Pentingnya Kesehatan Jiwa Di Tempat Kerja

“Mens sana in corpore sano, Jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat”

Kalimat dari bahasa latin ini sering kita dengar baik dalam acara kesehatan atau acara-acara olahraga, maksudnya kurang lebih adalah didalam tubuh yang sehat maka akan terdapat jiwa yang kuat. Menurutku memang benar kesehatan jasmani atau fisik erat kaitannya dengan kesehatan rohani atau jiwa. Akan tetapi seringkali kesehatan jiwa tidak menjadi prioritas, apabila fisik kita yang merasa sakit kita langsung mencari obat atau pergi ke dokter untuk menyembuhkan penyakit kita, tapi saat jiwa kita yang merasa sakit seringkali kita abai, tidak terlalu memperhatikan gejalanya.

Rabu, 04 Oktober 2017 aku berkesempatan mengikuti Temu Bloger dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2017 yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2017. Di acara tersebut hadir Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH sebagai Direktur Pencegahan dan pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza. Dr, Fidi dan juga Ibu Eka Viora Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa sebagai narasumber yang menyampaikan pentingnya Kesehatan Jiwa di Lingkungan kerja. 

Mayoritas pekerja pasti rentan mengalami stres, ini hal yang wajar terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota besar lainnya karena sebelum sampai dikantor saja kita harus mengalami kemacetan yang membuat kita merasa stres diperjalanan menuju tempat kerja. Kemudian tugas kantor yang menumpuk, deadline didepan mata, bos sudah berulang kali mastiin hasil kerja kita, pastinya ini menjadi daftar alasan-alasan stres para pekerja. 
Pekerja mempunyai resiko terhadap masalah kesehatan yang disebabkan oleh proses kerja, lingkungan kerja, serta perilaku kesehatan pekerja.
Dr. Fidi mengungkapkan untuk menghindari terjadinya stres yang berujung depresi maka sebaiknya dilakukan beberapa hal yang bisa mendeteksi gejala dari stres. 

Penemuan dini penyakit akibat kerja:

  • Pemeriksaan kesehatan pra kerja
  • Pemeriksaan berkala
  • Pemeriksaan Khusus
  • Surveilans kesehatan pekerja dan lingkungan kerja
Ibu Eka Viora menuturkan beberapa Fakta kunci akibat dari terganggunya kesehatan jiwa :

  • Bekerja baik untuk kesehatan jiwa, tapi lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan jiwa
  • Depresi dan kecemasan memiliki dampak ekonomi yang signifikan perkiraan biaya ekonomi global adalah Us $ 1 Triliun per tahun akibat hilangnya produktivitas
  • Pelecehan dan intimidasi sering dilaporkan terjadi ditempat kerjakerja dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jiwa
  • Banyak upaya efektif untuk mempromosikan kesehatan jiwa ditempat kerja dan terbukti dapat memperbaiki produktivitas. 

Jadi Stres ini sebenarnya bisa dihindari apabila kita mengetahui faktor dari stres tersebut, apabila rasa stres ini dibiarkan saja maka akan menjadi depresi. Sebaiknya kita tidak usah takut untuk menemui dokter atau psikiater apabila kita merasa ada yang mengganggu pikiran kita. Jangan selalu berpikiran bahwa orang yang berhubungan dengan psikiater adalah orang gila, buang jauh-jauh pikiran tersebut.

Kita juga ternyata bisa mencoba untuk mengelola stres, beberapa hal mudah bisa kita coba lakukan, seperti : 
  • Hindari kondisi yang mengancam
  • Ubah bagaimana anda melihat situasi
  • Buat prioritas
  • Kontrol situasi
  • Kelola bagaimana stres mempengaruhi andaB
  • Buat tujuan yang realistis
  • Relaksasi
Jadi tujuan dari mengelola stres adalah untuk Mengenal penyebab stres dan mengetahui tekhnik-tekhnik mengelola stres, serta Memperbaiki kualitas hidup individu tersebut agar menjadi lebih baik.

Di Kemenkes sendiri sudah diberlakukan proses istirahat berkala bagi para pegawainya, setiap jam 10.00 dan 14.00 para pegawai harus melakukan streching dan meninggalkan kerjaannya terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai mendapatkan penyegaran disela-sela penatnya kerjaan. 

Untuk kedepannya Kemenkes berencana untuk bekerjasama dengan kementrian dan perusahan – perusahaan lainnya untuk lebih memperhatikan kesehatan jiwa para pegawai di perusahaan, jangan hanya penyakit fisik saja yang bisa dicover tapi untuk kesehatan jiwa pun harus di tanggung oleh perusahaan. 

Stres sendiri merupakan proses, sejak kecil kita pasti pernah mengalami stres contohnya saja pada saat ulangan umum, ujian akhir semester, atau saat ujian memasuki perguruan tinggi. Semua orang pasti pernah mengalami stres, jadi kita harus bisa mengelola kadar dari stres kita. Saat mengalami rasa stres minimal kita bisa curhat pada teman atau keluarga agar beban dalam pikiran kita bisa sedikit berkurang.

Semoga kita terhindar dari yang namanya stres berlebihan ya, atau kayaknya emang kita butuh piknik nih biar gk stres ?? 

Leave a Reply

Follow Me on Instagram