Berlari dengan Tenang Berkat Marathon Fit Panel dari Prodia

Di awal Tahun 2017 aku sempat punya resolusi buat rutin olahraga untuk mengimbangi pola kerjaku yang terlalu banyak duduk didepan komputer, terlebih pulang dan pergi kerja aku selalu naik ojek online yang langsung stand by depan kosan dan diantar sampai depan kantor, memang sangat membantu, terlebih aku orangnya males jalan, tapi tanpa disadari ini yang membuat banyak penyakit nyaman bersarang di tubuh kita.

Hari minggu pagi saat tidak ada acara aku menyempatkan untuk jogging di cfd, tapi yang lucunya tuh abis jogging atau ikut zumba kan keringetan tuh ya laper pula, udah deh perut mulai meraung-raung dan karna disepanjang area cfd penjual makanan pun tidak kalah banyak dengan bermacam-macam menu akhirnya bubur ayam ludes deh satu mangkok, gagal deh perut rata setelah zumba. 
Tahun 2016 aku sempat mengikuti acara Jakarta Mandiri Marathon, saat itu aku ikut di kategory 5K. Pengalaman yang seru banget, itu untuk pertama kalinya aku ikut ajang marathon. Saat hari H tiba pukul 5 pagi aku sudah tiba di area monas, saat sampai disana aku takjub banget ternyata peserta JakMar banyak sekali sampai ribuan.

Saat itu kebetulan turun hujan selama marathon berlangsung, untung saja kondisiku lagi fit, ahh kalo enggak bisa tumbang .
Antusiasme masyarakat begitu tinggi pada ajang ini, padahal biaya pendaftaran yang dikeluarkan tidak sedikit lhoh, untuk kategori 5K saja saat itu Rp. 250.000 dan untuk kategori 42K sampai satu juta lebih. Ternyata saat ini olahraga lagi bukan hanya sekedar hobi tapi sudah menjadi lifestyle bagi masyarakat termasuk di Indonesia ini. 
Aku senang sih melihat banyak orang yang mulai tertarik untuk berolahraga, berarti ada keinginan untuk menjalankan pola hidup sehat minimal menggerakan badan setelah hari kerja yang padat dan lebih banyak dihabiskan dengan duduk didepan meja kerja. 
Tapi apakah kita sudah sadar juga bahwa olahraga lari terutama lari marathon apabila tidak dipersiapkan dengan matang dan kondisi tubuh yang kurang prima bisa membahayakan bagi tubuh kita. Maka dari itu sebelum mengikuti event lari marathon para pelari disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu, agar dapat memastikan kondisi tubuh bisa berlari sejauh kategori jarak yang diikuti. 
Prodia sebagai Next Generation HealthCare Provider yang telah berdiri selama 44 tahun akhirnya meluncurkan produk panel terbarunya yaitu “Marathon Fit Panel” berupa paket pemeriksaan untuk menunjang kesehatan masyarakat yang memiliki aktivitas olahraga lari.

Jakarta (17/12/17) peluncuran Marathon Fit Panel diresmikan oleh Ibu Indriyanto Rafi Sukmawati sebagai Direktur Business and Marketing Prodia. Saat acara peluncuran Marathon Fit Panel hadir juga Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Rachmat Wishnu Hidayat, SpKO, Mas Yasha Chatab Co-Founder Komunitas IndoRuners, dan juga artis sekaligus pelari Ibnu Jamil. Para pembicara yang hadir berbagi pengalaman serta ilmunya saat mereka jadi pelari dan bagaiman tips agar tetap sehat saat mengikuti acara marathon.

Mencoba Periksa tekanan darah

dr. Rachmat menjelaskan bahwa olahraga lari merupakan aktivitas berat yang membutuhkan persiapan matang dam fisik yang prima. Itulah sebabnya pemeriksaan awal sangat penting agar pelari dapat mencapai finish tanpa mengalami kendala. Saat lari potensi cedera otot, pingsan dan bahkan gagal jantung bisa terjadi pada siapa saja, duh jangan sampai deh ya kita mengalami kejadian tersebut, maka persiapan harus dilakukan dengan matang sebelum mengikuti marathon. 
Menyadari bahwa antusiasme terhadap olahraga lari semakin tinggi maka prodia mempersembahkan Marathon Fit Panel ini agar mengurangi resiko-resiko cedera pada pelari. Tahun 2017 ini saja terdapat lebih dari 150 kompetisi lari di Indonesia, dan semua kompetisi ini ramai diikuti oleh para pelari baik dari Indonesia ataupun Luar negeri. 
Paket pemeriksaan yang disediakan Marathon Fit Panel cukup lengkap diantaranya : General Body Check, Metabolic Check, Bone Health Check, Kidney Health Check, Liver Health Check, Electrolite, Thyroid Check, Physical Examination, dan Konsultasi Dokter. 
Tidak hanya sampai pada pemeriksaan saja, setelah melakukan pemeriksaan maka dokter akan menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil bedasarkan hasil pemeriksaan tadi.

Mas Yasha dan Ibnu Jamil menyampaikan bahwa sangat penting memeriksakan kesehatan atau kondisi tubuh sebelum mengikuti marathon, apalagi bagi yang sering mengikuti ajang lari marathon dan jaraknya mengambil yang cukup jauh, resiko mengalami pingsan dan gagal jantung lebih tinggi. 
Nah bagi temen-temen yang memang punya hobby lari jangan lupa lakukan pemeriksaan kondisi tubuh ya, sekarang udah disediain lhoh fasilitasnya sama prodia.  Lebih baik mencegahkan dari pada mengobati. 

5 Comments

  1. Oky Maulana 20 Desember 2017
  2. Mira Miut 21 Desember 2017
  3. Rach Alida Bahaweres 21 Desember 2017
  4. dicapriadi 21 Desember 2017
  5. Awan 21 Desember 2017

Leave a Reply

Follow Me on Instagram