9.20.2017

Menikmati Wisata Alam Taman Hutan Raya (TAHURA) Bandung


Bandung memang selalu menyambut siapapun yang datang ke kota tersebut dengan ramah tur someah, seperti halnya aku saat tiba dibandung selalu disambut dengan hangat meskipun udara dibandung cukup dingin. Hal ini yang menyebabkan aku ingin datang lagi, ingin berkunjung kembali, dan ingin menyusuri setiap sudut kota Bandung. Kali ini ada yang cukup berbeda saat aku ke bandung yaitu tujuan utamanya adalah bukan untuk berwisata melainkan menghadiri pernikahan teman.

Tapi kalau sudah sampai di Bandung lalu gak kemana-mana, itu tuh rasanya seperti ada yang kurang. Jadilah tanpa direncanakan terlebih dahulu meluncurlah kami ke Tahura atau Taman Hutan Raya Ir. H Juanda Bandung yang letaknya tidak jauh dari penginapanku di dago.

Seperti namanya Tahura kepanjangan dari Taman Hutan Raya ini memang benar-benar hutan yang ditumbuhi ribuan pepohonan, tapi bukan hutan belantara juga sih ya, apalagi hutan terlarang kayak dibelakang sekolah hogwarts. Saat pertama memasuki kawasan tahura, kami disambut dengan pemandangan pohon pinus yang menjulang tinggi.

Tempat wisata yang berlokasi di Desa Ciburial ke. Cimenyan masih asri dan terjaga keaslian hutannya. Kamipun membayar tiket tahura seharga Rp. 10.000 dan proteksi senilai Rp. 2000, saat memasuki pintu gerbang tahura ada beberapa petugas yang menawarkan untuk memandu kami dikawasan hutan, tapi tidak kami iyakan, soalnya lebih nyaman kalo jalan semau sendiri tanpa harus dipandu-pandu,  dan untungnya tawaran mereka tidak kami iyakan (nanti bakalan dikasih tau alasan kenapa beruntung). 

Disini banyak banget tujuan wisata yang bisa kita kunjungi diantaranya, gua Jepang, gua Belanda, curug kidang, curug koleang, ada Taman bermain, museum Ir. H Juanda, curug lalay, curug omas maribaya, Batu batik, wisata hammock, juga tebing keraton. Tapi jaraknya lumayan jauh-jauh, jadinua gak bisa ke explore semua dalam sehari.

Baca juga : 7 Tempat Wisata Favorite Di Kota Bandung

Menikmati Makanan Sederhana di Tahura
Mulailah kami menyusuri jalanan hutan yang banyak sekali cabangnya, dan karena belum sarapan akhirnya kami mencari tempat makan dulu. Setelah berjalan beberapa meter akhirnya kami menemukan warung dan ternyata tidak ada nasi teman-teman, adanya mi rebus, pisang goreng, pisang keju, jagung bakar, dan camilan lainnya.

Karena perut sudah mulai mengeluh akhirnya kami memilih singgah dan memesan makanan, aku memesan mi rebus + telor seharga Rp. 10.000 dan temanku Sari pesan pisang keju seharga Rp.  13.000. Kami duduk dibangku beralaskan tikar, suasananya tenang banget apalagi saat itu hari senin dam masih cukup pagi sekitar pukul 10.30 belum banyak pengunjung yang datang.

Mengunjungi Gua Jepang
Setelah selesai makan kamipun meneruskan perjalanan menuju Gua Jepang, berbekal informasi dari si teteh warung dan merujuk pada papan petunjuk kami pun berjalan yang aku yakini menuju bagian dalam tahura. Diperjalanan beberapa kali kami berpapasan dengan pengunjung lain, ternyata mulai sekarang ramai. Sampailah kami di Gua Jepang yang langsung disambut oleh beberapa orang dan menawarkan untuk memandu kami memasuki Gua Jepang, dalam hati wah ini fasilitasnya enak banget ada pemandu segala. 

Tapi saat mereka rada memaksa memberikan senter (alat penerangan) aku mulai curiga, masing-masing dari kami diberi satu senter, aku yang memang niatnya pengen foto-foto tanpa bawa senter (aku pikir temanku aja yang bawa senter biar kita gantian, toh ada senter dari hp) jadi aku kembalikan senter yang satu lagi 
"gak udah a, satu aja" kataku pada mereka. 
"Gak papa, bawa aja teh didalem gelap" kata akang-akang pemandu
dalam hati "ya iyalah gue juga tau gua tuh gelap, kalo terang benderang ya disini tempat kita berdiri nih terang" 
lalu dengan terpaksa aku terima lagi senter tersebut, sambil aku tanya "berapa harga sewanya?" "5000/senter" jawabnya ya udah.

Suasana didalam gua
Kamipun masuk kedalam gua dengan dipandu salah seorang dari mereka. Kesan-kesan pas masuk gua, pertama gelap (ya iyalah), dua lembab, tiga agak horor ya cuy (udah lama gak masuk gua), empat takjub. Jadi gua Jepang ini adalah gua buatan yang dibuat pada zaman penjajahan Jepang yang ditujukan untuk tempat persembunyian, yang mengerjakannya adalah orang-orang pribumi yang disebut dengan kerja Romusha. 
Lantai tanah gua
Ada 4 pintu dan beberapa ventilasi udara, ukurannya tidak terlalu panjang hanya sekitar 60M. Dibagian dalam sempat bertemu dengan kelelawar-kelelawar, tapi saat aku berniat menyapa dengan mengarahkan senter ke rumah mereka, eh merekanya kaget dan pada terbang, dan aku gak kalah kagetnya sama mereka, langsung lari kebelakang takut dikejar, padahal mh gak apa-apa, akunya aja yang heboh, parno, wew. Kami ridak terlalu lama di gua Jepang, tidak sampai setengah jam, ya orang gelap sih jadi rada ngeri juga lama-lama. 

Setelah sampai dimulut gua aku langsung inisiatif nanya 
"a jadi berapa semuanya senter sama pemandu? " 
"senternya masing-masing 5000, kalo guidenya Rp. 40.000 teh, kalo mau dianter juga ke gua Belanda jadi Rp.100.000" 
Rada sedikit kaget juga sih, karna dulu pas dijogja biaya tour guide dengan tempat yang lebih luas dan waktu yang lebih lama tidak semahal ini.

"Oh jadi 50 ribu ya a, makasih ya" sembari menyerahkan selembar uang 50ribuan dari dompet dan mengucapkan terimakasih. Dijawablah sama akang-akangnya,
"iya teh 50, kalo mau ditambahin juga gak papa, gak sekalian dianter ke gua Belanda?" dengan muka datar. 
Dengan senyum perdamaian aku jawab lagi, "gak usah a, nanti kita sendiri aja, ini mau foto-foto dulu sebentar" langsung dia menawarkan buat jadi tukang foto, aku iya kan saja biar cepat.

Foto-foto didaerah mulut gua adalah salahsatu hal yang bisa kita lakukan setelah menyusuri gelapnya gua, sekali lagi karena aku agak kurang nyaman berada di gua jadinya gak mau lama-lama juga disitu.

Setelah ini perjalanan jadi sedikit kurang menyenangkan karna kejadian akang-akang tadi jadi agak bad mood. Tapi terobati dengan pemandangan yang meskipun itu-itu aja (baca: pohon lagi, pohon lagi) tapi udaranya sejuk plus ada angin-angin semriwing.

Menuju Gua Belanda yang Tidak Sampai
Niat hati ingin berjalan terus sampai Gua Belanda tapi apa daya ternyata jauh banget cuy, hayati sudah lelah, jarak dari gua jepang ke gua belanda adalah sekitar 700m. Ditambah jalanan menju gua belanda ternyata mulai jelek dan berdebu, kaki udah pegal sekali.
Nemu Plang-nya doang


Jalanan menuju gua belanda

Jadilah kami belok kanan dan menuju sisi lain Hutan yang mengarah ke pintu keluar tapi rutenya berbeda dengan jalanan yang kami lalui saat masuk. Ditengah perjalanan kami menemukan pemandangan langka yaitu ada beberapa monyet yang sedang bergelantungan di pohon, wah-wah ternyata ada binatang juga disini.


Prewedding
Selama perjalanan menyusuri Tahura kami juga melihat ada beberapa pasangan yang sedang melakukan sesi foto prawedding, nah untuk prewed pengunjung dikenakan biaya Rp. 50.000/hari untuk kamera profesional.

Menikmati Kopi Vietnam di Kopi Tahura
Setelah sampai di dekat pintu keluar kami melihat hammock terpasang di pohon pinus, dan sepertinya ada sebuah tempat makan tidak jauh dari situ. Kamipun mampir dan benar saja itu sebuah cafe yang bernama Kopi Tahura " Coffee While Chilling On Hammock"

Kami memesan makan siang di Kopi Tahura berupa ayam rica-rica (25K) dan ayam goreng mentega (25K) untuk minumnya Kopi Vietnam (17K) dan Im Peach (17K). Cukup worth it buat aku, makan siang yang menyenangkan diantara rindangnya pohon pinus, tapi buat aku porsi ayamnya kedikitan, maklum lagi laper pake banget soalnya. Tempat makannya ada indoor dan outdoor dan yang outdoor ada diarea terbuka dan juga diatas panggung, semuanya sama-sama menyenangkan.
Kopi Vietnam

Im Peach


Ayam Goreng Mentega
Ayam Rica-rica





Pegel juga jalan-jalan muterin Tahura, sambil nunggu makanan disajikan kita bisa tidur-tiduran di Hammock yang disediakan di Kopi Tahura. Aku gak berani lama-lama, karna angin disana cepoy-cepoy bikin ngantuk bisa-bisa tidur beneran deh di Hammock. Atau bisa juga fot-foto dengan latar pohon pinus yang berderet rapi di sekitar kopi tahura.


Fasilitas Umum
Untuk fasilitas umum seperti Toilet dan Mushola ada tersedia di Tahura, disepanjang kawasan hutan juga disediakan toilet. Hanya saja kebetulan pas aku ke toilet dan mau wudu dilokasi pintu masuk, aduh airnya tinggal dikit banget. Pas aku tanya sama petugas disana, iya neng kayaknya airnya mati katanya. Dan tanpa ada usaha apa gitu buat ngidupin airnya, ish gemes deh.

Transportasi
Untuk Kendaraan aku pulang pergi pakai mobil online, soalnya repot gak ada kendaraan umum yang khusus ke arah tahura. Ini base on info bapak penjaga tahura ya. 

Diluar beberapa pengalaman yang kurang menyenangkan, mengunjungi tahura adalah salah satu alternatif yang bisa kita ambil kalo lagi bingung mau kemana di Bandung. 

Kalian pernah punya pengalaman main-main ke tahura juga gk, atau mungkin mau rekomendasi tempat lainnya di bandung? 
Boleh tinggalkan komentar nya di bawah ya. 

53 komentar:

  1. Saya pun merasa jadi gemanaa getu karena 5 bulan di Bandung termasuk yang gak kemana-mana,dan rasanya memang ada yang kurang.

    Gak sempat explore secara all out. Hiks:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah enak bgt mba tinggal dibandung, bisa kapan aja kalo mau jalan2. Tp biasanya mlah lebih antusias yg dr luar kota sih.. Hhee

      Hapus
  2. Astaga, tertarik dengan gua jepangnya lho. Ingin coba lantainya tanpa alas kaki.

    HTMnya murah, tapi karena Bandung ya ongkos ke Bandungnya yang mahal.

    Kali lain pas ke sana pasti disempatkan mampir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh dr luar kota ya, semoga nanti bisa berkunjung y k bandung

      Hapus
  3. kira-kira kenapa guanya dinamai jepang yah?
    Kayanya menarik nih prewedding di sini juga *eaaaa
    Senangnya berjalan2 di tempat yang hijauu. Semoga suatu saat bisa ke sana

    BalasHapus
  4. Itu kak karna dlu itu yg nyuruh buat adalah pasukan Jepang, orang kita djadikan romusha buat bikin si gua ini

    BalasHapus
  5. Tempatnya pewe banget ya mba, bisa jadi alternatif liburan nih bareng keluarga. Eh BTW kids friendly kan ya

    BalasHapus
  6. Suasananya enak banget buat ngopi-ngopi cantik niiih

    BalasHapus
  7. Beruntung banget nemuin postingan ini karena memang Jumat ini mau ke Bandung. Btw, itu bener teh jarak dari gua jepang ke gua belanda adalah sekitar 700Km? Jauh aja :)))

    Btw, naik gocar atau uber gampang ya? Aku lg mikir - mikir nih kira - kira ada yg ambil gak ya kalau dari situ huhu

    BalasHapus
  8. aaah yempat maen masa kecilku itu -- TAHURA. Btw, ga sekaliam trekking ke Maribaya mbak? :)

    BalasHapus
  9. Taman Hutan Raya ini kayanya ada di beberapa tempat ya? Soalnya di provinsiku juga ada. Landscapenya gunung, sungai, dan air terjun. Juga ada kolam Belanda. Sama kaya yg di Bandung juga ya, ada tempat histori penjajahan juga ya. Jadi di sini juga ada Tahura.

    BalasHapus
  10. seru juga nih kalau liburan ke Bandung :)

    BalasHapus
  11. Waaaa aku geli pas liat lantai guanyaaaa :D

    BalasHapus
  12. Wah jadi kangen ke Bandung. Pas ke sana dulu juga gak mikir mau jalan kemana, boleh nih kalau mau liburan ke Bandung dimasukin dalam itineary.

    BalasHapus
  13. Bagian gua itu sepertinya kok keren ya buat spot fto..hehe

    BalasHapus
  14. Duuuh beberapa kali bolak balik Bandung, tapi selalu nggak sempet buat ke tahura.
    Biasanya ngedoprak di area masjid raya yang hits itu aja atau sekedar jalan jalan sekitar gedung sate, dago dan braga.

    BalasHapus
  15. Wah Bandung! Selalu jadi kota yang saya rindukan. Kota kedua setelah kota kelahiran yang pengen saya tinggali. Tapi masih belum kesampaian sampe sekarang.

    TAHURA-nya bagus ya. Tapi itu seriusan dari Gua Jepang ke Gua Belandanya 700 km? Luas banget ya tamannya. Udah kaya 1 kabupaten itu luasnya hahaha..
    TAHURA di sini sih belum ada tour guidenya. Mungkin karna ga terlalu luas kaya di Bandung kali ya..

    BalasHapus
  16. Akuuu pernah main2 ke tahura. Tapi cuma sempet naik di hammock warna warni yang bersusun aja. Tujuan sebenernya ke tebing keraton. Tp krn sekalian mgelewatin, ya mampir deh

    BalasHapus
  17. Wah ternyata ada kopi Vietnam juga. Jadi keingat sama kasus kopi vietnam.
    Hehehe.
    Oh iya, semoga kapan2 sempat juga ke goa belanda.

    BalasHapus
  18. Gua Jepangnya sengaja gak dipasangi lampu ya? Err emang ada gua berlampu?! Hahaha

    Aku kalau jalan sendiri, gak pakai guide. Rada gimana gitu dg muka polos Guide yg pengen nambah jasa

    BalasHapus
  19. itu tempatnya oke banget, pasti seru nih bisa maen maen lucu kesini sekalian foto foto dengan pose pose ajaib. sekalian ngajakin temen yang heboh biar makin seruuuuu

    BalasHapus
  20. Wiii, kayaknya Tahura itu keren banget ya tempatnya, duh udah kebayang dinginnya kayak apa itu.

    Btw, itu serius ke Gua Belanda 700 km kak? Itu mau ke Papua apa ke Gua Belanda deh? Wkwkwk. x'D

    BalasHapus
  21. Noted. Lokasinya mayan kece dan ekonomis ya mba. Bisa banget jadi alternatif jalan jalan dan refreshing. Trus spotnya instagramble juga hihihi tetep ya foto foto ga boleh lupa. Nice sharing sist ☺

    BalasHapus
  22. Aku selalu baper kalau baca postingan tentang jalan-jalan, apalagi kalau destinasinya ke tempat yang adem macam Tahura ini. Mupeeeeeng pingin ke sana juga (T-T). Kalau ke sana naik mobil pribadi repot nggak mbak?

    BalasHapus
  23. EEE BUSET ASYIK BANGET SUMPAH AKU MAU AKU MAU! Lengkap banget, ada alamnya, ada bangunan historisnya, makanan juga, apalagi kopi. Kayanya untuk pejalan kaya aku bakal suka banget di sini, sungguh :D

    BalasHapus
  24. makan rame-rame bareng teman di situ asik ya speertinya, aku lihat foto mbak di atas foto makan bareng teman sepertinya bahagia sekali

    BalasHapus
  25. Aku kesini waktu blm bagus begini. Bayar cuma goceng gitu kalau g salah di depan doang. Di dalam cuma jajan tahu isi. Sekarang giliran udh nikah kalau pulang k bandung bawaannya pengin di rumah aja. Macet huhu

    BalasHapus
  26. Mengingatkanku pada hutan kota di BSD hehe.
    Cuma gak ada guanya sih.
    Btw kalau masuk gua emang harus pakai guide ya mbak? Gak boleh masuk sendiri asal bawa senter sendiri gtu?

    BalasHapus
  27. Ternyata jaman dulu seneng banget pwnjjh bikin goa ya... Soalnya di Sumbar juga ada goa jepang, katanya sebuah politik kalo kalah penduduk Indonesia yg bersembunyi... Mau sitbaki disana...#lahngomong sejarah..

    Prewed 50.000 sehari itu kok murah ya...

    BalasHapus
  28. Aiiiiih keceeeeh tahuranyaaa
    Kapan2 ke sana aaah,
    Kukira cuma 10k doang. Ternyata ada tetek bengeknya dari mas2 guide, hrhe, ya maklumlah, cari nafkah untuk menyambung hidup

    Murah banget tuh, cuma 50k untuk Lokasi pemotretan. Aku mauuuu. Eh tapi sama siapa ��

    BalasHapus
  29. Asyik juga berwisata di hutan kota. Adem dan mata jadi segar.

    BalasHapus
  30. Dulu aku pernah kesini, tapi belum sekece ini. Lebih cakep ya.
    Bolehlah nanti ama keluarga neh, sambil mengenang seaeorang disana hehe

    BalasHapus
  31. Halah, jadi ingin ke Bandung dan menyusuri wisata yang ada. Salah satunya Tahura ini. Makasih ya infonya.

    BalasHapus
  32. Perjalanan yang menyenangkan mbak.Banyak kekayaan alam. Jadi pengen kesana euy sekalian ajak keluarga

    BalasHapus
  33. Saya mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H.Juanda bukan lewat Dago Pakar tapi dari arah Maribaya. Asyik sekali jalan-jalan di sana, badan dan pikiran lebih segar menikmati hawa yang adem.

    BalasHapus
  34. aku lewat doang, pengen gowes kesitu

    BalasHapus
  35. mantab nih mba reviuw nya dan patut dicoba kesana ... tiket masuknya murah lagi cuma 12 ribu.. tapi biaya guide nya mahal juga ya mba 40 ribu.. di lawang sewu aja malah seikhlasnya hehehe.. untuk hammock sewa juga gak mba? atau sudah tersedia disana?

    BalasHapus
  36. Kalo dr suasananya adem bener ya disana. Cuma kalo ke goa nya aku yg penakut ini kayanya serem yak. Hehehe

    BalasHapus
  37. wah ada ini bisa jadi salah satu destinasi nih klo lagi kebandung.

