Anak Didik Lapas Pria Tangerang Bergembira Bersama Prudential

Anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Alloh SWT bagi para orangtua, kehadirannya  biasanya sangat dinanti-nanti bagi pasangan yang sudah menikah. Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dan perawatan yang baik agar kelak bisa menjadi generasi yang  baik, termasuk mendapatkan pendidikan yang layak. Tetapi terkadang lingkungan dan kondisi seseorang tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang anak harus kehilangan masa-masa kecilnya karna satu dan lain hal. Dan terkadang pola asuh yang tidak sesuai atau pengaruh buruk dari lingkungan membuat anak-anak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan usianya.
Kita mungkin sudah sering mendengar berita mengenai kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak dibawah usia 17 tahun, seperti pencurian, pemerkosaan bahkan sampai kasus pembunuhan. Dalam kasus-kasus seperti ini kita tidak bisa menyalahkan satu pihak saja, harus benar-benar di selidiki apa yang menjadi penyebab dari terjadinya kasus tersebut. 
Apabila kasus kejahatan yang tidak diinginkan itu terlanjur terjadi mau tidak mau sang pelaku yang notabene adalah anak dibawah umur tetap harus di proses oleh pihak yang berwajib tetapi dengan penanganan yang sedikit berbeda dari pelaku kejahatan orang dewasa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk pelaku kejahatan anak-anak:
1. Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. 
Diversi dilakukan dengan alasan untuk memberikan suatu kesempatan kepada pelanggar hukum agar menjadi orang yang baik kembali melalui jalur non formal dengan melibatkan sumber daya masyarakat. Diversi berupaya memberikan keadilan kepada kasus anak yang telah terlanjur melakukan tindak pidana sampai kepada aparat penegak hukum sebagai pihak penegak hukum.
Proses diversi dilakukan melalui musyawarah dgn melibatkan anak dan orang tua/walinya, korban dan/atau orang tua/walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional berdasarkan pendekatan Keadilan Restoratif.
2. Restorative Justice
Restorative justice adalah suatu proses ketika semua pihak yang berhubungan dengan tindak  pidana tertentu, duduk bersama-sama untuk memecahkan masalah dan memikirkan bagaimana mengatasi akibat dimasa mendatang. Dalam hal ini disyaratkan adanya keseimbangan fokus perhatian antara kepentingan pelaku dan korban serta memperhitungkan pula dampak penyelesaian perkara pidana tersebut dalam masyarakat.
Berdasarkan Pasal 24 Undang-Undang No.3 Tahun 1997 tindakan yang dijatuhkan kepada anak nakal, dapat berupa:
1. Mengembalikan anak kepada:
· Orangtua Wali; atau
· Orangtua asuh
2. Menyerahkan anak kepada Negara (anak Negara untuk mengikuti pendidikan, pembinaan dan latihan kerja;) atau
Menyerahkan anak nakal kepada Departemen Sosial, atau organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, pembinaan dan latihan kerja.
Apabila hasilnya menyerahkan anak kepada negara atau departemen sosial maka ada lembaga yang akan menampung dan memberikan pelatihan pasa anak-anak tersebut. Salah satunya adalah Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Anak Pria Tangerang, yang beralamakan di Jl. TMP Taruna 29C, Tangerang 15118. 
Selain mendapatkan binaan secara internal dari di lembaga pemasyarakatan, para penghuni juga sering mendapatkan kunjungan dan bantuan dari pihak luar,  bantuan yang diterima bermacam-macam, ada yang dengan sukarela mengajar mengaji, bahasa inggris atau juga memberikan bantuan materiil.
Salah satunya  PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang menjadikan kunjungan ke Lapas Anak pria Tangerang ini sebagai kegiatan rutin tahunan. Pada tanggal 2 November 2017 lalu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merayakan hari jadinya yang ke-22.  Dikemas dalam bentuk syukuran bersama para anak didik lembaga pemasyaratan (LAPAS) Anak Pria Tangerang, serta para relawan Prudential Indonesia, peringatan hari jadi ini merupakan ke-sebelas kalinya yang diadakan di Lapas Anak Tangerang. 
Sejak tahun 2006, Prudential Indonesia melakukan kegiatan kunjungan ke Lapas Anak sebagai bentuk rasa syukur atas beragam pencapaiannya. Acara kunjungan ini merupakan salah satu program CSR yang masuk ke dalam pilar edukasi dari tiga pilar CSR yang dimiliki Prudential Indonesia yaitu Edukasi, Kesehatan, dan Tanggap Bencana. 
Acara perayaan hari jadi ke-22 Prudential Indonesia dimeriahkan oleh penampilan dari band KOTAK yang hadir untuk menghibur ANDIK (Anak Didik) di Lapas Tangerang serta pertunjukan spesial Rebana dari ANDIK. Demikian pula sebanyak lebih dari 75 orang relawan yang merupakan staf Prudential Indonesia turut mensukseskan acara ini.  Acara ini juga turut dihadiri oleh jajaran manajemen Prudential Indonesia, di antaranya:
  • Bapak Jens Reisch, President Director
  • Bapak Rinaldi Mudahar, Country CEO & Chief Executive Agency
  • Ibu Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing & Communications & Sharia Director
  • Bapak Aaron Fryer, Chief Financial Officer
  • Bapak Wahyu Wibowo, Chief Learning & Development Officer
  • Ibu Kamariah Chan, Managing Director Agency Operation & Finance

Asuransi Didirikan pada tahun 1995 ini,  merupakan penyedia jasa asuransi jiwa terdepan di Indonesia dan merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Sebagai bagian dari Grup yang berpengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut di Indonesia. Prudential Indonesia telah mendirikan unit bisnis Syariah sejak tahun 2007 dan dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia sejak pendiriannya.
Prudential Indonesia berkantor pusat di Jakarta dengan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang. Sampai dengan 30 Juni 2017, Prudential Indonesia melayani sekitar 2,4 juta nasabah melalui lebih dari 271.000 tenaga pemasar di 409 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh nusantara (termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam, dan Bali).
Prudential percaya bahwa anak-anak dan remaja merupakan aset yang sangat berharga, penerus masa depan yang akan menentukan kemajuan suatu bangsa dan negara. Prudential tergerak untuk selalu menjadi bagian dari proses pembangunan suatu bangsa, dan oleh sebab itu Prudential hadir di Lapas anak pria Tangerang untuk membantu memberikan pelatihan keterampilan antara lain dengan pelatihan kelas bahasa Inggris yang dimulai sejak tahun 2012 dan telah berakhir pada bulan Juli 2017 yang lalu. Inisiatif ini merupakan simbol dari dukungan Prudential Indonesia terhadap anak-anak di Lapas Anak Tangerang agar mereka tetap bersemangat dan dapat berbaur dengan baik saat nanti kembali ke masyarakat. 
Semoga dengan adanya program Gembira Bersama Prudential ini bisa menambah kepercayaan diri para Andik di Lapas Anak Pria Tangerang serta bisa menginspirasi banyak pihak untuk memberikan dukungan pada pengembangan kepribadian para calon penerus bangsa ini.

Sumber:
https://www.bantuanhukum.or.id/
http://www.academia.edu

9 Comments

  1. adi pradana 29 Desember 2017
  2. Siti Mudrikah 29 Desember 2017
  3. Ucig 29 Desember 2017
  4. Rach Alida Bahaweres 30 Desember 2017
  5. Merida merry 30 Desember 2017
  6. beautyasti1 31 Desember 2017
  7. Annisa Rizki Sakih 1 Januari 2018
  8. Nita Lana Faera 2 Januari 2018
  9. Fanny f nila 3 Januari 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram