Traveling

Tempat Penuh Drama Itu Bernama Kalibiru

Perjalanan pagi ini masih diiringi celoteh ramai wajah-wajah ceria yang sudah tidak sabar ingin menapaki bukit Indah yang bernama kalibiru, dengan perut kenyang setelah menikmati sarapan ala kadarnya di warung singgah depan hutan pinus imogiri serta perasaan hangat yang masih menghampiri setelah meminum segelas wedang uwuh yang katanya bisa mengobati masuk angin dan baik untuk tubuh.
wisata kalibiru
Aku sendiri tidak terlalu antusias karna sebelumnya dibisikin sama si tour guide gak dibisikin juga sih sebenernya cuma dikasih tau doang “nanti jangan nyesel ya ke kalibiru kalo menurut aku sih tempatnya biasa aja”, tapi karna kita mh apa atuh korban instagram yang fotonya cetar membahana kami tetap bertekad bulat menyambangi objek wisata yang terletak didaerah Kulon progo ini.
Diperjalanan kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa Indah, melewati pedesaan dengan hamparan persawahan yang khas, membuat kami tidak jemu memandang keluar jendela mobil sepanjang perjalanan. Sesekali kami di ceritakan tentang daerah-daerah yang kami lewati oleh sandra, sandra adalah nama tour guide kami selama di jogja teman-teman.
Ternyata persawahan Indah ini sempat menjadi tempat syuting favorite untuk sinetron ftv, aku sih percaya karna memang tempatnya asri dan nyaman tapi itu pas aku ada didalam mobil mungin akan beda cerita kalo aku sinlang hari bolong harus berada ditengah persawahan ini, bisa tambah eksotis ni kulit.
Sandra cerita sawah-sawah ini akan lebih Indah saat musim panen, warna kuning terang menyambut kami sepanjang perjalanan seakan menyambut kami dengan lenggokan sang padi yang tertiup angin, sayang saat kami lewat sudah lepas musim panen jadi sawahnya kosong belum ditanami apa-apa .
Aku yang notabene kecil dan tumbuh didaerah pedesaan langsung merasa rindu rumah, karna dibelakang rumahku juga sama terhampar sawah luas, bedanya kalo di kulonprogo sawahnya datar semua kalo belakang rumahku sawahnya berundak-undak, saat melihat persawahan ini aku juga sempat dejavu sama drama korea favoritku she was pretty salahsatu settingnya ada yang sama persis seperti persawahn ini.
Pos-pos Pengintai
Setelah melewati area persawahan dan pemukiman penduduk, mulailah kami disambut oleh jalanan yang sempit yang kanan kirinya dipenuhi pohon jati, setelah cukup lama menyusuri jalanan ini kami diberhentikan oleh bapak-bapak dengan rompi hijau memakai topi dan memegang HT ditangannya.
Kemudian dia menyapa kami dengan ramah “selamat siang, maaf perjalanannya terganggu harap menunggu sebentar dari arah berlawanan akan ada mobil yg melintas” “oh iya pa” jawab kami.

 

Ternyata bapak ini bertugas menjaga pos yang tidak ada posnya untuk mengatur lalu lintas kendaraan pengunjung, karna tracknya yang penuh belokan curam maka harus diatur jangan sampai kendaraan dari 2 arah nantinya saling bertabrakan ditikungan tajam, setelah kendaraan dari arah berlawanan melintas kamipun dipersilahkan meneruskan perjalanan.
Beberapa meter dari pos pertama (sebut saja pos pertama dst.) kami pun diberhentikan kembali oleh petugas yang sama menggunakan rompi dan membawa ht ditangannya.
Nah kalo dsini bedanya kami diberhentikan bukan karena menunggu mobil dari arah berlawanan, tapi petugas di pos memberitahu bahwa jalur yang selanjutnya akan dilewati lebih curam dan memastikan bahwa kami akan akan meneruskan perjalanan dengan mobil pribadi atau tidak, dan sandra menjawab yakin kami akan tetap menggunakan mobil yang kami tumpangi.
Gak sia-sia nih punya tour guide yang juga jago bawa mobil, jalur yang berbahaya pun tetap pede, saat di pos itu aku sih belum terbayang seperti apa jalanan yang nanti akan kami lewati, aku dan teman2 masih asyik berkelakar tentang ramahnya pelayanan di kalibiru ini.
Tidak lama kemudian mulailah terlihat tanjakan tajam yang jalanannya cukup rusak, dan suasana didalam mobil pun mulai hening, yang terdengar cuma suara temanku Sari yang katanya berdoa dalam hati tapi seisi mobil dengar semua. Kami semua benar-benar dibuat speechless dengan tanjakan tajam dan ujungnya langsung bertemu dengan belokan tajam, aku sendiri menahan nafas sambil pegangan ke kursi depan pas melewati tanjakan itu.
Ternyata bukan cuma satu kami disambut oleh tanjakan berikutnya yang gak kalah ngeri, mungkin sandra menyadari kami yang tadinya berisik langsung hening semuanya dan konyolnya dia bercanda yang bikin kami malah menjerit tertahan karna sambil tangannya berusaha mengimbangi setir dia malah tertawa pelan sambil berseloroh “ayo turun turun, dorong” iya sih bercanda tapi lihat sikon dong, si muka udah pada pucet semua malah dibecandain parah.
Dan sampai kami menemukan parkiran si tanjakan curam itu masih mengintai dengan gagah didepan kami, allohu akbar, sungguh luar biasa, pantas saja tadi di pos yg kedua kami di Kasih warning mau lanjut jalan sendiri atau enggak.
Pendakian Dimulai 
Area parkir lumayan luas, karna kami sampai cukup siang sekitar jam 11 siang tempat parkir yang diatas sudah penuh, alhasil kami pun parkir seadanya saja. Ini nih yang paling dimalesin sama teman aku dilla, kita harus jalan kaki ke atas dengan jalanan yang bikin kita nekuk kaki pas jalan.
Tanjakan menuju Ticket Box
Kami berhenti sebentar untuk beli tiket sambil menunggu dilla yang masih tertinggal dibelakang, tadinya dia gak mau ikut katanya mau di mobil aja nunggu, tapi akhirnya dengan berat hati dia memutuskan ikut sayang katanya udah jauh-jauh.
Pose mba dilla setelah melewati tanjakan pertama
Kami jalan sekitar 15menit menuju Puncak dan saat sudah menemukan tangga-tangga Batu itu tandanya pemandangan yang menakjubkan akan segera bisa kita nikmati.
Setelah melewati tangga-tangga Batu aku melihat ada beberapa ibu-ibu separuh baya yang sedang menggendong sesuatu, ternyata mereka adalah ibu-ibu pengangkut Batu di kalibiru seketika perasaan terenyuh menghampiriku, seakan tak percaya ibu-ibu ini kuat menggendong batu-batu yang tidak sedikit naik turun kawasan kalibiru. Ya alloh aku bertanya dimanakah suami mereka, kenapa sampai ibu-ibu ini kerja berat seperti ini.

Nah Di kalibiru ini ada 4 spot foto yang bisa kita pilih, buat bocoran aja semuanya sama ko ngantrinya jadi jangan patah semnagat buat dapetin spot foto impian kamu.

  • Spot Panggung

Bagi yang datang rame-rame bisa banget nih foto di spot ini, selain tempatnya yang lumayan luas, posisinya juga tidak terlalu tinggi, jadi gak terlalu menyeramkan saat melihat ke arah bawah.

 

  • Spot pohon

Kami memilih spot ini untuk foto, alasannya karna letaknya tidak terlalu jauh. Kami meminimalisir jarak karna temenku dila punya cedera ringan dikakinya sehingga kalo jalan jauh atau yang tracknya nanjak-nanjak khawatir lututnya bisa cedera lagi. 

Pose loncat Viddy

 

Pose loncat wihda

 

Ini anak siapa coba pada loncat – loncatan diatas pohon, aku dikasih uang aja ogah banget suruh loncat gini, lebih sayang sama nyawa ciin. Orang pas naik tangga aja udah pengen turun lagi, tapi masa iya udh lama-lama nunggu ndak jadi, pas sampai diatas aku gk neko-neko banyaknya pose duduk, pas suruh berdiri sama photographernya rada olenh sedikit pemirsa apalagi pas lihat ke bawah lemes, jadi pas ditawarin loncat dengan yakin i said No, thanks.
Yang kocak pas turun tangga udah gk bisa nafas normal dari hidung harus dibantu dari mulut, dan setiap pijakan berhenti dulu beberapa detik, ehh mas-mas yang jaga dibawah pijakan kayu itu malah ngeledekin, kenapa mba kok ditiupin memangnya panas ya, ahh abaikan saja nafas udah Senen kamis, gak bisa jawab.
  • Spot Love
Sepertinya pada tertarik dengan spot ini nih secara bentuknya cute banget, tapi pas aku lihat di foto sih masih bagusan spot yang ke2,cuma mungkin buat yang dateng sama pasangannya foto di spot ini bisa lebih romantis hasilnya..  Hhee
Image source : ig @spot3kalibiru

Ini si mba nya uji nyali banget sih diatas sini sambil Yoga, 3 jempol deh mba aku kasih.

  • Spot Bundar

Spot bundar merupakan salah saru spot terbaru di kalibiru selain spot panggung dan spot love.

Pemandnagan dari Spot bundar ini juga tidak kalah Bagus, hanya saja disini gak ada pohon buat pegangan. Apalah daya buat yang phobia ketinggian kayak aku pladanya benda buat pegangan sangatlah penting, meskipun sudah gunakan alat pengaman tapi tetap saja namanya ngeri gak bisa disembunyikan.

Image Source: akun ig @paysda

Meskipun pas kami kesana bukan hari libur tapi kawasan objek wisata kalibiru tetap dipadati oleh pengunjung, lihat saja saat kami mengantri untuk ambil foto di spot 2 yaitu spot pohon kayu yang berbentuk kotak kami harus mengantri selama 2 jam. Selama menunggu kita bisa jalan-jalan melihat pemandangan atau bisa juga nyari makan disekitar area kalibiru.


Tips Berwisata di kalibiru : 

  1. Pastikan kendaraan yang dibawa sehat walafiat, dan drivernya harus lihai bawa kendaraan, karna tracknya terjal dan curam.
  2. Isi full bensin, karna jauh dari Spbu.
  3. Usahakan datang pagi jangan dinanti-nanti
  4. Setelah sampai langsung daftar di petugas spot foto yang kita inginkan, lebih cepat lebih baik. Nah kalau nanti kalian kesini harus langsung daftar ya sama mba-mba petugas yang ada di setiap spot, karna saat kami kesana kejadian yang disayangkan dialami seorang turis dari malaysia, dia sudah sampai dikali biru sejak tadi tapi karna gak tahu harus antri dia kehabisan waktu buat foto, sayang bangetkan.
  5. Diusahakan perhatikan perkiraan cuaca, karna kalau hujan spot fotonya ditutup.
  6. Ikuti semua peraturan yang sudah diinformasikan, ingat kita berada diwilayah perbukitan yang cukup berbahaya buat main-main.

Yang aku suka dari kalibiru ini fasilitas pelayanannya yang cukup buat aku kagum, karena jarak     antara satu spot dengan spot yang lain dipisahkan oleh tangga-tangga Batu dan cukup terjal para petugas dilengkapi alat komunikasi yang memungkinkan mereka mengirimkan informasi satu sama lain tanpa harus bolak-balik, iya kali bolak balik lewatin si tanjakan curam bisa keram itu kaki, kami aja yang cuma jalan-jalan nyari spot foto lain harus segera nyari tempat istirahat karna udah kelelahan.
Nanti kalau antrian kita sudah dekat petugas di pos utama memanggil nama kita agar bisa siap-siap menuju spot foto.

Nah gimana Bagus gak nih objek wisata kalibiru ini, kalo aku sih suka pake banget sama kalibiru.

Biaya – biaya :
Parkir mobil : 10.000
Parkir motor :  5.000
Tiket : 15.000
Softcopy Foto : 5.000/pcs min 4pcs.

Menelusuri tempat-tempat baru kemudian menyimpannya dalam memory Indah disalah satu ruang ingatan kita bisa menjadi pahaman baru dalam menjalani kehidupan kedepannya.
Terutama apabila pengalaman kita itu tidak hanya bisa dinikmati dimemory personal saja, tapi bisa juga dibagi bersama orang lain, tentu akan sangat lebih menyenangkan dan menjadi kebanggan tersendiri.
Semua rasa letih dan cape ditambah deg-degan terbayar lunas.
**
Jogja.. Izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi.

 

21 Comments

  1. Kania 3 Juli 2018
    • mudrikah Stories 5 Juli 2018
  2. Desy Yusnita 4 Juli 2018
  3. Andiyani Achmad 4 Juli 2018
  4. Fenni Bungsu 5 Juli 2018
  5. maya rumi 5 Juli 2018
  6. nursaidr 6 Juli 2018
  7. kurnia amelia 8 Juli 2018
  8. Hida 9 Juli 2018
  9. unggulcenter 9 Juli 2018
  10. Sadewi Handayani 9 Juli 2018
  11. cicidesri 9 Juli 2018
  12. urmilamile 10 Juli 2018
  13. Idfi Pancani 10 Juli 2018
  14. Honey Josep 10 Juli 2018
  15. urmilamile 10 Juli 2018
  16. Wian 11 Juli 2018
  17. Liswanti 17 Juli 2018
  18. Rizki 24 Juli 2018
  19. Gallant Tsany Abdillah 8 November 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram