Life Style

Familia Urban Hunian Nyaman Di Bekasi Untuk Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal

Ketika kecil aku sering sekali berkhayal punya rumah bertingkat, lalu aku punya kamar di lantai atas. Mungkin ini efek dari suka nonton film doraemon, aku ingin seperti shizuka dan nobita yang mempunyai kamar dilantai atas.
Sampai saat ini pun aku masih berharap bisa punya rumah dengan model loteng, agar bisa melihat bintang dimalam hari dari atap. Sehingga sampailah cita-cita anak kos nomaden ini menginginkan sebuah unit apartemen sebagi hunian masa depannya.

Kayaknya seru tinggal di apartement, bisa lebih punya privacy dan dengan bentuknya yang minimalis aku tidak perlu repot buat bersihin ruangan apartement. Hingga pada suatu hari aku bisa menikmati menginap gratis selama 3D2N di sebuah condonium di daerah Jakarta Utara, dengan fasilitas lengkap dari mulai ruang tidur, kamar mandi, ruang santai, ruang makan serta dapur. Its so amazing for me.

Awalnya aku sangat excited dengan semua fasilitas ini, tapi suatu pagi saat aku turun untuk sarapan tetapi ada yang ketinggalan sehingga aku harus kembali ke kamar, dan saat itulah aku ngerasa sepi banget, gak ada manusia yang aku temui. Barulah aku berfikir untuk sehari-dua hari aku mungkin bisa lah ya betah, tapi untuk berbulan-bulan bertahun-tahun alamak aku gak kenal tetangga dong ini.

Untuk kondisi aku yang sekarang sebenarnya tidak terlalu bermasalah sih tinggal di apartemen, karena keseharian aku lebih sering diluar. Tapi saat aku membayangkan tinggal di apartemen ketika sudah berkeluarga terutama saat aku sudah punya anak, pastinya akan ada sedikit tantangan tentang bersosialisasi dengan lingkungan.

Kebetulan pada tanggal 22 – 30 September 2018 di Jakarta Convention Center ada event properti terbesar di Indonesia yaitu Indonesia Properti Expo 2018. Pada hari pertama Expo aku sempet main ke booth Timah Properti yang saat itu mengadakan talk show ” Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal Terhadap Tumbuh Kembang Anak”.

Narasumber yang hadir kece-kece banget pertama ada Mbak Reynitta Poerwito, Bach. Of Psych., M. Psi – Psikolog Klinis dari Eka Hospital BSD dan juga Mbak Zata Ligouw – Editor In-Chief Lolamagz. Keduanya Mommy muda ini berbagi pengalaman tentang proses tumbuh kembang anak, dan bagaimana tantangan yang dihadapi sebagai seorang ibu, dan tentunya mereka juga memberikan tips mengenai cara menghadapi prose tumbuh kembang anak agar lebih optimal.

Mbak Reynita berbagi cerita mengenai stress yang terjadi terhadap anak-anak, ternyata bukan hanya orang dewasa saja yang bisa stress, anak-anak juga rentan terkena stress. Banyak faktor yang mempengaruhi stress pada anak-anak, diantaranya :

  • Pola asuh yang tidak cocok dengan karakter anak
  • Kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung kebutuhan fisik dan mental anak
  • Masalah yang tidak teratasi dengan baik.
  • Tidak ada fasilitas yang menunjan kecerdasan anak
  • Orangtua sibuk untuk memahami kebutuhan mental anak
  • Orangtua terlalu menginginkan hasil yang instant

Bagi beberapa orangtua beberapa hal seperti anak terlalu aktif dalam berfikir atau bertindak, anak yang cepat bosan, anak yang sulit fokus, anak merusak barang-barang dirumah, atau anak yang susah tidur, dianggap sebagai masalah. Disinilah peran aktif orangtua sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab dari hal-hal yang dialami oleh sang anak. Ciri-ciri dari anak yang terkena strees adalah tidak percaya diri, mudah cemas, daya tangkapnya kurang serta tidak seimbangnya penerimaan stimulus dan reaksi emosi.

Hal yang harus dilakukan orangtua adalah :

  • Observasi

Tugas orangtua adalah mengamati dan memperkenalkan aktivitas yang dapat mengidentifikasi kecerdasan anak. Misalnya memperkenalkan berbagai jenis mainan baru pada anak agar kita bisa mengetahui juga ketertarikan anak pada apa.

  • Stimulasi

Memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan berbagai hal yang disukainya

  • Evaluasi

Mengevaluasi potensi dan kemampuan anak dari pencapaian yang diraihnya. serta hambatan-hambatan yang ditemuinya selama proses pembelajaran.

Familia Urban Hunian Nyaman Di Bekasi Untuk Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal

Disebutkan bahwa salah satu faktor penunjang tumbuh kembang anak adalah lingkungan yang nyaman dan kondusif, berarti tugas kita memilih hunian yang nyaman agar bisa menunjang proses tumbuh kembang si kecil. Familia Urban sebuah kawasan hunian di bagian timur jakarta dengan luas kawasan sekitar 176 hektar mencoba menjawab kebutuhan masyarakat akan pentingnya lingkungan hunian yang kondusif.

Kawasan hunian yang dikembangkan oleh PT Timah Persero Tbk ini sangat mengutamakan kenyaman para penghuninya. Terbukti dengan pembagian wilayah untuk residensial adalah 28% saja, sisanya 5% untuk ruko, jalanan umum 22%, Greenery 11%, dan main boulevard 11%.

Dengan mengusung tema  “Back To The Lovely House”  Familia Urban memberikan fasilitas ruang terbuka hijau, jalur pedestrian, serta halaman yang cukup untuk beraktivitas. Dengan konsep Green Spaces dan Walkable Neighbourhood ini dia beberapa kelebihan yang dimiliki familia urban:

  1. Memiliki kualitas udara yang baik
  2. Bisa berolahraga di area pedestrian
  3. Bisa bersosialisasi dengan penghuni lainnya dengan nyaman

Mengenai harga tidak perlu khawatir, harga rumah di kawasan familia urban dimulai dari Rp. 460.000,-. Kemudahan lainnya yang bisa didapatkan adalah sangat mudah diakses melalui 4 akses tol yaitu tol jati asih, bekasi barat, bekasi timur dan tambun.

Dengan konsep tersebut pastinya Familia Urban ini bisa membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak menjadi lebih baik, lebih deka dengan alam serta bisa mendekatkan sosialisasi antar pemghuni.

Leave a Reply

Follow Me on Instagram