12.07.2017

Kisah Lama Tentang Cinta Yang Tak Lekang Oleh Masa

Cinta, satu kata yang mempunyai berjuta makna. Cinta, sebuah perasaan yang pasti pernah di rasakan oleh setiap makhluk hidup di dunia ini. Cinta, bisa menjadi sebuah anugrah bagi yang merasakannya tapi bisa juga menjadi sebuah cobaan apabila kit tidak menempatkannya dengan bijak.

Kali ini aku menulis tentang cinta bukan karena aku sedang jatuh cinta atau pun patah hati. Rasanya menuliskan mengenai perasaan adalah sebuah hal yang tabu bagiku saat ini, aku berharap nanti ada saat yang tepat untuk aku berbicara cinta dan perasaan mengikhlaskan.

Tulisan kali ini di sponsori oleh Tema Mingguan Enchanting Ladies yang kali ini mengangkat tema " Kisah Cinta Yang Paling Berkesan". Saat pertama baca info ini jujur pikiranku langsung terurai pada cerita-cerita lama, seolah otakku refleks mengingat mana kisah cinta yang paling berkesan yang pernah aku alami. Lama sekali, sampai aku bosan sendiri mengingatnya.

Sampai pada detik dimana aku sadar, hei itu memang benar kisah cinta, tapi apakah benar itu berkesan? Senyum perdamainpun merekah, dan batinku berkata "mereka sudah jadi suami dari perempuan lain" dan aku yakin dengan diriku sendiri aku baik-baik saja dengan kenyataan tersebut.

Jadi aku harus cerita apa tentang Kisah Cinta yang Paling Berkesan?? Apa aku harus mengutuk diri sendiri karna alam bawah sadarku menolak semua ingatan itu. Pikiranku sempit banget ya, memandang suatu hal hanya dari satu sudut pandang saja. 

Baiklah akan aku ceritakan satu kisah yang terlambat aku sadari. Saat itu tanggal 2 Mei 2004 saat pasukan pengibar bendera telah selesai menyelesaikan tugasnya mengibarkan bendera merah putih di hari Pendidikan Nasional, mereka berkumpul di aula kantor kecamatan menunggu sampai upacara selesai.

Tidak lama ada yang memanggil namaku dan bilang ada yang nyari didepan, aku yang saat itu menjadi bagian pasukan 17 saat SMP langsung menuju keluar menemui orang yang dimaksud. Saat aku keluar aku lihat seorang ibu-ibu dengan pakaian khasnya yaitu kebaya dan kain lilit sedang berdiri menungguku, ternyata itu adalah nenekku, yang aku panggil dengan sebutan Emak Ndut karena badannya yang gemuk.

Ahh aku senang sekali mendapatkan kunjungan tidak terduga, entahlah nenekku ini tau darimana aku ada disini. Tanpa banyak basa-basi aku langsung dikasih uang buat jajan dan beliau berpesan tidak bisa lama-lama, takutnya mengganggu acara. Nenekku juga ini terbilang sering datang mengunjungiku dirumah, terutama saat musim panen padi tiba beliau pasti datang untuk membantu kedua orangtuaku.

Saat beliau datang pasti membawa banyak makanan, ada roti, jajanan pasar, juga sayur-sayuran dan lain-lain. Dan yang pasti Saat bertemu dengan cucu-cucunya pasti aku sama adikku dikasih uang  jajan, walaupun bilangnya gak punya uang tapi seribu-dua ribu pasti dikasih. Kebiasaan itu pastinya membuat aku senang dan membuat beliau jadi nenek kesayangan, meskipun ya kadang aku sebel kalo tidur nenekku suka ngorok, apalagi tubuhnya kan gemuk.

Sampai disini jangan bosan dulu ya dengan ceritaku, aku sedang berusaha membangu chemistry di cerita ini.

Entahlah tepatnya kapan aku menyadari suatu hal yang selama ini tidak pernah terlintas dipikiranku. Aku hanya tau bahwa nenekku pasti ngasih uang jajan saat bertemu, tapi aku tidak pernah berpikir beliau dapat uang dari mana selama ini.

Karna aku baru sadar bahwa beliau selama ini hidup sendiri tanpa suami, ya kakekku sudah meninggal, beliau meninggal karna penyakit tumor, saat usiaku sekitar 5 tahun, aku tidak terlalu ingat yang pasti saat itu aku belum masuk sekolah.

Nenekku bukanlah orang kaya, setauku beliau tidak punya harta benda yang berharga selain rumah yang ditempatinya saat ini. Jik aku hitung  kakek meninggal sekitar tahun 1995 dan sekarang sudah 2017, berarti kurang lebih nenekku hidup sendiri selama 21 tahun. Saat menyadari kenyataan ini rasanya aku ingin memeluk nenekku dan meminta maaf telah menjadi cucu yang tidak peka.

Aku sendiri tidak tahu kenapa selama ini nenekku tidak menikah lagi, dan aku juga tidak berani bertanya. Kenanganku dengan Pa Aki juga tidak terlalu banyak mungkin karena masih terlalu kecil untuk mengingat kenangan bersama beliau. Tapi dari cerita mamah, bibi dan nenekku beliau adalah orang yang sangat baik, rajin beribadah dan sayang pada keluarga.

Pernah suatu ketika saat aku main kerumah nenek, beliau berkata "Bapak gak bisa merasakan saat Cucu-cucunya sudah dewasa dan sudah pada kerja" mungkin beliau sedang ingat dengan alm suaminya. 

Saat mendengar cerita Pak Habibie dan Ibu Ainun atau melihat filmnya kita pasti sangat tersentuh dan benar-benar melihat bukti dari ucapan sampai maut memisahkan. 

Aku sendiri tidak pernah berpikir bahwa kisah ini ada disekitarku, bahkan sangat dekat. Dan sekarang nenekku sudah semakin sepuh, beliau sering sakit-sakitan setahun terakhir ini. Saat ini nenek tinggal bersama bibi, adik mamah yang paling kecil. Melihat beliau yang sudah renta benar-benar membuatku sedih, apalagi saat ingat bahwa selama ini beliau berjuang hidup tanpa ada suami sebagai kepala keluarga. Tapi aku yakin nenek ikhlas menjalani kehidupannya. Aku selalu berdoa agar beliau diberi kekuatan serta kesabaran ditengah sakitnya, dan semoga sakitnya menjadi pelebur segala dosa-dosanya selama ini.

Ini memang bukan kisah fenomenal atau special tapi menurut aku keteguhan seorang wanita untuk bertahan dan berjuang hidup sendirian tanpa pasangan adalah suatu hal yang luar biasa. Tanpa merepotkan anak-anak dan keluarga lainnya, beliau bisa melanjutkan hidup sampai usia melemahkan fisiknya. Dan dia adalah nenekku, nenek yang paling aku sayang. 

Cukup sekian ya cerita tentang Kisah Cinta Paling berkesan buat aku, diakhir tulisan aku tetap minta didoakan agar bisa punya kisah cinta yang berkesan dan bahagia. Juga minta doa buat nenekku yang sedang sakit agar diberikan kesembuhan oleh Alloh SWT.

Baca Juga :
Pipit :  kisah cinta berkesan
Teh Dian : it takes two to tango
Zahra : sepeda motor kenangan dan lelaki tercinta 
Rhos : catatan terakhir tentangnya

3 komentar:

  1. Aku kok salah fokus ya, Mud. Aku terpaku pada tahun 2004 dan kamu yang masih SMP. Pada saat itu aku baru-barunya berumah tangga. Astaga, sejauh itukah perbedaan usia kita?!
    Ah, membaca tulisanmu ini membuat aku rindu pada Mamih, panggilan aku untuk nenek dari mama. Semoga minggu depan aku jadi pulang ke Bandung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya lumayan juga perbedaan usia kita,tp usia gak menghalangi orang buat berteman ya kan.

      Hapus
  2. Terharu bacanya.. :) .sebesar itu memang cinta nenek ke cucunya yaaa.. Mama papaku pun, sering nanyain cucu2nya. Krn jauh aja makanya mereka ga bisa sering2 ketemu. Tp sekalinya ketemu, udh pasti semuanya dimanjain dan slalu diajak main. :) .. Semoga nenekmu cepet sembuh ya mba.. Diberi yg terbaik ama Allah.

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar yang positif yaa.. Jangan ragu untuk memberi saran dan tanggapan positif, untuk curhat pengalaman juga boleh feel free selama masih sopan
Salam hangat dari Mojang Ciamis

COPYRIGHT © 2017 · MUDRIKAH STORIES | THEME BY RUMAH ES