Life Style

Jakarta Humanity Festival, Saaatnya Generasi Millenial Peduli Sesama

Masih hangat dalam ingatan kita tentang peristiwa duka yang melanda Indonesia beberapa bulan terakhir ini. Bencana alam Gempa di Lombok, Palu, lalu tsusami di selat sunda, banjir bandang di Sulawesi, hingga kecelakaan alat trasportasi, membuat seluruh indonesia berduka.

Bagi para korban dan keluarga korban ini pasti menjadi trauma yang mendalam. Dan bagi warga masyarakat yang tidak terkena bencana ini adalah sebuah peringatan bahwa bencana bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, serta ini merupakan saatnya kita saling bahu-membahu mengulurkan tangan bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah.

Saat menghadiri acara Jakarta Humanity Festival pada hari minggu kemarin, aku seakan diingatkan kembali bagaimana porak-porandanya daerah-daerah yang terkena bencana, dan raut kesedihan terlihat nyata dari potret yang diabadikan tim dari Dompet Dhuafa.

Jakarta Humanity Festival

Acara Jakarta Humanity Festival ini di isi dengan berbagai kegiatan positif berupa workshop, penggalangan dana amal, pameran foto, serta acara music. Kegiatan ini memang diperuntukan bagi generasi milenial, tetapi ada juga beberapa peserta yang berasal dari berbagai kalangan, karena tema acara ini memang menarik sekali dan pastinya kegiatan didalamnya patut kita ikuti sampai selesai.

What’s on Earth Today

Acara yang di prakarsai oleh Dompet Dhuafa ini dimulai dengan sharing dari Mas Syamsul Ardiansyah dengan tema “What’s on Earth Today?”. Mas Syamsul ini adalah manager recovery dan lingkungan dari Dompet Dhuafa yang juga seorang aktivis kemanusiaan.

Mas Syamsul mengajak kita berdiskusi mengenai bumi kita ini yang apabila tidak kita jaga pastinya akan rusak, hal ini bahaya bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebenarnya musibah seperti banjir, ini bis diantisipasi dengan cara jangan membuang sampah sembarangan ke sungai, menebang pohon tanpa reboisasi dan juga membangun gedung-gedung tanpa perhitungan sanitasi yang tepat.

Kita harus ingat bahwa sumber daya alam yang kita nikmati saat ini adalah meminjam dari anak cucu kita nanti, jadi jangan sampai kita tidak menjaganya dan malah menyia-nyiakannya.

Remake & Reuse The Coffee Cup

Workshop kedua adalah Remake & Reuse The Coffee Cup bersama Mba Ratri E. Rahayu. Kami diminta berkreasi dengan Cup coffee lalu menghiasnya dengan doodle art. Ya ampun, ini bukan bakat aku banget, aku gak bisa gambar,, hiks

Tapi inti dari workshop ini adalah agar kita bisa memanfaatkan gelas bekas coffe yang biasanya setelah minumannya habis maka akan langsung kita buang, padahal masih bisa kita manfaatkan menjadi hiasan, pot tanaman, wadah untuk menyimpan berbagai barang, seperti menyimpan pulpen, alat make up, dan masih banyak kegunaan lainnya.

Humanitalk : Disaster 4.0

Dalam sesi ini hadir Bapak Agus Wibowo selaku Kepala Pusat Pendidikan Dan Latihan Penanggulangan Bencana BNPB, Bapak Arifin Asyhad selaku Pemimpin Redaksi Kumparan, dan juga Mba Citra Natsya sebagai founder House of Perempuan.
Sebagai warga yang tinggal di daerah rawan bencana, kita harus memiliki pengetahuan mengenai info bencana dan hal apa yang harus kita lakukan saat terjadi bencana.

1. Kenali bahayanya.
Namanhya bencana memang tidak bisa kita prediksi jauh-jauh hari, tetapi dengan mengetahui tanda-tandanya, minimal kita bisa bersiap dan bahkan mungkin bisa menghindari atau bahkan mencegahnya.

2. Kurangi resikonya.
Dengan mengetahui tabda-tanda bencana kita juga bisa mengurangi resiko bila terjadi bencana.

3. Siap siaga.
Ini yang paling penting, kita harus siap siaga kapan pun dan dimanapun.

Humanity Exposure

tadi aku sempat bilang bahwa ada pameran foto di acara jakarta humanity festival. Nah di Sesi Humanity Exposure ini kita bisa dapat cerita langsung dari photographer dam videographer yang mengabadikan moment-moment tersebut.
Ada Mas Pundhi Vito dan Mas Dhika Prabowo, mereka adalah salah satu dari photographer dan videographer Dompet Dhuafa.

Menjadi photographer dan videographer di daerah bencana pastinya bukan hal yang mudah, beda halnya dengan memotret keindahan alam biasa.
Dari mulai aksesnya yang sulit, daerah yang rusak karena bencana, serta warga masyarakat yang trauma akan bencana yang menimpa mereka, belum lagi saat banyak korban berjatuhan, pokoknya harus siap mental deh.

Tips dari Mas Dhika dan Mas Vito adalah siapkan mental terlebih dahulu, mencari informasi tentang wilayah yang terkena bencana, seperti bencana yang terjadi, info terbaru, seberapa parah kerusakan yang terjadi dan juga kebiasaan dari daerah tersebut, jalin kerjasama yang baik dengan para relawan di daerah bencana.

Salut ya mendengar cerita para relawan yang ikut membantu proses evakuasi, membantu di dapur umum dan kegiatan lainnya.

Acara Jakarta Hmanity Festival ini masih berlangsung sampai malam, ada penampilan music juga, tapi sayangnya aku tidak bisa mengikuti sampai akhir.
Terima kasih atas sharing ilmu yang bermanfaat ini, semoga akan selalu ada hati-hati yang terketuk untuk selalu mengulurkan tanganna bagi saudara-saudara yang membutuhkan.

2 Comments

  1. zata 3 Februari 2019
  2. iChal 7 Februari 2019

Leave a Reply

Follow Me on Instagram