11.23.2017

Mahar DiHari Yang Tepat

Jujur saat Enchanting Ladies menentukan tulisan minggu ini dengan tema "Mahar" aku masih belum terfikir mau nulis apa, lha wong aku belum pernah bahas masalah ini baik dengan orangtua ataupun teman. Pernah sih aku nanya masalah Mahar atau Mas Kawin sama temen yang udah nikah, tapi sayang jawabannya gak menjawab pertanyaan dalam benak aku.


Aku sedikit cerita dulu ya tentang hal teraneh yang pernah aku pikirkan tentang pernikahan, pernah saat aku menyukai seorang laki-laki yang gak cuma sehari-dua hari, sebulan-dua bulan tapi ternyata setelah beberapa tahun tidak bertemu perasaan itu masih sama, sampai rasanya aku kehilangan akal sehat saat memikirkannya.

Ditengah-tengah perasaan itu berkecamuk, sampai sempat terfikir jika laki-laki itu bersedia menikah denganku, aku gak akan meminta apapun darinya, tak perlu ada barang-barag hantaran yang segambreng itu, tidak perlu ada pesta gak papah nikah di KUA aja, mas kawinpun gak usah neko-neko, masalah nanti keluargaku keberatan aku yang akan pasang badan buat jelasin ke mereka. Dan semua itu jauh sekali dari impian pernikahan yang selalu aku bayangkan. Tapi sayang cerita ini bukan cerita indah yang berakhir bahagia, cerita ini adalah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, dan harus berakhir dengan mengikhlaskan kita belum berjodoh.
Rasa-rasanya saat membahas tentang pernikahan akan banyak sekali Pro dan Kontra yang sepertinya membuat pernikahan itu seolah berat atau memberatkan, padahal dalam agama yang aku anut yaitu agama islam pernikahan dibuat sesimple mungkin dan tidak memberatkan kedua belah pihak.

Mahar atau mas kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan.

Dalam Rukun Nikah disebutkan ada 5 hal yang menjadi hal utama :
1. Calon Pengantin Laki-laki
2. Calon Pengantin Perempuan
3. Wali Nikah
4. Dua Orang Saksi
5. Ijab Qobul

Baca Juga : Mahar Impian

Nah saat mengucapkan Ijab Qobul inilah si Mahar atau Mas Kawin disebutkan, fungsinya sebagai syarat sah nikah. Kembali lagi ke masalah mahar, kalau ditanya aku mau mahar apa jujur aku belum bisa menentukan. Disetiap daerah ternyata punya kebiasaan dan adat yang berbeda-beda masalah mahar ada yang mengkotak-kotakan mahar berdasarkan tingkatan pendidikan si calon pengantin wanita, ada juga yang menentukan berdasarkan status sosial keluarga. Tapi rasanya aku kurang setuju saat status sosial dijadikan tolak ukur penentu nilai Mahar. Kalau nurutin pengennya sih ya sebesar-besarnya, tapi balik lagi jangan sampai gara-gara mahar malah jadi huru-hara dikedua keluarga calon pengantin.

Oke kita tinggalkan kebiasaan atau adat diluaram sana tentang mahar, aku akan mulai membahas si mahar ini untuk pribadi. Saat ini memang belum ada laki-laki yang bisa aku ajak diskusi mengenai mahar, pun untuk aku ajak bicara mengenai masa depan. Menurut aku saat nanti sudah bertemu dengan laki-laki yang tepat dalam artian kita menemukan kecocokan dalam berbagai ketidakcocokan kita, yang benar-benar mau berkomitmen menjalani masa depannya nanti bersama wanita biasa-biasa saja ini, barulah masalah mahar ini bisa kita bahas dari hati-kehati.

Baca Juga : Mahar ?

Aku tidak akan mengatur jenis mahar nanti apakah harus berupa uang tunai, emas, rumah, tanah, atau seperangkat alat solat. Aku pribadi tidak akan menuntut sesuatu yang diluar batas kemampuan calon suami dan keluarga, ya kalau dia mampunya memberi uang tunai ya aku terima, kalau mau ditambahin emas boleh juga, barangkali mau ngasih mahar yang kekinian seperi lembaran saham syariah juga boleh, atau dari keluarga calon suami maksa mau ngasih rumah dan mobil, ya demi kesopanan pasti aku terima, masih aku tolak.

Aku juga berprasangka baik bahwa nanti siapapun yang  menjadi calon suamiku pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk aku sebagai calon istrinya, dia pasti akan memberikan mahar yang pantas sebagai bukti keseriusannya. Dan kalaupun nilai itu tidak lah besar pasti itu bukan karna dia tidak menghargai calon istrinya tetapi pasti ada alasan yang kuat, dan aku yakin mahar ini bukanlah tolak ukur untuk mengetahui seberapa besar cinta dan kasih sayang seorang calon suami.

Baca Juga : Mahar

Aku tau setiap orang pasti punya pernikahan impian, itu hal yang wajar karna ini adalah momen berharga yang setiap orang pasti berharap hanya terjadi sekali seumur hidup dan untuk selamanya. Tapi jangan sampai karna alasan itu kita jadi melupakan hakikat dari pernikahan itu sendiri, jangan sampai karna masalah mahar yang tidak sesuai niat baik  untuk menghalalkan hubungan jadi terhalang. Semoga bagi yang belum berkeluarga di beri kemudahan untuk segera membina keluarga, dan ayng sudah berkeluarga semoga diberikan kebahagiaan dalam rumahtangganya. Aamiin.