    BalasHapus
  38. Baru tau saya ternyata dibanding ada wisata alam yang bagus banget apalagi buat anak yang instagramable pastinya bakalan kesini buat mengambil foto yang bagus untuk stock DP atau foto galery di akun instagramnya masing masing jadi pingin kesaya uy

    BalasHapus
  39. What!!!??? Seporsi mie instan + telor senilai sepuluh ribu rupiah? Kayaknya melebihi di Jakarta yg cuma 7 rb.

    BalasHapus
  40. Sedap banget makanannya, sehabis lelah berjalan pasti perut lapar dan makan pun jd lahap.. Btw, aku mendadak merinding lihat lantai guanya :/

    BalasHapus
  41. memang teh akang akang seperti itu buanyaak banget di tempat wisata. Bikin bad mood minta ampun

    Pernah ke curug lalay waktu itu disuruh parkir ditempatnya. saya engga mau waktu itu parkir ditempatnya karena memang motor masih bisa jalan kedalem eh dia malah marah marah. meskipun kita abaikan omongannya waktu itu ternyata di dalam memang ada tempat parkir yang lebih dekat

    BalasHapus
  42. Ehhee...kalo bukan orang Dago memang suka gak paham...
    Air di daerah sini memang langka, Mudrikah...
    Keluarnya air hanya di jam-jam tertentu dan sepertinya digilir.

    Tapi mestinya kalau daerah wisata mah...harusnya punya penampungan sendiri.
    Tapi karena di sini wisatanya dikelola sama pemerintah...emm, you know laah...jadi agak lamban penanganan infra strukturnya.


    ((Rumahku dari Tahura kira-kira 10 menit, Mudrikah...Dago tengah, dan masalah air ini memang bikin warga Dago senewen. Padahal musim hujan yaa...tapi kalo uda susah air...naudzubillahimin dzaliik....pernah kami sampai demo ke pemkot))

    BalasHapus
  43. Aaaiiihh kopinya menggoda. Udah bayangin, udara sejuk dengan secangkir kopi panas

    BalasHapus
  44. Wah jd mau kesana juga kebetulan suka ke bandung sekeluarga kalo long weekend. Terima kasih infonya mba,,,

    BalasHapus
  45. Si aa guide bisa aja ih. Ningali mojang geulis polos (kaya sup buatan kamu) langsung narik biaya mahal.
    Aku dua kali ke Tahura enggak pernah pake guide, Siti. Yang pertama sama sepupu, bertiga cewek-cewek popotoan. Yang kedua sama suami, sama sepupu dan keluarganya, jalan terus sampai Goa Belanda. Enggak ada tuh guide-guide'an. Paling pas naiknya ponakan minta naik kuda.

    BalasHapus
  46. Tfs! jadi tau kalau mau ke Tahura sedia senter dan ga perlu pakai tour guide :)

    BalasHapus
  47. oooo ini.. temenku bawa anak juga baru kemari. anak kecil friendly ga ya buat anakku yang gak bisa diem. pengen ihh santai di hammock ala ala bule gitu. lol.
    ok, wajib dicoba pankapan nih.

    btw, biaya guide turis skrg emang mahal mahal amat yahhhh. huh!

    BalasHapus
  48. wehh, di tahura ada tempat makan juga ya? hehe. keren banget deh

    BalasHapus
  49. seru juga ya liburan ke taman hutan raya bandung, banyak tempat menarik yang bisa kita kunjungi apalagi pas masuk ke gua jepang, sensasinya itu loh.. :)

    BalasHapus
  50. Waa.. Asik ni.. Ada tpt alam terbuka dgn udara sejuk, banyak pohon di bdg, pengen ngajak anak2 kesini.. Tempatnya asik jg walopun ada para akang sempat ada yg komersil bgt yaa.. Kesempatan bgt tu mrk u cari duit.. Hehe

    BalasHapus
  51. Belum pernah kemarii, tapi indomi pake telornya kok enakkk wekekek

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES