Women Talks

UKM Asli Indonesia Siap Go Internasional bersama Blanja.com

Saat berkunjung ke suatu daerah rasanya tidak lengkap apabila kita tidak mengunjungi sentra oleh-oleh, atau tempat kerajinan khas daerah tersebut. Seperti saat aku berkunjung ke kota Malang beruntung pak supir yang kami sewa selama disana mengantar kami ke sebuah sentra oleh-oleh yang didalamnya terdapat produk-produk kerajinan asli Malang. Di toko tersebut menjual pernak-pernik karya UKM Asli Indonesia yang pastinya kualitasnya tidak kalah dengan produk-produk buatan luar negeri. Untuk saat ini pemerintah melalui kementrian Koperasi dan UKM pun sangat mendukung program kemajuan UKM Indonesia, sebagai salah satu bentuk usaha dengan target Indonesia menjadi negara maju.

kain tenun ukm asli indonesia

Telkom Craft Indonesia 2018 “Local Heroes To Global Champion”

Jakarta, 22-25 Maret 2018 bertepat di Jakarta Convention Center Hall A dan B Telkom Indonesia menggelar sebuah acara yang tahunan yaitu Telkom Craft Indonesia 2018. Acara yang mengusung tema ” Local Heroes To Global Champion” adalah salah satu bentuk dukungan Telkom Indonesia pada program BUMN Hadir untuk Negeri, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan guna mendorong terwujudnya tekad pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Produk-produk yang ditampilkan adalah produk hasil karya UKM Indonesia dari berbagai daerah dengan keberagaman kreatifitas didalamnya. Acara yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini mengangkat keunikan Tenun Nusantara yang disuguhkan bersama ragam produk khas nusantara lainnya.
Para peserta di Telkom Craft Indonesia 2018 ini adalah para pemilik UKM dari program Rumah Kreatif BUMN salah satunya binaan Telkom Indonesia yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu Fashion, Craft dan Food. Telkom juga bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya E-commerce Blanja.com, Telkomsel, serta Bank Mandiri dalam rangka menciptakan digital transaction experience untuk para konsumen yang membeli produk di Telkom Craft Indonesia.
Saat aku memasuki area pameran mataku langsung di suguhkan pemandangan yang sungguh menakjubkan, berbagai jenis kain nusantara terpasang rapi di area depan pameran. Ada kain songket, ulos, tenun dan berbagai jenis kain lainnya yang bahkan aku tidak tahu namanya. Setelah berada di Hall A aku tambah takjub saat melihat deretan kain batik dengan berbagai motif yang menawan, serta kerajinan tangan yang unik mencerminkan pesona nusantara Indonesia dengan ke- Bhineka Tunggal Ika-annya.
Di acara Telkom Craft Indonesia, selain kita bisa berburu produk yang dijual di booth-booth Telkom Craft, kita juga bisa mengikuti Talkshow serta ada hiburan berupa tari-tarian daerah yang ditampilkan di panggung utama. Saat aku berkunjung ke Telkom Craft sedang diadakan Talkshow dengan pembicara Bpk Aulia Ersyah Marinto CEO Blanja.com, Yuka pemilik Brand sepatu lokal Brodo dari Bandung dan juga Mas Mame pemilik brand tas lokal Salawase dari Solo. Para pemilik brand produk lokal ini bercerita mengenai jatuh bangun membangun usaha dari Nol, tentang penjualan secara online dan offline dan juga tentang rencana mengembangkan usaha kedepannya.

Bpk Aulia sebagai CEO Blanja.com menjelaskan bahwa Blanja.com selama kurang lebih 3 tahun concern untuk ikut serta mendukung perkembangan usaha kecil menengah di Indonesia, Blanja.com sangat terbuka bagi UKM yang ingin memasarkan produknya secara online melalui flatform Blanja.com, hal ini pastinya sangat membantu untuk mempromosikan hasil karya daerah agar lebih dikenal oleh para konsumen.

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Pengrajin Baduy Craft

Siang itu dua orang laki-laki menggunakan baju hitam, salah satunya menggunakan baju tradisional Baduy sedang berjaga di depan Stand Baduy Craft, aku dan teman kemudian menghampiri Stand Baduy Craft dan melihat motif-motif cantik hasil tenun warga baduy. Kamipun sempat ngobrol dengan Kang Narman pemilik dari Brand Baduy Craft, Kang Narman cerita bahwa Baduy Craft adalah usaha yang dirintis oleh Sang Kakek Narisa dan dilanjutkan oleh Kang Narman hingga sekarang.

ukm asli indonesia baduy craft

Semua model dan motif dari Baduy Craft di design langsung oleh kang narman, yang nantinya dikerjakan oleh bukibuk atau anak perempuan di baduy, bisa costumize lhoh warna dan motifnya.
“Semua kain dan kerajinan tangan ini hasil karya warga baduy, hasil penjualannya bisa membantu perekonomian warga” cerita Kang Narwan. 
Saat ditanya mengenai penjualan Baduy Craft, Kang Narman cerita bahwa produk baduy Craft dijual juga secara Online, aku sedikit bertanya-tanya bagaimana caranya beliau ini memproses permintaan pembelian secara online karna setau aku di kawasan baduy ini tidak diperbolehkan menggunakan alat-alat yang berbau tekhnologii modern. Kang Narman cerita bahwa beliau tetap memegang aturan yang di anut oleh masyarakat baduy, sehingga saat akan mengakses info mengenai transaksi baduy craft atau lainnya beliau pergi terlebih dahulu ke daerah yang bisa mengakses signal provider dan jaringan internet.
Dengan keterbatasan akses listrik, internet dan media gadget lainnya Kang Narman tetap berusaha untuk mengembangkan usaha Baduy Craft ini agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, salah satunya dengan mengikuti program binaan UKM dari Telkom, dan ikut serta dalam pameran Telkom Craft Indonesia 2018.

Jelajahi Produk UKM Asli Indonesia di Blanja.com

Seperti yang sudah aku infokan sebelumnya bahwa Telkom Indonesia bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mensukseskan acara Telkom Craft Indonesia 2018, salah satunya dengan pihak Blanja.com. Blanja.com adalah salah satu flatform e-commerce yang concern dalam membantu memajukan perkembangan UKM Indonesia, bahkan Blanja.com menyediakan satu halaman khusus dengan nama Menu Asli Indonesia yang berisi produk-produk hasil karya UKM Indonesia.
Menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8% dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta. Untuk menumbuhkan jumlah pelaku UMKM yang berselancar di dunia maya, Kemenkop UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan para pelaku e-commerce menggagas program bertajuk 8 Juta UMKM Go Online.

Untuk saat ini memang tuntutan kebutuhan generasi milenial, hampir semua aspek kehidupan sudah terdigitalisasi, sehingga para pemegang UKM pun harus mulai melebarkan sayap dengan menggunakan promosi Media Online. Semoga geliat UKM Indonesia semakin berkembang dan bisa meningkatkan Perekonomian Indonesia.

Sumber: 
https://www.cnnindonesia.com
https://www.beritasatu.com

Salam

16 Comments

  1. zefy 13 April 2018
  2. ruziana ina 13 April 2018
  3. Lendy Kurnia Reny 14 April 2018
  4. Ali Muakhir 14 April 2018
  5. Hai Ulya 14 April 2018
  6. Dikki Cantona Putra 14 April 2018
  7. Widi Utami 14 April 2018
  8. Nurul Fitri Fatkhani 14 April 2018
  9. Diah Kusumastuti 14 April 2018
  10. Tomi Purba 14 April 2018
  11. April Hamsa 14 April 2018
  12. Ilham Bachtiar 14 April 2018
  13. Tukang Jalan jajan 14 April 2018
  14. Sally Fauzi 14 April 2018
  15. Hilman Mulya Nugraha 14 April 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram