Women Talks

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, Memberikan Kegembiraan Membentang Kebaikan

Bagi umat muslim ada dua hari yang menjadi hari istimewa dibandingkan dengan hari-hari lainnya, hari-hari itu adalah Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Di hari tersebut seluruh umat muslim diseluruh belahan dunia bersukacita menyambut dan merayakannya bersama keluarga, sanak saudara dan kerabat lainnya. Bahkan di hari-hari tersebut Alloh SWT pun mengharamkan untuk berpuasa, yang artinya Alloh mempersilahkan umat muslim untuk merayakannya dengan baik.

Hari raya idul fitri sudah kita lalui sekitar 1.5 bulan yang lalu dan saat ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijah dimana pada tanggal 12 Dzulhijah kita akan merayakan Hari raya idul adha atau yang di indonesia sering disebut idul kurban.

Setiap khutbah pada saat Solat sunat idul adha, pasti selalu menyampaikan kisah Nabi Ibrahim beserta Putranya yaitu Nabi Ismail yang dengan ikhlas menerima dan melaksanakan perintah Alloh SWT. Saat itu Alloh memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putra tercintanya yaitu Nabi Ismail, akan tetapi ini hanya ujian dari Alloh SWT untuk keduanya saat akan menyembelih Nabi Ismail terjadi suatu hal yang mengherankan, parang yang digunakan untuk menyembelih Nabi Ismail tumpul dan tidak bisa digunakan. Saat itulah Alloh SWT menurunkan wahyunya serta mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba untuk disembelih.

Semangat untuk berkurban inilah yang harus kita teladani saat hari raya idul kurban, yaitu keikhlasan diri mengorbankan sebagian harta untuk berkurban.

Jujur aku selalu menunggu-nunggu lebaran idul adha ini, soalnya nunggu buat sate sama keluarga. Duh jelek banget yaa pikiran aku, berharap dibagi daging kurban, maafkan. Sebenarnya daging kurban seharusnya diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dan kekurangan, akan tetapi apabila memang sudah terpenuhi pembagiannya sisanya bisa dibagikan rata pada masyarakat.

Sayangnya tidak semua daerah bisa merasakan indahnya menikmati daging kurban, hal ini juga sempat aku rasakan beberapa tahun yang lalu. Di rumahku di dusun cikuya desa langkapsari kec. banjarsari kab. Ciamis memang termasuk daerah yang jauh dari pusat kota. Saat aku kecil pernah merasakan jarangnya warga masyarakat yang berkurban, memang ada tapi jumlahnya hanya satu atau dua domba dan itu dibagikan pada semua warga sehingga pembagiaanya pun hanya sedikit. Tapi alhamdulillah kami masih bisa merasakan kebahagiaan menikmati daging kurban.

Beberapa tahun terakhir, sekitar 2 tahun ini pengurus DKM mesjid mempunyai ide arisan sapi untuk kurban, jadi masyarakat yang berniat kurban menabung setiap bulannya agar saat bulan dzulhijah dana tersebut terkumpul untuk membeli sapi kurban. Dengan program ini alhamdulillah setiap tahunnya minimal 2 sapi selalu dikurbankan didaerahku sehingga kebahagiaan kami terasa lebih lengkap saat hari raya idul adha.

Ternyata ceritaku saat kecil belum seberapa dengan kondisi didaerah lain terutama diluar pulau jawa, karena masih ada daerah-daerah yang warga masyarakatnya sama sekali belum pernah merasakan daging kurban.

Dengan Semangat berbagi inilah maka Dompet Dhuafa mempunyai program mulia yaitu Tebar Hewan Kurban. Program Tebar Hewan Kurban ini adalah menyebarkan hewan kurban ke berbagai pelosok desa dan masyarakat terpencil di wilayah Indonesia. Dengan tujuan yang bisa merasakan daging kurban bukan hanya masyarakat di perkotaan , tetapi masyarakat dipelosokpun bisa merasakan daging kurban. Program THK Pertama kali dilakukan di tahun 1994 dengan nama program “Menebar 999 Hewan Kurban” kemudian di tahun 1998 hingga saat ini berubah menjadi “Tebar Hewan Kurban”

Socio Trip Kurbanesia 2018

Pada hari selasa 7 Agustus aku bisa datang langsung ke lokasi peternakan domba milik Dompet Dhuafa dalam acara Socio Trip Kurbanesia 2018. Kegiatan ini diadakan oleh Dompet Dhuafa agar para blogger dan media bisa melihat langsung kegiatan dan pengelolaan peternakan domba yang berada di wilayah Kebun Indonesia Berdaya, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam dari jakarta akhirnya kami sampai di kawasan indonesia berdaya subang. Saat aku turun dari mobil terlihat hamparan pohon nanas dan buah naga seluas mata memandang, subhanalloh rapih sekali perkebunannya. Kawasan Indonesia Berdaya ini luasnya kurang lebih sekitar 10 hektar yang dipergunakan untuk lahan perkebunan serta peternakan.

Jenis buah yang ditanam adalah Nanas, Buah Naga, Jambu Kristal dan Pepaya. Sayang sekali saat kami berkunjung buah naganya sedang tidak musim, padahal kalau pas panen kan lumayan aku bisa beli langsung dari petani disini, berharap harganya lebih murah,, hhe

Sentra Ternak Subang

Setelah Ishoma kamipun menuju lokasi kandang yang berada di bagian dalam kawasan Indonesia berdaya, disana terdapat 3 kandang yang di tujukan untuk pembibitan dan penggemukan domba. Setiap kandang bisa menampung maksimal 120 ekor domba, saat aku datang dikandang ada sekitar 80 ekor domba dikandang.

Jenis domba yang dipelihara di sentra ternak subang ada 4 jenis, yaitu :
1. Domba Ekor Gemuk
2. Domba Ekor Tipis
3. Domba Priangan
4. Domba Garut

Dalam pengembangannya sentra ternak subang ini memiliki pengelolaan yang cukup baik, programnya pun tidak hanya untuk keuntungan pribadi semata, tetapi mempunyai tujuan untuk kebaikan bersama.

Quality Control Hewan Kurban

Untuk memastikan kualitas dari domba maka setiap hari dilakukan pengecekan sebanyak 4 kali sehari, domba pun rutim di potong bulunya serta diberikan Vaksin 3-4 bulan sekali.

Untuk Domba yang akan digunakan untuk kurban ada beberapa persyaratan, yaitu:

  • Sehat
  • Tidak cacat
  • Masuk usia 1 tahun
  • Berat minimal 23 Kg

Ada dua kategori Domba yang boleh digunakan kurban:
1. Domba Standar
Dengan berat 23-28 kg, dikandang diberikan tanda dengan warna biru, untuk membedakan kategorinya.
2. Domba Premium
Berat 29-35 Kg dengan tanda berwarna Merah, agar tidak tertukar dengan domba standar.

Program pemberdayaan peternak kambing yang dikelola Dompet Dhuafa

Peternakan ini dikelola oleh Dompet Dhuafa dan juga memberdayakan masyarakat sekitar, untuk peternakan domba ada 3 kelompok ternak yang masing-masing beranggotakan 10 orang. Setiap anggota kelompok ternak memelihara/mengurus 10 ekor domba, 8betina dan 2 jantan. Domba-domba ini tidak semuanya dipelihara dikandang ternak tetapi 2 ekor domba jantan dipelihara dirumah warga untuk penggemukan.

Pemilihan anggota kelompok ternak pun tidak sembarangan, harus dilakukan studi kelayakan mitra terlebih dahulu, untuk memilih mana warga yang cocok menjadi anggota kel. ternak. Program mitra kelompok ternak sendiri dibatas per 2 tahun, setelah itu anggota kelompok tani diharapkan bisa mandiri dalam mengelola ternaknya dirumah masing-masing. Peternak diharapkan bisa profesional dalam mengelola ternak, tidak hanya memberikan modal dilakukan pelatihan administrasi dan laporan keuangan.

Menggunakan Integrated Farming System

Dalam pengelolaannya pun ramah lingkungan dengan menggunakan Integrated Farming System yaitu menggabungkan kegiatan perkebunan dan peternakan. Untuk pakan ternak
berupa rumput hijau hanya 20% saja, sisanya sebanyak 80% pakan berasal dari jerami padi, limbah kulit nanas, daun nanas, daun pohon kayu yang kemudian dihaluskan menggunakan mesin. Hal ini sangat bermanfaat pada saat musim kemarau seperti saat ini karena ketersediaan rumput hijau cukup langka, maka bisa diganti dengan pakan hasil olahan limbah perkebunan. Kemudian kotoran domba nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk memupuk tananam perkebunan.

Limbah Kulit Nanas

Proses Menggiling Limbah Nanas Untuk Pakan Ternak

Kurbanesia Membentang Kebaikan

Setelah aku cerita panjang kali lebar tentang program Tebar hewan Kurban dari Dompet Dhuafa, kini giliran kita melaksanakan aksi nyata untuk membentang kebaikan. Kita bisa langsung mengakses website kurban.dompetdhuafa.org untuk memilih dan membeli hewan kurban yang nantinya akan dikelola oleh dompet dhuafa untuk penyebarannya.

Langkah-langkah berkurban di kurban.dompetdhuafa.org sangat mudah:

  1. Masuk ke halaman awal kurban.dompetdhuafa.org. setelah masuk dihalaman kurban.dompetdhuafa.org kita bisa memilih hewan kurban yang akan kita beli.
  2. Masukan data diri serta pilih metode pembayaran 
  3. Lakukan Konfirmasi Pembayaran
  4. Silahkan tunggu update laporan data dari dompet dhuafa

Mudah kan ya prosesnya.

Kenapa harus memilih berkurban dari Dompet Dhuafa??
1. Hewan Kurban Berkualitas

Dompet Dhuafa sangat memperhatikan mutu melalui 4 parameter yaitu bobot hidup, kesehatan dan fisik, pelaksanaan pemotongan, dan tepat sasaran. Proses Quality Control selalu dilaksanakan Dompet Dhuafa memastikan Ibadah kurban anda berkualitas. Mulai dari fase pengadaan sampai pemotongan yang sesuai syariat.

2. Laporan Kurban Transparan

Tidak perlu khawatir dana yang sudah kita bayarkan tidak tepat sasaran, orang yang berkurban melalui dompet dhuafa akan mendapatkan laporan kurban secara lengkap, dan akan selalu diberikan update ketika pemotongan hewan kurban dilaksanakan.

3. Distribusi Ke Wilayah yang Membutuhkan

Tujuan penyebaran daging kurban adalah di Wilayah Miskin, Tertinggal, pelosok, dan belum Pernah Menikmati Daging Hewan Kurban. Biasa juga dikirimkan pada daerah yang terkena bencana / Rentan Konflik.

4. Membantu Pemberdayaan Peternak

Dengan berkurban di Dompet Dhuafa berarti kita ikut berkontribusi dalam memberdayakan Peternak Lokal binaan Dompet Dhuafa untuk Mandiri dan Membentang Kebaikan

Hewan-hewan kurban ini nantinya akan disebar ke pelosok agar saudara-saudara kita yang belum pernah merasakan daging kurban bisa ikut bergembira di hari raya idul adha 1439 H. Inilah semangat kurban yang sesungguhnya, mengorbankan harta kita dijalan Alloh SWT untuk Berbagi kegembiraan kepada sesama untuk membentangkan Kebaikan dunia akhirat.

5 Comments

  1. Ida Tahmidah 12 Agustus 2018
  2. valka 12 Agustus 2018
  3. Dzulfikar 12 Agustus 2018
  4. cerite si mpo 12 Agustus 2018
  5. Awan 13 Agustus 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram