Women Talks

Farewell Mas Kha : Selamat Menjemput Impian yang Tertunda

Sumber : ICCA

Mas stop dulu, mau minta foto bareng” Ucapku tiba-tiba saat berpapasan dengan mas khais dilorong yang menghubungkan antar ruangan di lantai 4 tepatnya didepan pintu lift.  

“oh iya boleh” mas kha yang sedang berjalan didepan pintu lift akhirnya berhenti sejenak. 

Sore itu didepan pintu lift saat aku berpapasan dengan Mas Khais salah satu Sign Officer di tempat kerjaku tiba-tiba refleks saja aku minta foto bersama beliau (kok sedikit formal ya pake kata ganti beliau, iya-in aja ya mas biar cepet..hhiy) saat mas khais mengiyakan, aku langsung buru-buru ke loker mau ambil handphone dan berteriak “heii siapa yang mau foto sama mas khais? Yuuk didepan lift” Beberapa teman yang kebetulan ada disitu akhirnya ikut bergabung, kamipun lalu berpose ala-ala dalam beberapa jepretan foto. 

Kamis (24/05/17) kemarin adalah hari terakhir mas khais bertugas dikantor, pria yang bernama lengkap Mohd Khais Raihan ini setelah hampir kurang lebih 11 tahun bekerja disini akhirnya beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerja kami, suatu keputusan yang berani kalau menurutku.

Kenapa aku sampai tulis cerita ini di blog, memang apa serunya menceritakan kisah orang yang resign dari tempat kerjanya, terus penting ya buat dibahas bukannya resign dari tempat kerja adalah hal yang biasa, seruan juga bahas AwKarin.lol. Mungkin memang benar cerita ini tidaklah semenarik cerita syahrini saat jalan-jalan ke Eropa dengan jet mewahnya atau cerita AwKarin dengan segala kenge-hitz-annya, tapi alasanku menuliskan cerita ini adalah karena aku salut beliau berani meninggalkan Comfort Zone nya diperusahaan untuk memilih mengerjakan hal-hal yang sesuai dengan passionnya.

Sebungkus Nasi Goreng dan Cerita Tentang Mimpi

Pagi menjelang siang sekitar pukul 09.30 saat aku sedang menikmati pisang goreng diwaktu jam makan siang yang terlalu dini untuk disebut makan siang di pantry, tidak lama berselang setelah aku menghabiskan setengah dari pisang gorengku masuklah mas khais dengan membawa botol minum dan sebungkus nasi goreng ditangan. Lalu dia pun duduk dikursi sebelah dan langsung memulai percakapan terlama selama aku mengenalnya. 
“ehh gimana blognya, kemarin menang ya?”
“iya mas” jawabku sambil tersenyum kikuk karna gak nyangka bakalan ngbahas blog. “Mau juga dong bikin blog, dulu gw juga suka nulis diblog cuma udah lama banget gak pernah nulis lagi” lanjut mas khais. 
“Oh yang di Jakarta kita itu ya mas, yang tentang si Emping” jawabku nggak yakin, sembari mengingat-ingat nama situs yang duli pernah dia share. 
“Iya, tapi sebenarnya itu punya temen, gw suruh ikut nulis juga disitu” mas khais sedikit menjelaskan. 
“Mas kenapa jarang-jarang nulis tentang Si Emping nya padahal itu Bagus lho, kan sayang mas gak diterusin” sambungku.

“Iya ini juga rencananya nanti setelah selesai dari sini mau difokusin lagi ngerjain Si Emping” saat dengar jawaban mas khais ku refleks ingat selentingan-selentingan yang aku dengar bahwa mas khais ini mau resign kebetulan orangnya lagi duduk satu meja, nggak salah kan ya aku konfirmasi langsung pada yang bersangkutan biar lebih valid infonya. 
“Aku denger mas mau resign, iya mas beneran?” 
“Iya bener” aku mas khais. 
“Kapan mas?” tanyaku lagi penasaran. 
“Terakhir sampai akhir Bulan ini, sebenarnya ngajuinnya bulan juni tapi gw masih punya cuti, jadi gw abisin aja sisa cutinya, masih ada 17 lagi” aku menanggapi dengan semacam membuat bentuk lingkaran dimulut dengan kepala mengangguk-angguk seolah menemukan jawaban dari pertanyaan yang dicari. 
Lalu sambil masih mengunyah nasi gorengnya, – yang aku yakini itu nasi goreng mbak windi dengan melihat warnanya yang agak merah dan kalau bener, ini nasi gorengnya tuh terkenal dengan pedesnya yang nampol, tapi aku gak sempet nanya asal-muasal si nasgornya itu biarlah jadi apa yang aku yakini aja lol – mas khais masih berceloteh dengan rencana-rencananya, mimpi-mimpinya, hobby-hobbynya, yang mungkin sudah jarang dia lakukan, tetapi mimpi-mimpi itu sepertinya makin hari kian berlesatan dalam pikirannya, sehingga tak bisa lagi menunggu untuk segera ingin diwujudkan.

(kalau bener itu nasi goreng mbak windi, salut deh masih bisa cerita ditengah-tengah pedesnya tuh nasgor, aku aja kalau makan nasi goreng itu perlu konsentrasi penuh, siap sedia air minum sambil sesekali menutup hidung karena sering tersedak saat mengunyah balik lagi bahas nasi goreng.piss) 

Dia bercerita tentang Si Emping, project karikaturnya yang jarang tersentuh, tentang hobby-hobbynya, dan sekarang lagi cari-cari info buat urus copy right Si Emping. 

“Gw juga pengen ngajar less bahasa inggris anak-anak, belajar ngaji juga” aku ingat saat presentasi about my self mas khais cerita bahwa saat SMA pernah mengajar bahasa inggris di SD, dan buatnya itu menyenangkan meskipun harus kejar-kejaran dengan waktu sekolah.

“Dulu gw juga pernah ambil wedding photo, jadi wedding singer juga pernah” mas khais masih melanjutkan ceritanya. 
“foto sama edit sendiri itu mas?” aku sesekali menanggapi sambil terus membetulkan posisi duduk agar lebih fokus dengar ceritanya. 
“Iya edit sendiri, dulu kan pernah buka percetakan juga”

Mas kha juga cerita tentang hobby masaknya “gw seneng banget masak, kalau misal diminta bantuin masak sama istri pas ada orderan makanan gw bangun jam2 ikut bantuin masak” sambil tangannya membuat gerakan-gerakan seperti chef yang sedang mengaduk masakan dan memberinya bumbu.

“Eh gw juga pernah lho jualan sayur-sayuran dirumah, pagi-pagi tuh udah rame sama ibu-ibu yang belanja, seneng aja bisa ketemu sama banyak orang” 
“jualan sayur?” kataku menegaskan ceritanya tadi, agak sedikit heran dan ngerasa lucu “terus mas subuh-subuh ke pasar dong belanja sayur” tambahku 
“iya jualan sayur didepan rumah, sebenernya Ade sih yang belanja, nanti di drop dirumah” 
“oh, mas mungkin lebih suka aktifitas yang bisa berinteraksi sama banyak orang, dari pada cuma duduk didalam kantor” jawabku sok tau.

“Bisa jadi, dulu tuh pas jadi marketing siang-siang keluar buat ketemu klien, bisa menghirup udara luar, kayak kalo naik bus atau kereta gitu gw seneng aja. Disini aja kalau jam istirahat mau pada solat ke mesjid bawah, orang-orang kan jalan tuh ke mesjid pasti pada bilang aduh panas banget tapi kalau gw tuh seneng bisa menghirup udara luar” sambil tangannya direntangkan seperti gerakan kate winslet saat berada di ujung kapal bersa jack di film titanic, mencontohkan gerakannya saat menghirup udara luar, dan itu sukses buatku tertawa karena beneran kocak buatku.

Dia juga cerita akan memulai rencana sebagai trainer, aku percaya dia bisa berhasil karena memang dia pembicara yang baik cara penyampaiannya pun menarik, gak salah dong beberapa kali dia terpilih jadi The Best Contact Center.

Baca Juga : Profesi Contact Center Melayani Dari Hati

“Mas kenapa mutusin resign padahalkan disini menurut aku mas udah dapat zona nyaman” Akhirnya pertanyaan inipun meluncur dengan sedikit ragu, sebelum menjawab mas khais tampak senyum dulu “zona nyaman ya, kata siapa zona nyaman” Timpal mas kha seolah ngetes pernyataanku.

“karir mas khais kan bagus disini mungkin menunggu 1 atau 2 tahun lagi bisa naik jabatan” ucapku sok tau, dan tiba-tiba ngerasa ragu sama yang aku ucapin sendiri, takutnya ini bukan pertanyaan yang selayaknya ditanyakan.

“Iya sih, kasarnya mau bener apa enggak kerjanya tiap Bulan masih dapat gaji ya. Tapi ya itu tadi mimpi-mimpi gw hobby gw semuanya tuh gak bisa jalan kalau gw masih kerja disini, karena terbatas diwaktu. Usia kan udah gak muda lagi semakin tua tenaga juga semakin berkurang, gak bisa seproduktif dulu, jadi ya semakin cepat semakin bagus, mumpung anak-anak juga masih kecil mereka harus diajarkan bahwa hidup tuh terkadang diatas terkadang juga bisa dibawah”

aku melihat ada semacam ketetapan hati – niat yang kuat dan sudah dipikirkan secara masak-masak, dan juga kesiapan menerima segala resiko atas keputusan yang diambil – dari ekspresi wajah ms kha saat menjabarkan alasan alasannya. Jawaban mas kha membuatku tersenyum lebar, seolah jawabannya tadi sudah menjawab semua rasa penasaranku. 

Tidak terasa pisang gorengku sudah tandas sejak percakapan awal dan nasi goreng mas kha juga aku lihat sudah tak bersisa, pagi itu – iyes masih pagi, karna standar siang kami adalah jam 10, waktu peralihan greeting dari selamat pagi menjadi selamat siang – saat menikmati makan siang yang terlalu cepat adalah percakapan terpanjang dengan mas khais, dan aku lihat dia begitu bersemangat menceritakan mimpi-mimpinya, begitu seru seperti akhdan ponakan kecilku saat bercerita tentang film Bima X kesukaannya. 
Dihari yang sama dengan hari mas kha masuk kerja aku mengikuti seminar edukasi mandiri yang diselenggarakan di Universitas Atmajaya diacara itu ada 2 pembicara, yang pertama Billy Boen CEO Young On Top dan yang kedua Mas Richie dari IT Bank Mandiri.

Aku gak akan bahas isi seminar ini secara lengkap, hanya saja bahasan yang dibawakan oleh Billy Boen ini sama dengan cerita mas khais, jadi Billy Boen juga resign dari tempat kerjanya untuk menjadi seorang enterpreneur. Ahh Bagus menurutku bahasannya gak boring. Jadi rulesnya bukan billy boen yang blablabla langsung cerita tapi Mc nya disini yang bertanya pada Billy barulah dia menjawab dengan bercerita panjang, saat sesi tanya jawab dengan peserta seminar ada dua pertanyaan yang menurutku cukup Bagus. 

Pertama dari karyawan mandiri, tapi aku lupa namanya padahal dia yang fotoin kita lho pas akhir acara, maaf ya bu. Jadi beliau nanya kalau misalkan pegawai atau karyawan yang juga punya sidejob dagang atau jualan bisa disebut entrepreneur atau tidak? Jawaban dari Billy Boen berdagang adalah salahsatu bagian dari entrepreneurship, tapi entrepreneur yang sebenarnya adalah yang berusaha dan berjuang mengembangkan usahanya dan itu membutuhkan fokus pada apa yang dikerjakannya.

Pertanyaan kedua dari seorang mahasiswi atmajaya yang katanya sudah mau lulus pertanyaannya untuk para pemula yang ingin memulai usaha apakah harus langsung terjun di usahanya atau memilih bekerja dulu untuk mengumpulkan modal usaha? Jawaban dari Billy Boen adalah kedua pilihan tersebut tidak ada yang salah tidak ada juga yang benar.

Keduanya bisa dilakukan dengan catatan komitmen dari diri sendiri, kebanyakan pasti akan berpikir terkendala dengan masalah modal dan berpikir akan bekerja dulu agar bisa mengumpulkan uang. Dibulan-bulan pertama saat gaji masih kecil pasti belum berpikir akan resign untuk memilih berwirausaha, setelah masuk dihitungan tahun kebutuhan seperti ingin menikah akan bermunculan dan ini jug pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit semakin lama kebutuhan semakin meningkat apalagi setelah punya anak. Dan semakin lama gaji yang didapatpun semakin besar apalagi yang jabatannya tambah tinggi pasti akan sangat disayangkan kalau harus berhenti kerja.

Billy Boen berpesan bagi yang ingin memulai usaha sebagai entrepreneur 

  1. Temukan passion, suatu hal yang disukai dan akan tetap dilakukan serta diusahakan jangan hanya ikut-ikutan trend saja. 
  2. Punya Mimpi besar, minimal saat kita tidak sampai dimimpi itu ditengah usaha kita untuk mewujudkannya hasil yang kita dapat akan lebih Bagus daripada saat kita hanya punya mimpi kecil. 
  3. Attitude, ini sepertinya yang harus sangat diperhatikan, ingat dalam usaha kita harus jujur, setelah sukse jangan sombong, pun saat kita belum bisa berhasil, jangan mengkambinghitamkan oranglain. 
  4. Melek Teknologi sebagai makhluk milenial kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang semakin canggih. Promosi lebih gampang menggunakan media sosial, biaya yang dikeluarkan pun bisa lebih murah. 

Nah kan tadi aku bilang apa yang Billy Boen sampaikan ada hubungannya dengan mas kha, sama kan Billy Boen sama Mas kha berani mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaannya untuk meneruskan mimpi-mimpinya, padahal dikantor prestasinya patut diacungkan jempol lhoh, meskipun aku gak hafal satu persatu tapi mas kha pernah juara di The Best Contact Center Indonesia dan juga mengikuti ajang Contact Center World yang saat itu diadakan di Las Vegas, tentunya bukan orang sembarangan dong yang bisa ikut ajang itu. 
Sumber: www.contactcenterworld.com

Aku jadi teringat quotes Tere Liye dalam bukunya Sunset Bersama Rosie yang sukses bikin aku jatuh cinta sepanjang mas

Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya”

Tapi kembali lagi pada passion kita masing-masing, aku berdoa semoga mas khais diberikan kelancaran dengan keputusan yang diambil aku percaya bahwa saat kita meninggalkan sesuatu karna Alloh SWT maka Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik, dan aku juga yakin bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha dan doa yang kita lakukan. 

Terakhir selama bekerja ditempat yang sama kurang lebihnya pasti ada kata-kata atau perbuatan yang kurang berkenan menyambut Bulan suci Ramadhan mohon dimaafkan, tanpa diminta mas khais udah aku maafin,, hhe meskipun kadang kalu ngelucu suka garing kriik kriikk, udah aku maadin kok,  mari saling mensucikan hati. Alih-alih orang-orang yang sering bertemu dengan orang yang hanya sekali bertemu pun kita ada salah, tapi cukup saat itu saja tidak perlu disimpan terus dalam hati. Semoga teman-teman yang lain-lain juga melakukan hal yang sama, saling memaafkan. Farewell Mas Kha.

Bcc Award 2015

Banjarsari, 26 Mei 2017.

Ditulis dalam perjalanan Jakarta-Banjarsari. Diedit kembali setelah sampai rumah, karena di jalan malah ketiduran. 

Leave a Reply

Follow Me on Instagram