Life Style

Pembangunan Sarana Transportasi Untuk Pemerataan Perekonomian Daerah

Tidak terasa sudah 7 bulan aku hijrah dari ibukota dan memutuskan untuk menetap di kampung halaman. Tapi meskipun sudah menetap di ciamis, sesekali saat akhir pekan aku masih suka berkunjung ke jakarta, untuk alasan kerjaan dan beberapa hal lainnya.

Untuk transportasi umum menuju Jakarta, ada dua pilihan yang bisa aku pilih, yaitu menggunakan bus dan menggunakan kereta api. Sejak dulu aku lebih suka menggunakan kereta saat menuju atau pulang dari jakarta.
Selain karena harganya yang terjangkau, jadwal keberangkatan dan kepulangannya sudah pasti, dan juga fasilitasnya lengkap.

Mengenai waktu tempuh sebenarnya antara bus dan kereta sama saja, yaitu sekitar 7-8 jam, tetapi sejak banyak proyek pengerjaan jalan, rute menuju jakarta menggunakan bus semakin lama, macet dimana-mana.

Beberapa tahun terahir ini Indonesia memang sedang giat-giatnya membangun infrastruktur serta sarana dan prasarana fasilitas umum, termasuk di daerah jabodetabek.

Pembangunan ruas jalan tol, jalur MRT dan LRT, semuanya demi terciptanya sarana transportasi yang ramah untuk masyarakat.

Jujur aku menyambut baik dan sangat antusias melihat perkembangan proses pembangunan infrastruktur transportasi ini, berharap dengan hadirnya moda transportasi baru bisa mengurangi kemacetan terutama di jakarta.

Meskipun ternyata sebelum pembangunan ini selesai aku sudah harus pulang ke ciamis, tapi ak tetap ikut senang dengan suksesnya pengerjaan proyek tersebut.

Pemerataan Pembangunan Sarana Transportasi di Daerah

Setelah merasakan kemudahan dan lengkapnya transportasi di ibukota, saat pulang ke ciamis aku merasa sedikit jetlag. Apalagi daerah tempat aku tinggal memang termasuk daerah pedesaan yang jauh dari keramaian kota.

Untuk urusan transportasi kami mengandalkan kendaraan pribadi, karena angkutan umum seperti angkot tidak lewat ke daerah aku. Alat transportasi umum yang tersedia hanya Ojek dan andong, itu pun hanya di jam-jam tertentu saja.

Belum lagi jalanan yang kebanyakan masih rusak dan tidak layak untuk di lewati oleh kendaraan. Tapi alhamdulillahnya saat ini sudah ada program dari pemerintah salah satunya melalui dana desa untuk pembangunan. Jalan-jalan desa mulai di bangun.

Warga masyarakatpun pastinya menyambut gembira program pembangunan infrastruktur ini, karena dengan terbangunnya jalan-jalan desa bisa membantu pertumbuhan ekonomi desa. Pengiriman hasil panen dan hasil ternak pun jadi lebih mudah dan lebih cepat.

Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah kabar gembira lainnya yaitu Info rencana pembangunan Tol Bandung-Cilacap. Memang untuk daerah ciamis sendiri tidak memiliki akses tol secara langsung, karna tidak ada exit tol yang dibuat di daerah ciamis. akses tol terdekat nantinya di pangandaran dan tasikmalaya.

Tetapi aku sangat menyambut baik info ini, karena jarak diinfokan bisa memangkas waktu tempuh ke arah bandung dan jakarta.

Dengan dibuatnya Tol Bandung-Cilacap ini juga diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah ciamis dan juga pangandaran.

Untuk info mengenai transportasi kita juga bisa akses di akun media sosialnya Kemenhub ya teman-teman.

Website kemenhub:
http://dephub.go.id

Sosial media:
Twitter: https://twitter.com/kemenhub151
Facebook: https://www.facebook.com/kemenhub151
Instagram:
https://instagram.com/kemenhub151

One Response

  1. Rahman kamal 26 November 2019

Leave a Reply

Follow Me on Instagram