Cinta Terencana Untuk Masa Depan Keluarga Yang Bahagia

“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik” (Qs. An Nahl (16) : 72).

Menikmati setiap proses kehidupan merupakan anugerah yang sangat berharga, dari mulai kita kecil hingga bertumbuh dewasa. saat mengingat fase-fase kehidupan yang sudah dilalui rasanya tidak henti aku mengucap syukur, sudah bisa sampai di kehidupan hari ini.

 

Ada 5 Transisi kehidupan remaja yang normal dilalui untuk menjadi generasi yang terencana, apa saja tahapan tersebut?

1. Menjalani Masa Sekolah
2. Mencari Pekerjaan
3. Memulai Kehidupan Berkeluarga
4. Menjadi Anggota Masyarakat
5. Menjalani Praktek Hidup Sehat
Sebagian sudah aku lewati dan sebagian lagi sedang dalam proses, semuanya butuh proses.
Saat memasuki usia dewasa setiap orang pasti akan berpikir untuk berumah tangga dan mempunyai keluarga yang bahagia. Aku pun termasuk salah satu diantarnya, yang berkeinginan untuk mempunyai keluarga yang bahagia, sakinah mawaddah warohmah.
Tapi seperti apa sih kriteria keluarga yang bahagia itu ??
Di usiaku sekarang yang kata orang sih sudah cukup untuk usia menikah, aku memang belum memasuki fase berumah tangga. Tenang-tenang ini bukan karna faktor apapun, hanya saja menurutku menikah adalah suatu hal yang sangat penting dan gak bisa sembarangan untuk memilih masuk di fase itu. Menyatukan dua individu yang berbeda tidak cukup hanya dengan cinta saja, meskipun saat orang jatuh cinta pastinya sudah tidak memikirkan hal lainnya. Hidup ini keras jendral, dalam sebuah keluarga perlu komitmen yang kuat dan juga rasa saling percaya diantara sesama anggota keluarga.
Saat mengikuti Meet Up Bkkbn bersama Blogger Plus Community di Museum Penerangan TMII pada tanggal 15 Meni 2018, banyak sekali ilmu baru yang aku peroleh.
Ada dua narasumber yang hadir, Ibu Eka Sulistya Ediningsih Selaku Direktur Bina Ketahanan Remaja Bkkbn dan Roslina Verauli M.Psi seorang Psikolog. Aku sangat senang bisa mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya bahkan tidak terpikir olehku.
Ibu Eka mengajak kami untuk mensosialisasikan terbentuknya keluarga yang terencana salah satunya dengan stop menikah muda. Usia yang disarankan untuk menikah laki-laki adalah 25 tahun dan wanita 20 tahun. Karna diusia tersebut dianggap setiap pribadi sudah mandiri dalam emosional dan juga reproduksi pada wanita sudah cukup kuat.
Bkkbn pun mempunyai program yang bagus yaitu Salam Genre yaitu Salam Generasi Terencana. Program ini mendukung Katakan Tidak Untuk Menikah Muda, Hindari Sex Bebas sebelum Menikah dan Hindari Narkoba.

Cinta Terencana Untuk Masa Depan Keluarga Yang Bahagia

Pada tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga, diharapkan masyarakat bisa menyadari pentingnya arti keluarga yang tidak hanya mempunyai makna hubungan antar anggota keluarga tetapi juga keluarga sangat penting bagi terbentuknya generasi yang gemilang untuk bangsa dan negara.
Maka dari itu Bkkbn RI ( Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia ) tidak hanya mengatur urusan kelahiran anak melalui kontrasepsi, namun tetap bertanggungjawab akan perkembangan keluarga.
keluarga sendiri mempunyai beberapa fungsi diantaranya :
1. Fungsi Agama
2. Fungsi Sosial Agama
3. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
4. Fungsi Perlindungan
5. Fungsi reproduksi yang matang dan sehat
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
7. Fungsi Ekonomis
8. Fungsi Pelestarian Lingkungan
Pendidikan awal memang berasal dari keluarga, apabila pendidikan dari keluarga baik dan kuat maka saat harus bersosialisasi kebiasaa baik pun akan tetap terbawa.
Saat Mbak Roslina Verauli atau akrab disapa Mbak Vera sharing mengenai pembentukan keluarga yang baik, ia juga mendukung program pemerintah untuk mencegah pernikahan dini.  Karna secara psikologis pun pernikahan dini akan mempengaruhi kemampuan untuk mengambil keputusan serta kesiapan menghadapi perubahan pola hidup masing-masing individu.
Mbak Vera menerangkan ada 3 kunci untuk membentuk keluarga yang stabil, bahagia, sehat dan terencana :
  • Fleksibel

 

Dalam keluarga harus ada yang namanya keterbukaan dan memberikan ruang kepada anggota keluarga lain untuk menjadi dirinya sendiri, jangn sampai kita saling memaksakan kehendak.
  • Komunikasi

 

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan, termasuk dalam suatu keluarga. Dalam setiap keluarga intensitas pertemuan antar anggota keluarga berbeda-beda, ada yang karena tuntutan pekerjaan sang ayah tidak bisa bertemu setiap hari dengan keluarga, tetapi diusahakan tetap berkomunikasi dengan keluarga.
  • Kedekatan

 

Orang yang paling dekat dengan kita pastinya adalah keluarga sendiri, luangkanlah waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Agar kita bisa mempunyai kedekatan emosional dengan keluarga.
Apabila 3 aspek penting tersebut sudah terpenuhi maka niscaya akan terbentuk sebuah keluarga yang harmonis dan juga membentuk generasi yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara.

One Response

  1. Mpo Ratne 24 Mei 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram