Women Talks

SocioTrip Kurbanesia Dompet Dhuafa 2018 di Gunung Kidul

Sebenarnya aku termasuk orang yang selalu menunggu-nunggu waktu libur sebagai waktu berkumpul dengan keluarga, terutama hari-hari besar agama islam seperti idul fitri dan idul adha. Tetapi lebaran idul adha kali ini aku mempunyai jadwal yang tidak biasa, sejak adanya pengumuman bahwa aku menjadi salahsatu peserta dari SocioTrip Kurbanesia ke Jogja aku langsung menelpon mamah dan memberi tahu bahwa lebaran haji atau lebaran idul adha kali ini aku gak pulang ke rumah karna akan mengikuti Sociotrip Kurbanesia Dompet Dhuafa ke daerah Jogjakarta tepatnya di gunung kidul.

Sebelumnya aku pernah menulis pengalamanku saat mengikuti kunjungan sociotrip kurbanesia Tebar Hewan Kurban ke Sentra Ternak Subang di Kawasan Indonesia Berdaya Subang,  untuk melihat secara langsung proses pengelolaan peternakan dompet dhuafa di Sentra Ternak Subang.

Aku bersama mas said pemilik blog nursaidr.com dan mbak anisa dari dompet dhuafa sekaligus pemilik blog ideannisa.com sore itu sudah berkumpul di bandara Halim perdana Kusuma (lebih tepatnya mereka nunggu aku yang selalu telat sih) bersiap lepas landas menuju kota yang selalu istimewa Jogjakarta.

Perjalanan sore itu alhamdulillah berjalan lancar tanpa hambatan apapun, mendarat dengan selamat di bandara Adi Sucipto hingga kemudian bertemu dengan Pak Imam driver yang akan mengantar kami selama berada di Jogja.

Menikmati jogja dari sisi lain ternyata tetap sama menyenangkannya seperti kali sebelumnya saat aku berniat wisata ke jogja. Sepanjang perjalanan aku melihat tanah-tanah gersang yang sudah lama tidak tersentuh air hujan, sudah sekitar 5 bulan daerah gunung kidul mengalami musim kemarau, tetapi sepanjang jalan pemandangannya tetap membuat aku takjub.

Malam pertama kami menginap di hotel Azana Green Resort, alhamdulillah kami bisa beristirahat dengan nyaman, dan keesokan harinya pagi-pagi kami sudah siap menuju lokasi pemotongan hewan kurban.

Proses Pemotongan Hewan Kurban di Gunung Kidul

Sekitar 30 menit perjalanan kamipun tiba di mesjid At-taqwa yang berada di dusun manukan, desa jepitu kec. giri subo Kab gunung kidul. Sambutan hangat dari warga masyarakat membuatku merasa nyaman berada dilingkungan baru ini, terlebih sebelumnya teman-teman dari Dompet dhuafa Jogja sudah tiba terlebih dahulu dilokasi untuk menyiapkan semua kelengkapan kurban, baik itu peralatan maupun administrasi kurban.

sociotrip-kurbanesia

Proses Administrasi Pembagian Hewan Kurban

Jumlah hewan kurban untuk wilayah pemotongan hewan kurban yang berpusat di Dusun Manukan ini adalah 213 ekor kambing yang akan didistribukan ke 20 wilayah pembagian hewan kurban. Pemotongan hewan kurban sendiri di pusatkan di satu titik untuk mempermudah proses administrasi dan dokumentasi untuk pelaporan pada para donatur.

Daerah yang mendapatkan pembagian daging kurban tidaklah sembarangan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi terlebih dahulu :
1. Pengajuan Proposal untuk mendapatkan pembagian Hewan Kurban
2. Setelah Lolos Survey dari Tim Dompet Dhuafa
3. Perwakilan daerah melakukan konfirmasi ulang saat hari H pemotongan hewan kurban
4. Pemotongan dilakukan di satu titik
5. Hewan kurban yang sudah di potong dibawa ke masing-masing daerah
6. Proses pengulitan serta pembagian daging kurban
7. Daging kurban dibagikan pada warga masyarakat

Dari penuturan Mas Widodo perwakilan Dompet Dhuafa Pusat, proses survey ini sudah dilakukan beberapa bulan sebelum bulan Dzulhijah, daerah yang disetujui diantaranya adalah masyarakat yang tinggal dipelosok, sulit terjangkau oleh warga lain, serta tingkat ekonominya dibawah rata-rata.

Proses pemotongan hewan kurban pun tidak dilakukan sembarangan, harus dengan cara-cara yang syar’i. Lokasi pemotongan hewan kurban dipilih di kawasan yang luas, sehingga memudahkan membaginya menjadi beberapa bagian yaitu

  • Tempat hewan saat masih hidup
  • Tempat pemotongan
  • Tempat sementara untuk menyimpan hewan yang sudah di potong (sebelum dibawa oleh warga untuk di bagikan didaerahnya masing-masing)

Masing-masing dipisah oleh kain panjang sebagai penutup, hal ini bertujuan agar hewan kurbannya gak stress pas lihat temennya dipotong, kita juga kan harus mempunyai rasa perikehewanan.. hhe

sociotrip-kurbanesia-dompet-dhuafa

Tempat Pemotongan Hewan Kurban

sociotrip-kurbanesia-dompet-dhuafa

Tempat Penampungan Darah Hewan Kurban

Seperti yang sudah aku infokan tadi proses pemotongan hewan kurban dipusatkan disatu titik untuk memudahkan beberapa proses yang harus dilakukan.
1. Dokumentasi sebelum proses pemotongan hewan kurban
2. Pemotongan dilakukan oleh Jagal yang sudah Profesional
3. Dokumentasi setelah pemotongan
4. Penerimaan hewan kurban oleh perwakilan daerah terkoordinasi dengan benar
5. Proses Pembagian daging Kurban lebih terorganisir

Perbedaan Sebelum dan Setelah Pemberdayaan Dompet Dhuafa

Aku sempat ngobrol-ngobrol dengan beberapa warga serta ketua dukuh(dusun) disana dan dengan semangat Pak Samingan Ketua Dukuh Manukan menceritakan tentang keseharian penduduk desa, beliau bercerita mengenai keseharian penduduk sebagai petani dan peternak. Karena berada didataran tinggi daerah gunung kidul ini biasanya hanya bisa panen padi satu kali dalam satu tahun saat musim hujan, sisanya dihabiskan untuk beternak kambing dan sapi.

Semenjak ada bantuan pemberdayaan dari Dompet Dhuafa masyarakat merasakan beberapa perubahan diantaranya:

  1. Lebih banyak memahami tentang ilmu beternak yang baik
  2. Memahami cara mengelola laporan keuangan,
  3. Harga jual kambingpun lebih stabil karena dibantu untuk pemasarannya oleh pihak Dompet Dhuafa.

Setelah Dzuhur kami diajak untuk membagikan secara langsung Daging kurban, kali ini kami berpindah lokasi ke dusun Gunung Buta Ds Giri panggung. Didaerah ini mendapatkan 50 ekor kambing untuk dibagikan pada warga. Lokasi Dusun Gunung Buta ini memang sedikit terpencil jauh dari perkotaan serta jalanannya pun masih ala kadarnya.

Setelah daging kurban siap untuk dibagikan kamipun bersama-sama berkeliling dusun untuk membagikan daging pada rumah-rumah warga. Ada rasa haru saat menyerahkan daging kurban tersebut, senang bisa berbagi kebahagiaan dihari yang suci ini.

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.

Demikianlah Kami telah menundukkan hewan itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. Qs.22:36-37

4 Comments

  1. Jonathan Christie 1 September 2018
  2. Annisa 2 September 2018
  3. cerite si mpo 5 September 2018
  4. Dian Safitri 8 September 2018

Leave a Reply

Follow Me on Instagram