Curhatan aku cukup segini aja yaa, udah mulai baper nih ngomongin Mahar, takut bertambah mellow.

19 komentar:

  1. ������

    Semoga laki-laki atau si calon jodoh mampir ke sini ya, baca ini, tentang pemikiran teh mude perihal mahar yang galau2 pasrah deh, tapi ya harus memuliakan lah yaaa maharnyaa ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga doa ini balik ke kak Ros ya Allah, karena sebenernya beliau yang bertanggung jawab /.\

      Aku juga berprasangka baik bahwa nanti siapapun yang menjadi calon suamiku pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk aku sebagai calon istrinya, dia pasti akan memberikan mahar yang pantas sebagai bukti keseriusannya <- aku like dan setuju sama ini xD

      Hapus
  2. Kamu mellow banget, kebaca dari banyaknya typo. Hickss... yuk hilangkan kebaperan dengan sushi.

    BalasHapus
  3. Dari semua postingan di grup kita, postingannya mude sungguh membuat hati kiyut gini.. Semoga diberikan jodoh yang terbaik ya buat mude, aku, rhos, dan zahra. Kalau teh dian nawarin sushi, aku nawarin duren nih mude

    BalasHapus
  4. Ngomongin mahar bikin gue bingung.. sudah lama dulu dan yg urus istri malah. eniwei smoga segera ya. hehe..

    BalasHapus
  5. Semoga kelak maharnya bisa membuat haru ya, ya intinya yang sederhana saja tapi membahagiakan hihi. Berdoa dan percayakan saja pada Allah. Punten mbak itu masih banyak typo bener kata teh Dian, bisa ditinjau lagi mbak hehe.

    BalasHapus
  6. aduh mahar, teringat sekarangn banyak wanita yang minta mahar tinggi. kasihan kaum adam yang sudah kepengen nikah tapi kantong belum cukup tebal, semoga banyak yang berpikiran sama dengan mbak mudrikah kah, ga matok begitu

    BalasHapus
  7. memang betul setiap daeah punya adat kebiasaan yang berbeda tentang mahar, walaupun zaman sekarang sudah mulai bergeser bentuknya, jadi inget dulu pas nikah nggak minta mahar macam-macam, hehehe..

    BalasHapus
  8. Aku dulu minta mahar yg gampang aja, kalung dan Al Quran.
    Jd semacam simbol, kalau kalung kan dari emas artinya menunjukkan penghargaan si cowok ke istri. Trus Al Quran supaya inget biar ngaji belajar agama bareng2 hehe.
    Jd kalau bingung2 usahakan yg punya arti spesial buat mbak gtu :D

    BalasHapus
  9. Dulu...Saya termasuk calon mempelai wanita yang gak pernah minta mahar. Apapun yang diberikan calon suami saya, akan saya terima dengan senang hati.
    Alhamdulillah dapat suami dan keluarganya yang baik.

    BalasHapus
  10. Aku taunya mahar yang di film laskar pelangi, Sit. Wkwkwkwkwkkw eh kok jadi ngaco begini sih komennya :p

    BalasHapus
  11. Mshar itu sama ngga sih dengan uang asap? Jaman sekarang terkadang calonnya biasa aja tapi yang heboh justru kiri kanannya. Cowok harus siap dengan kekuatannya menyiapkan diri sebaek mungkin

    BalasHapus
  12. Untungnya di Jawa kebanyakn mahar masih umum dan normal. Kalau luar pulau, ada kan mahar yg berdasarkan pendidikan. Mintanya jut2 sampe bikin pala puyeng. Di India, mas kawin malah perempuan yg ngasih, dududu

    BalasHapus
  13. Waduh. Terkadang susah sih bagi cowoj menentukan mau ngasih mahar apa buat cewek. Tapi, dalam pandanganku, aku lebih memilih menberi mahar sedikit namun ketika menikah, aku akan berusaha sebanyak mungkin untuk membahagiakan istri kelak. Amin. Semoga dapat istri yang baik kelak deh aku.

    BalasHapus
  14. Duh perihal mahar pun terkadang bisa jadi obrolan yg menyenangkan ketika diobrolkan dengan kekasih, dia paa ditanya mimpinya mau dikasih mahar apa eh dianya mesem mesem cengar cengir doang 😂😂 untung dianya belum meminta untuk segera diberi mahar X)

    Kalau soal mahar, menurut saya sih lebih baik sesuaikan dengan kemampuan pribadi si laki laki saja, toh juga nantinya untuk pernikahan merka berdua

    BalasHapus
  15. Ada seorang ustadz yang pernah menasihatkan pada lelaki untuk memberi mahar sebesar2nya yang dia mampu untuk calon istrinya. Karena mahar itu berkah. Misalnya kemudian dipakai lagi untuk usaha in syaa Allah mendatangkan kebaikan.

    BalasHapus
  16. Sepakat. Setiap calon suami pastilah mengusahakan mahar terbaik untuk calon istri yang di cintainya..dan terimakasih utk doanya di akhit blog.. Aamiin

    BalasHapus
  17. Habis baca ini pengen doa Siti akan dikasih calon suami yang baikk. Aminnn

    Yes jadi baperr deh

    BalasHapus
  18. aq dlu juga ga minta mahar apapun, tapi dikasih perhiasan emas.eh atau al quran ya, ada pembeda to mahar sama seserahan?

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES