Life Style

Sudah Raih Box Office, Gundala Berpotensi Jadi Film Indonesia Paling Laris 2019

Indonesia akhirnya merilis film pahlawan super yang sebelumnya hanya dinikmati dalam bentuk komik. Ya, film itu adalah Gundala yang tayang di bioskop sejak 29 Agustus 2019 lalu. Di minggu pertamanya, film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini berhasil meraih gelar box office. Yakni istilah untuk film yang meraih penghasilan melebihi biaya produksi di minggu pertama penayangan. Dengan ini, Gundala diperkirakan berpeluang menyusul film-film Indonesia sukses lainnya yang berada dalam deretan film Indonesia paling laris 2019.

Ini dia alasan wajib nonton film gundala :

Film Asli Indonesia

Jika beberapa film sukses juga mendapat campur tangan dari pihak asing (misalnya film The Raid yang disutradari sutradara asing), film Gundala bisa justru merupakan produksi asli Indonesia. Tidak hanya talent kru film atau para aktor dan aktris, namun juga rumah produksi asli Indonesia yakni Screenplay Films dan Legacy Pictures. Sedangkan pemilik hak cipta Gundala adalah Bumilangit Studios.

Gundala sebelumnya dibuat oleh Harya Suraminata pada tahun 1969 dalam bentuk komik yang banyak dinikmati pembacanya saat itu. Sehingga memang cukup populer. Di film, karakter Gundala diperankan oleh aktor Abimana Aryasatya. Dengan keseluruhan proses produksi yang melibatkan 1.800 pemain dan kru lokal, maka sudah sewajarnya banyak orang yang menonton dan turut mengapresiasi film yang satu ini.

Gunakan Teknologi Mutakhir

Setelah proses syuting selesai, hal yang terberat selanjutnya adalah bagian pascaproduksi yang membutuhkan proses editing dan penambahan efek dengan teknologi CGI. Menurut Joko Anwar, pengerjaan ini melibatkan 10 vendor lokal dan 1 vendor luar negeri. Yang menambah istimewa, film ini juga menggunakan teknologi Dolby Atmos sebagai tata suara. Meskipun begitu, Joko Anwar menegaskan bahwa biaya produksi tidak seperti yang digembar-gemborkan masyarakat, yang dikatakan mencapai Rp 70 miliar. Diperkirakan oleh banyak pihak, biaya produksi Gundala sebesar Rp 30 miliar-an.

Baca juga: 5 Film yang Wajib Ditonton Kalau Ingin Kaya

Raih 1 Juta Penonton di Minggu Pertama

Di hari ketujuh penayangannya, akun Instagram film Gundala merilis pernyataan bahwa film itu sudah meraih 1 juta penonton. Jika biaya produksi sebesar Rp 30 miliar, maka benar adanya film ini sudah layak diberi gelar box office dan meraih keuntungan. Semangat penonton untuk segera datang ke bioskop memang begitu besar. Terlebih saat dinyatakan bahwa Gundala bukanlah satu-satunya film pahlawan super Indonesia. Ya, akan ada seri lanjutan dengan beberapa pahlawan super lainnya yang tergabung dalam Bumi Langit Cinematic Universe. Konsep rangkaian film dengan tema pahlawan super ini mirip seperti yang dilakukan Marvel di Hollywood.

Jumlah Penonton Berpeluang Bertambah

Dengan kesuksesan yang diraih dalam sepekan ke belakang itu, maka bukan tidak mungkin jika Gundala bisa berpeluang masuk ke urutan film Indonesia paling laris, khususnya di tahun ini. Sebelumnya, sudah ada film-film laris seperti Dilan 1991 (5,2 juta penonton), My Stupid Boss 2 (3 juta penonton), Dua Garis Biru (2 juta penonton), Keluarga Cemara (1,7 penonton), dan lainnya. Kesuksesan itu mampu meraup keuntungan besar karena jumlah penonton yang banyak di tahun 2019.

Gundala sebagai film pahlawan super pertama Indonesia harusnya mampu mendapatkan lebih banyak penonton dan meraih gelar film Indonesia paling laris. Setidaknya dalam kurun waktu penayangan di bioskop yakni 1 bulan hingga 2 bulan.

Industri perfilman tanah air memang semakin bagus saja perkembangannya. Ada 10 film Indonesia paling laris yang bisa anda ketahui informasinya di link artikel berikut ini:

https://www.cekaja.com/info/ini-10-film-indonesia-paling-laris-kamu-sudah-nonton/

One Response

  1. Rahman Kamal 18 September 2019

Leave a Reply

Follow Me on Instagram