Women Talks

Keterbatasan Tidak Halangi Sang Pembuka Cakrawala Baduy, Menjadi Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

“Keterbatasan Bukanlah Pembatas Dalam Meraih Keberhasilan”

– Wahyu Utami –

Quotes di atas menurut aku sangat cocok bagi cerita yang akan aku tulis sekarang ini, cerita tentang sosok yang bisa dibilang terlihat sederhana tetapi dengan luar biasanya ia bisa menginspirasi banyak orang.

Kang Narman aku memanggilnya. Pertama kali bertemu dengan beliau adalah saat aku mengunjungi salah satu pameran Craft di daerah Jakarta, saat berkeliling bersama teman, kami pun tertarik untuk mengunjungi Booth Baduy Craft.

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Pertama Kali Bertemu Kang Narman Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018 (Kat. Wirausaha) Di acara Pameran Craft

Dua orang laki-laki yang menjaga stand pun menghampiri kami, salah satunya adalah seorang laki-laki dengan pakaian hitam khas Baduy luar, dialah Kang Narman sang pemilik Baduy Craft. Kita sempat mengobrol beberapa saat, kebetulan siang itu belum terlalu ramai oleh pengunjung jadi kami bisa lebih leluasa bertanya, tanpa mengganggu kegiatan jual beli di stand.

Narman Sang Pembuka Cakrawala Baduy

Kang Narman cerita usaha Baduy Craft ini adalah usaha keluarga yang dirintis oleh Sang Kakek, dan sekarang dilanjutkan oleh Kang Narman. Ini adalah produk asli dari Suku Baduy, berupa Kain Tenun, serta hasil kerajinan berupa Tas, aksesories, gelang dan masih banyak produk lainnya. Baduy Craft ini dari mulai bahan baku, proses produksi sampai penjualan dikelola langsung oleh warga Baduy, dan dalam hal ini Kang Narman punya peran sangat penting dalam mengembangkan usaha Baduy Craft ini.

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Kang Narman, Sosok Dibalik Baduy Craft

Saat membaca sekilas tentang Kang Narman, Suku Baduy, dan Baduy Craft, kira-kira di benak teman-teman muncul pertanyaan yang sama gak ya kayak pertanyaan aku?

Meskipun belum pernah datang langsung ke Baduy, tapi aku pernah membaca dan mendengar mengenai profil Suku Baduy. Tentang adat istiadat yang masih dipegang teguh, tentang Baduy yang hidup di pedalaman tanpa fasilitas apapun seperti listrik, tidak boleh sekolah, kendaraan bermotor, apalagi sinyal internet. Warga Baduy sangat menjaga sekali kearifan lokal di sana dan sangat menjaga keseimbangan manusia dengan alam sekitar.

Lalu bagaimana caranya Kang Narman bisa mengembangkan usaha Baduy Craft, di tengah segala keterbatasan fasilitas di Baduy?

Inilah yang menjadi keistimewaan dari Kang Narman, beliau yang tidak sekolah tetapi bisa mengembangkan usaha Baduy Craft tidak hanya di daerah Banten saja tetapi ke seluruh Indonesia dan bahkan ke luar negeri.

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Hasil Karya Baduy Craft Sumber : IG @BaduyCraft

Tantangan Mengembangkan Baduy Craft

Dengan semua keterbatasan yang dihadapi, tidak menyurutkan semangat Kang Narman untuk tetap menjalankan usaha Baduy Craft. Beberapa kendala yang dihadapi di antaranya :

1. Terbatasnya Bahan Baku

Kain Tenun Baduy ini awalnya hanya dibuat dari bahan alami berupa benang dari serat pohon, akan tetapi karena keterbatasan bahan baku dari alam ini maka Kang Narman mengambil bahan baku dr luar. Tetapi hal ini pun bukan tanpa kendala, karena ada jumlah minimal pembelian yang harus dipenuhi, dan kendala berikutnya berkaitan dengan terbatasnya modal yang ada.

2. Terbatasnya Modal

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya modal ini juga sangat penting berkaitan dengan pembelian bahan baku.

3. Terbatasnya Alat Produksi

Alat produksi yang digunakan oleh warga Baduy adalah alat tenun tradisional yang dikerjakan langsung oleh ibu-ibu dan remaja putri masyarakat Baduy. Dengan alat tenun tradisional ini, jumlah kain tenun yang dihasilkan terbatas.

4. Terbatasnya Akses Penjualan

Sebenarnya kain tenun Baduy ini sudah lama diproduksi oleh warga Baduy, hanya saja sistem penjualannya sangatlah terbatas. Para warga hanya menunggu wisatawan yang datang ke Baduy, dan tidak semua wisatawan yang datang ke Baduy membeli kain tenun, sehingga lama kelamaan mereka berpikir bahwa kain tenun ini tidak laku atau tidak diminati oleh orang lain.
Perlahan Kang Narman mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk memproduksi kain tenun, dan Kang Narman yang menyalurkan produk-produk kain tenun melalui pameran dan juga penjualan online via IG @BaduyCraft

5. Terbatasnya Akses Komunikasi

Seperti yang sudah kita ketahui, di kawasan Baduy tidak diperbolehkan ada alat komunikasi. Boro-boro ada internet, listrik dan alat-alat elektronik biasa saja gak boleh. Nah ini juga menjadi salah satu kendala, karena saat akan mengecek pesanan yang masuk secara online berarti Kang Narman harus pergi ke daerah yang ada koneksi internet.

Cerita Di Balik Menjadi Salah Satu Finalis Hingga Menjadi Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Apakah kalian percaya dengan quotes “Hasil Tidak Akan Mengkhianati Usaha”? Aku percaya sekali dengan kalimat tersebut, bahkan saat aku merasa lelah dan penat aku sering menggumamkannya sebagai sebuah mantra ajaib. Dan lihatlah mantra tersebut kini menjadi kenyataan bagi Kang Narman, tahun ini mungkin menjadi salah satu tahun yang sangat berarti bagi Kang Narman, karena beliau bisa menjadi salah satu finalis dari 9th SATU Indonesia Awards 2018.

Program yang diinisiasi oleh PT Astra International Tbk ini mencari pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia, yang mempunyai talenta, program, dan kegiatan yang bisa membantu masyarakat menjadi lebih baik. Program yang dimaksud pun bukanlah kegiatan instan, tetapi yang sudah continue dilakukan paling tidak satu tahun terakhir.

Kang Narman mengaku sangat bangga bisa menjadi salah satu bagian dari finalis SATU Indonesia Awards (SIA) 2018. Awalnya bukan ia sendiri yang mendaftarkan diri sebagai finalis SIA 2018, tetapi ada seseorang yang mendaftarkanya karena melihat potensi yang dimiliki oleh Kang Narman.

Tahun ini adalah tahun ke-9 penyelenggaraan SATU Indonesia Awards, dengan jumlah peserta yang mendaftar sekitar 5.961 peserta. Dalam ajang 9th SATU Indonesia Awards 2018 ada 5 bidang yang terbagi jadi 6 kategori, yaitu:

  • Bidang Pendidikan
  • Bidang Kesehatan
  • Bidang Lingkungan
  • Bidang Wirausaha
  • Bidang Teknologi
  • Kategori Kelompok ( yang mewakili kelimat bidang di atas)

Dari 5.961 peserta dipilihlah 24 besar dengan program terbaik dari masing-masing kategori, yang kemudian disaring kembali menjadi 12 besar. Kedua belas finalis yang terpilih ini kemudian diharuskan mempresentasikan programnya di depan para juri SIA 2018 yang pastinya sangat kompeten di bidang masing-masing. Siapa sajakah juri 9th SATU Indonesia Awards 2018?

Ini dia Juri 9th SATU Indonesia Awards 2018:

  • Prof. Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia)
  • Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan Republik Indonesia)
  • Prof. Fasli Jalal (Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta)
  • Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan)
  • Onno W. Purbo (Pakar Teknologi Informasi)
  • Bambang Harymurti (Komisaris PT Tempo Inti Media Tbk)
  • Boy Kelana Soebroto (Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk)
  • Riza Deliansyah (Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk)
  • Nadiem Makarim (Founder & CEO GO-JEK)

Setelah melewati proses panjang dan beberapa penilaian maka terpilihlah para Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018, yang diumumkan pada malam penghargaan, yaitu Sabtu, 27 Oktober 2018. Berlokasi di Jakarta Convention Center, Astra berkolaborasi dengan IdeaFest menggelar Apresiasi Astra Untuk Anak Bangsa 9th SATU Indonesia Awards 2018, yang dimeriahkan oleh beberapa bintang tamu, yaitu Gloria Jessica, Gigi, dan juga Tulus.

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Penampilan Tulus Di Malam Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

GIGI On Stage Di Malam Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Puncak acara adalah saat penayangan beberapa video sebagai pengumuman para Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018. Konsep video nya bagus banget buat aku, anak muda banget. Pengumumannya diinfokan oleh para YouTuber ternama Indonesia, seperti Agung Hapsah, Benazio Putra, Kevin Hendrawan, Aulion, Fathia Izzati, dan Skinny Indonesian 24, membuat atmosfer milenial semakin kental.

Baca Juga : SATU Indonesia Awards Kalian Tidak Sendiri Wahai Lilin-Lilin Kecil Penerang Bangsa

Dan dengan bangga aku infokan para penerima apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018:

  • Nordianto (Kesehatan– Kalimantan Barat) dengan program edukasi kesehatan terhadap remaja usia sekolah
  • Surya Dharma (Pendidikan – Sulawesi Tengah) dengan program tuntas belajar 12 tahun
  • Mohamad Hanif Wicaksono (Lingkungan – Kalimantan Selatan) dengan program konservasi tanaman buah asli Kalimantan
  • Franly Aprilano Oley (Lingkungan – Kalimantan Timur) dengan program pengelolaan karst.
  • Narman (Kewirausahaan – Banten) dengan program promosi dan penjualan kerajinan khas Baduy
  • Azza Aprisaufa (Teknologi – Aceh) dengan program penyediaan kebutuhan masyarakat melalui aplikasi saufacenter.com
  • Meidy Fitranto & Faris Rahman (Kelompok – DKI Jakarta) dengan program pendirian perusahaan bernama Nodeflux untuk menyediakan teknologi berbasis intelligent video analytics dengan deep learning dan computer vision.

Dan selamat buat Mas Azza Aprisaufa (Teknologi – Aceh) terpilih juga sebagai finalis terfavorit.

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Para Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Sang Pembuka Cakrawala Baduy Menjadi Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Dan saat melihat wajah Kang Narman di layar, aku langsung teriak antara kaget, bangga, dan bahagia, karena beliau menjadi Penerima Apresiasi SIA 2018 bidang Kewirausahaan. Usaha Kang Narman selama ini membuahkan hasil yang manis. Beliau membuktikan bahwa “Keterbatasan bukanlah hal yang harus diratapi dan ditakutkan, tetapi keterbatasan justru harus membuat kita berpikir untuk terus maju”.

Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Kang Narman – Penerima Apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018

Lihatlah saat ini Kang Narman bisa berdiri bersama para penerima apresiasi SIA 2018 lainnya, meskipun beliau tidak merasakan bangku sekolah tetapi beliau bisa membuktikan bisa berdiri sejajar dengan rekan-rekannya yang bergelar sarjana dan sebagainya.

Tetapi yang perlu diingat, Kang Narman tidak sekolah bukan karena malas, tetapi karena aturan adat di Baduy yang tidak memperbolehkan warganya mengikuti sekolah formal. Tetapi di sana warga tetap diperbolehkan untuk belajar dengan program kearifan lokal.

Para penerima apresiasi SIA 2018 mendapat dana pembinaan senilai Rp 60.000.000 dan untuk finalis terfavorit mendapatkan tambahan dana senilai Rp 10.000.000. Dana ini akan digunakan oleh Kang Narman sebagai modal untuk lebih mengembangkan Baduy Craft dan pastinya tujuan utamanya adalah memajukan perekonomian masyarakat Baduy.

Kang Narman mempunyai cita-cita untuk mengembangkan perekonomian Baduy, dan Kang Narman juga ingin membuktikan bahwa berkembangnya perekonomian Baduy bisa berjalan beriringan dengan adat serta peraturan yang sudah berjalan sejak dahulu kala di Baduy.

Selamat sekali lagi untuk semua penerima apresiasi 9th SATU Indonesia Awards 2018. Semoga kalian bisa menjadi lilin penerang bagi sekitar, semoga cahayanya semakin terang dan tidak pernah padam.

29 Comments

  1. Langit Amaravati 2 November 2018
  2. Dwi Puspita 2 November 2018
  3. DiCapriadi 2 November 2018
  4. Bang Dzul 2 November 2018
  5. Okti Li 2 November 2018
  6. Kang Masroer 2 November 2018
  7. Fenni Bungsu 3 November 2018
  8. Annafi 3 November 2018
  9. Rani Yulianty 3 November 2018
  10. April Hamsa 4 November 2018
  11. Gita Siwi 4 November 2018
  12. Nurul Mutiara R A 4 November 2018
  13. Emak Petualang 5 November 2018
  14. Ida Tahmidah 5 November 2018
  15. Nia K. Haryanto 5 November 2018
  16. Febriyan 5 November 2018
  17. Robit Mikrojul Huda 5 November 2018
  18. Hani 6 November 2018
  19. Rismayani 6 November 2018
  20. Abby Onety 6 November 2018
  21. Ria Bilqis 6 November 2018
  22. sari 6 November 2018
  23. Ria Buchari 7 November 2018
  24. Vita Pusvitasari 7 November 2018
  25. windhu 7 November 2018
  26. Indri 7 November 2018
  27. aji sukma 8 November 2018
  28. Witri Prasetyo Aji 9 November 2018
  29. Jejak biru 11 November 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram