Body Rafting Green Canyon Pangandaran Mencoba Lebih Dekat Dengan Alam

Berbicara mengenai tempat wisata, Indonesia memang tidak pernah kehabisan spot-spot cantik untuk dijelajahi. Dari mulai objek wisata yang sudah terkenal dimancanegara hingga tempat wisata baru yang mungkin belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Tapi ada gak sih yang ngalamin kayak aku, yang lebih sering explore wisata di daerah lain, tapi wisata didaerah sendiri malah jarang dikunjungi. Duh maaf banget ya, mulai sekarang aku coba kunjungi tempat wisata di di daerahku deh.
Nah Salah satu objek wisata yang pernah aku kunjungi adalah Green Canyon Pangandaran.

Green Canyon atau yang oleh masyarakat sekitar disebut Cukang Taneuh atau jembatan tanah berlokasi di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Objek wisata yang berada di daerah Cijulang ini terkenal dengan pemandangannya yang eksotis dan menantang.

Pangandaran memang terkenal dengan wisata pantainya, tetapi Green Canyon sedikit berbeda karena disana kita tidak akan menemukan laut melainkan kita akan berwisata ke daerah dataran tinggi. Aku sendiri sudah tidak asing dengan wisata pangandaran, karena jaraknya cukup dekat dengan rumah, sekitar 3 jam perjalanan menggunakan motor atau mobil. Akan tetapi baru kali ini mencoba berwisata ke Green Canyon bersama teman kerja dari Jakarta.
Kami menggunakan mobil sewaan dari Jakarta, berangkat sekitar pukul 9 malam dan sampai di pangandaran sekitar pukul 8 pagi, perjalanan yang cukup melelahkan.
Di Green Canyon ada dua kegiatan yang bisa kita lakukan yaitu Body Rafting dan berkeliling sungai menggunakan perahu. Jadi bagi yang tidak mau mencoba Body Rafting bisa mencoba berkeliling dengan naik perahu.

Tapi saat berkunjung ke Green canyon rasanya tidak lengkap kalau gak mencoba Body Rafting, akhirnya kami semua memutuskan untuk mencoba Body Rafting meskipun belum ada bayangan sama sekali, modal nekad aja kapan lagi coba bisa merasakan keindahan alam secara langsung, udah jauh-jauh masa gak mau coba kegiatan khas Green Canyon. Setelah nego harga dengan beberapa pemandu wisata akhirnya kami deal dengan harga Body Rafting Rp. 200.000, awalnya Rp.250.000 dengan makan siang tapi kami tawar aja jadi 200 ribu.
Saat itu kami menggunakan jasa pemandu Janggala Adventure, untuk keamanan saat Body rafting semua peserta harus menggunakan safety tools yaitu helm, pelampung, pengaman lutut serta sepatu khusus. Kita juga akan di briefing terlebih dahulu sebelum nyemplung ke air, pemandu wisatanya akan menginformasikan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat nanti kita sedang menyusuri sungai. 
Dari lokasi wisata utama kita harus menggunakan mobil atau motor untuk menuju bagian atas hulu sungai, biasanya dari pihak travel sudah menyediakan mobil  pick up, kalau mau jalan kaki juga boleh sih, tapi mungkin nyampenya nanti sore, oia nama sungai yang akan kita arungi adalah sungai  Cijulang.

Aku kira setelah turun dari mobil kita bakalan langsung nyemplung ke air, ternyata untuk menuju ke sungai kita harus menuruni semacam bukit kecil, lokasinya yang cukup tinggi dan curam mengharuskan kita untuk berhati-hati saat menuruni bukit menuju hulu sungai.
Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, welcome to the river. Saat kami berkunjung ke Green Canyon sekitar bulan Juni pas banget musim kemarau sehinggga airnya berwarna hijau tosca dan arusnya pun tidak terlalu besar. 

Green Canyon ini berbentuk lembah atau ngarai sehingga kita bisa menikmati sejuknya air sungai yang diapit oleh dinding-dinding batu dengan ukiran yang langsung dipahat oleh alam. Sesekali terdengar gemericik air yang mengalir disela-sela bebatuan membuatku sungguh takjub dengan keindahan alam green canyon ini. Dan yang buat aku terkagum-kagum sekaligus geli dan takut, dibebatuan sekitar sungai banyak sekali kepiting-kepiting kecil yang jumlahnya mungkin ratusan atau ribuan, tapi tidak berbahaya.
Saat aliran sungai tenang kami saling sambung-menyambung dengan teman yang lain dengan cara orang yang berada didepan kita badannya bertumpu pada kaki kita, begitu seterusnya hingga membuat barisan yang cantik apabila dilihat dari atas. Saat melewati aliran sungai yang deras atau ada bebatuan yang cukup besar, maka satu persatu dari kami akan dibantu oleh pemandu wisatanya.

Kami ber-16 orang dikawal oleh 3 Pemandu wisata, ceileh bahasanya dikawal, iya deh ganti didampingi, kok malah baper ya kalo pakai kata didampingi, yowes ganti dipandu oleh 3 pemandu wisata dari Janggala Adventure. Akang-akang ini yang aku sudah lupa namanya, adalah pemandu yang sudah profesional, selain sudah mengenal medan sungai cijulang mereka juga pastinya pintar berenang, jadi kita gak khawatir.
Sekitar setengah perjalanan kami beristirahat di tempat yang menyediakan makanan dan minuman, aku sampai heran ternyata ditengah-tengah sungai ada yang jualan lhoh. Disana kami bersama rombongan lain beristirahat sejenak, untuk memulihkan energi yang jujur hampir terkuras. Untungnya kami sudah makan tadi sebelum nyemplung ke air.

Setelah selesai kamipun meneruskan perjalanan dan akhirnya tiba di spot paling menegangkan yaitu arus Blender. Dinamakan arus blender karna apabila kami melewati bagian itu maka kita akan dibawa memutar dibawah air seperti di blender. Dengan modal nekad akupun mencoba si arus blender dan dibuat muter-muter dibawah air tanpa bisa bernafas kayak lagi diblender sekitar 2-4 menit kayaknya, dan saat menyembul dari air sorak sorai dari teman-teman lainpun terdengar, seolah aku sudah memenangkan suatu permainan atau pertandingan. 
Bagi yang tidak berani jangan khawatir kalian bisa menggunakan jalur lain, yaitu jalur darat dengan sedikit mendaki bebatuan disisi sungai. Tapi percaya deh kalian harus coba si Arus Blender ini, seru gila, bener-bener memacu adrenalin.
Setelah sekitar 3 jam menjelajah sungai cijulang dengan segala keindahan dan keseruannya akhirnya sampailah kita di bagian hilir sungai, dan didepan sana sebuah perahu kayu sudah menunggu untuk menjemput kami menuju ke lokasi wisata utama. Yang aku suka  juga dari Body Rafting di Green Canyon ini adalah membudayakan sistem antri. Karna buka cuma aku dan teman-temanku aja yang hari itu ikutan Body Rafting banyak juga rombonga lainnya, bahkan ada beberapa Teteh dan Akang Bule yang ikut. Maka saat rombongan lain belum menyelesaikan jalurnya, kami dengan tertib menunggu terlebih dahulu, itung-itung sekalian istirahat.
Gimana teman-teman tertarik gak buat menjelajah sungai cijulang ?? Jangan lupa kalau temen-temen main ke pangandaran harus coba Body Rafting di Green canyon, pasti menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Ada dua tips dari aku buat kalian yang memutuskan mencoba Body Rafting di Greem Canyon
  • Makan sebelum memulai permainan, karena perjalanannya ini lumayan panjang teman-teman dan banyak mengeluarkan tenaga. Selain itu kan kita berendam terus di air, pastinya dingin, kalau dingin kan cepet lapar. 
  • Pakailah pakaian yang nyaman.  Jadi agak kompleks nih, jangan gunakan pakaian yang terlalu tebal karna berat gaea pas kita renang.  Pakailah pakaian yang panjang dan jangan tipis-tipis banget agar melindungi kulit, karna si batu-batu itu agak tajem gak mau kan sampai kulit kita luka-luka. 
  • Siapkan koyo atau obat gosok atau apalah itu yang bisa meredakan pegal-pegal, karna setelah Body Rafting Badan kita benar-benar serasa digebukin orang se-RT, pegal-pegal semua. Ini bukan lebay atau hoax, malamnya badan berasa remuk, mungkin karna jarang olahraga kali ya sekalinya olahraga seluruh anggota tubuh bener-bener digerakin.

Nah bagi teman-teman yang kepengin coba berwisata ke Green Canyon ada beberapa alternatif kendaraan umum.

1. Mobil Umum
dari Jabodetabek naik bis jurusan Pangandaran, kemudian dari terminal bisa naik angkot menuju Green Canyon
kalau bingung bisa tanya saja pada warga sekitar insya alloh akan di bantu.
2. Kereta
Gunakan kereta Serayu nanti silahkan turun di stasiun Banjar. Kemudian naik Bus yang menuju ke pangandaran/cijulang, kemudian bisa naik ojek untuk sampai di lokasi wisata

Adeku hebat ikutan Rafting

Pengalaman menyusuri sungai cijulang ini benar-benar hal yang tidak bisa aku lupakan, rasa sejuk air sungai saat meresap dikulit, gemericik suara air mengalir disela-sela bebatuan, hijaunya air sungai berkilau diterpa sinar matahari begitu menyejukan mata serta hati siapapun yang melihatnya.

35 Comments

  1. Dita Indrihapsari 7 Januari 2018
  2. Anggi Swastika Wijaya 8 Januari 2018
  3. deddyhuang.com 8 Januari 2018
  4. Liswanti 9 Januari 2018
  5. D. Pusupa 9 Januari 2018
  6. Agung Han 9 Januari 2018
  7. Kania Safitri 9 Januari 2018
  8. Marga Apsari 9 Januari 2018
  9. Jun Joe Winanto 9 Januari 2018
  10. rizki 10 Januari 2018
  11. Nurul Rahmawati 10 Januari 2018
  12. unggulcenter 10 Januari 2018
  13. Afrizal Ramadhan 11 Januari 2018
  14. windhu 11 Januari 2018
  15. Dee - HDR 11 Januari 2018
  16. Sie-thi Nurjanah 11 Januari 2018
  17. Damar Aisyah 12 Januari 2018
  18. Sodiyc 12 Januari 2018
  19. Ivonie Zahra 12 Januari 2018
  20. Anonim 12 Januari 2018
  21. Andri Mastiyanto 12 Januari 2018
  22. Andi Nugraha 13 Januari 2018
  23. Reh Atemalem 13 Januari 2018
  24. Selamet Hariadi Online 13 Januari 2018
  25. Peri Hardiansyah 14 Januari 2018
  26. Hanni Handayani 14 Januari 2018
  27. Hidayah Sulistyowati 14 Januari 2018
  28. Atisatya Arifin 14 Januari 2018
  29. Anesa nisa 15 Januari 2018
  30. Andiyani Achmad 16 Januari 2018
  31. Kurnia amelia 16 Januari 2018
  32. Luana Yunaneva 16 Januari 2018
  33. M. Moko 18 Januari 2018
  34. Andi Nugraha 21 Januari 2018
  35. Nur Annisa 23 Januari 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram