  lumayan dekat ada yang menggunakan motor, mobil pribadi, kendaraan umum seperti bus, dan kereta. Tetapi bagi masyarakat yang mempunyai kampung halaman nan jauh di mato melintasi lautan luas pasti memilih angkutan laut seperti kapal ferry atau bagi yang ingin lebih cepat sampai bisa menggunakan pesawat untuk pulang ke kampung halaman. Aku sendiri mudik menggunakan bus, gak ada drama harus naik pesawat, ciamis belum punya rute penerbangan.. hhee

Bagi #SobatAviasi yang mudik menggunakan pesawat jangan lupa mempersiapkan segala sesuatuunya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ada barang penting yang tertinggal karna tidak persiapan terlebih dahulu. Ini ada beberapa tips agar perjalanan kita nyaman dan lancar :

1. Isi Data Diri dengan Benar
Pastikan sudah memesan tiket dan mengisi data diri sesuai kartu tanda pengenal ( KTP, SIM atau Passport) cek kembali data diri yang tercantum pada tiket, jangan sampai saat boarding pass data kita berbeda bisa menghambat perjalanan kita nantinya. Baca dengan seksama data yang ada di tiket, baik itu jadwal keberangkatan, gate, dan maskapai penerbangan yang kita gunakan.

2. Bawalah Barang Seperlunya
Saat pulang kampung pasti kita ingin membawakan oleh-oleh untuk keluarga dikampung, tapi sebaiknya kita sesuaikan barang bawaan denagn batas maksimal bagasi yang diperbolehkan. Ukuran koper yang diperbolehkan adalah p=48 x l=46 x t=23 cm dan beratnya maksimal 7kg, gak mau kan #SobatAviasi kalo harus bayar biaya extra karna kelebihan muatan.

3. Tas Pribadi
Siapkan satu tas kecil yang berisi dokumen penting, seperti ktp, tiket, obat-obatan pribadi, hal ini dimaksudkan agar saat Check-In kita tidak perlu bongkar-bongkar koper kita, repot banget kan harus buka-buka koper lagi, tas kecil ini boleh dibawa ke kabin pesawat

4. Luangkan Waktu

Stand by 2-3 jam sebelum jam keberangkatan. Ini yang sungguh sulit bagiku #SobatAviasi, aku susah ontime orangnya dan ini adalah tantangan berat buatku. Dulu saat akan ke menado dengan pemberangkatan jam 05.15 aku berangkat dari rumah setengah3 pagi dari rumah, haduuh kebayangkan jam segitulagi ngantuk-ngantuknya, tapi daripada ketinggalan pesawat ya apa boleh buat. Ingat ya batas waktu penutupan loket check in adalah 30 menit sebelum keberangkatan.

5. Surat Izin Dokter
Bagi Ibu hamil jangan lupa mempersiapkan surat keterangan boleh terbang ya dari dokter, cek dulu kondisi kesehatan ibu dan bayi sebelum memutuskan untuk pulang kampung menggunakan pesawat dan setau aku, sekarang kereta juga sudah menerapkan peraturan yang sama, hal ini ditujukan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan di perjalanan.

6. Patuhi Instruksi Keamanan Pesawat
Setelah urusan perdokumenan dan perizinan sudah selesai, kita tinggal duduk manis diruang tunggu menunggu jam keberangkatan. Setelah memasuki kabin pesawat jangan lupa selalu ikuti instruksi dari Pilot dan Pramugari, dengerin baik-baik pas mba pramugari lagi ngasih tau atau meragain prosedur keamanan penerbangan. Handphone-handphone sist, matiin dulu ya, kalau aku meskipun ada fly mode tapi gak berani ah, lebih safety dimatiin aja, keselamatan adalah nomor satu.

7. Berdoa
Hal yang sepertinya sepele tapi sangat penting sekali, selalu berdoa baik itu sebelum, saat, ataupun setelah bepergian. Pengalamanku hampir setiap saat berdoa pas dipesawat, aku kan norak orangnya, takut jatoh dari ketinggian.. hhee

Nah #SobatAviasi gimana sudah siap belum buat pulang ke kampung halaman ?? pasti udah kangen ya sama keluarga dirumah. Selalu hati-hati ya diperjalanan, ingat keluarga kita sedang menunggu dirumah sambil harap-harap cemas, semoga kita selalu diberi kelancaran dan keselamatan oleh Alloh SWT.

Aku sendiri sering mengecek info-info di akun Instagram Direktorat Jendral Perhubungan Udara untuk mengupdate info terbaru, ehh udah pada akses selamanya.id belum ?? ayo coba deh langsung klik, ada info menarik dari DJPU. Jangan sampai nyesel gak tau infonya ya teman-teman.

5 komentar:

  1. Nah, tu dia... batas check in yang 30 menit sebelumnya itu harus ditepati, saya pernah liat seorang gadis yang nangis bombay karena ketinggalan pesawat :(

    katanya sih ketiduraaaan... bangun, mandi lalu macet! hadoooh... sedihnyaaaa

    BalasHapus
  2. Selamat mudik buat yg mudik ;)

    BalasHapus
  3. Ngomongin tentang bumil dan pesawat, dua kali aku pas mau naik pesawat ditanyain, "Ibu ngga sedang hamil kan?" Arggh berasa mau gigit baling2 pesawat ���� #lirikperutbuncit

    BalasHapus
  4. Semoga tak pernah kejadian telat check in.

    Kalau kereta pernah mepet banget waktunya. Masih Gemeteran kalo ingat

    BalasHapus
  5. Selama ini sih nggak pernah telat check in, soalnya selalu semangat kalo diajak travelling hehehehe

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES