Traveling

5 Tempat Wisata Pontianak Yang Buat Kamu Selalu Rindu

Senja yang indah menyambut kami di bandara Supadio, tanpa ada perintah khusus kata syukur langsung terucap saat kami berhasil mendarat dengan selamat di kota khatulistiwa, Pontianak.

“Gambaran Pontianak itu seperti apa sih mas?”
“Kakak tahu film Upin ipin? Nah bahasa disana kayak gitu Kak.”

Ini adalah sepenggal percakapan ketika aku bertemu dengan Mas Dodon atau Tukang Jalan Jajan saat dia berkunjung ke jakarta dalam rangka menghadiri Gala Premiere salh satu film tentang kuliner.
Kami bertemu tidak lama, hanya sekitar satu jam saja, tapi dari situ aku paham bahwa mas dodon ini sangat tertarik dengan kebudayaan suatu daerah dan pastinya sangat cinta dengan kuliner dimanapun dia berada.

Dari situ mulailah muncul ide dari aku dan Teh Dian “Ayoo kita ke pontianak” dan seperti semesta mengiyakan ucapan kami, tidak lama kami benar-benar bisa menginjakan kaki di bumi khatulistiwanya Indonesia, yaitu Pontianak.

Saat karena ini adalah perjalanan ke luar pulau jawa yang aku urus sendiri tanpa travel maka semuanya sudah aku persiapkan jauh-jah hari sebelum hari keberangkatan. Mulai dari tiket pesawat PP, kendaraan menuju bandara serta pakaian apa saja yang kiranya nanti akan dipakai di sana.

Dan sampailah pada hari H, aku dan Teh Dian sudah janjian di meeting point daerah Jakarta pusat, dan kendaraan kamipun segera meluncur membelah kemacetan jakarta menuju bandara Soekarno-Hatta.

Sekitar pukul 18.00 WIB kami tiba di bandara Supadio, dan surprisly banget di sana sudah ada beberapa teman dari komunitas blogger pontianak yang menyambut kami dengan hangat.

Ada Mas Qbenk, Baim, Fini, Mbak Dewi juga Lola. Haii kalian salam kenal.

Acara Pergantian Kepengurusan Komunitas Blogger Pontianak

Sebenarnya aku ikut kesana hanya untuk menemani Teh Dian hadir di acara Creative Pontianak dan sekaligus pergantian kepengurusan Komunitas Blogger Pontianak. Dan aku takjub banget sama keakraban keluarga besar KBP ini, begitu hangat dan begitu ramah.

Beruntung banget aku bisa menjadi bagian dari acara KBP, bertemu dengan teman-teman yang selama ini hanya saling sapa di sosial media. Ada Edo, ketua KBP yang saat itu sudah akan turun tahta dan digantikan oleh Rozie, ketua yang baru.

Ketemu lagi sama Mas Dodon yeeaayy, Mas arief, Teguh, Kak multi, rachi, Dian, dan beberapa teman lainnya yang gak bisa aku sebutkan semua.

Mumpung Ke pontianak aku gak mau dong melewatkan mengunjungi tempat-tempat indah disana, apalagi kan Pontianak terkenal dengan sungai kapuasnya yang menjadi sungai terpanjang di Indonesia.

Baca juga : Taman Hutan Raya Bandung

5 Tempat wisata Pontianak yang wajib kamu kunjungi saat datang ke Pontianak

1. Wisata Susur Sungai Kapuas

Sore itu selesai acara aku sangat antusias karena katanya kita bakalan main ke tepian sungai kapuas dan menikmati indahnya suangai kapuas dari Kapuas Cruise,, haseek.
Aku memilih menggunakan motor saat menuju kesana, pemandangan yang terlihat lebih jelas.
Akhirnya pemandangan yang aku tunggu-tunggu sudah di depan mata, hamparan air sungai yang tenang setia menunggu kedatangan kami, yang hadir seiring senja menyapa.

Dengan membayar tiket seharga Rp.10.000 kami bisa menikmati perjalanan yang menyenangkan menyusuri sungai kapuas, dengan pemandangan Waterfont kapuas, serta rumah-rumah asli penduduk di tepian sungai. Alhamdulillah sore itu tidak turun hujan, meskipun langit agak sedikit mendung, sehingga kami masih bisa melihat matahari yang mengintip mesra di ufuk barat sana.

2. Istana Kadariah

Hari kedua pagi-pagi kami sudah siap sedia untuk menysuri tiap jengkal jalanan pontianak, dan tempat pertama yang kami datangi adalah Istana Kadariah.
Istana Kadariah ini terletak di Kampung Beting, di daerah pontianak timur.
Bangunan yang di dominasi oleh warna kuning emas ini menjadi kebanggaan warga pontianak, sebagai lambang dari tradisi Melayu.

3. Wisata Kampung Beting

Wisata kampung beting ini gak kebayang sama aku sebelumnya, jadi kita ikut acara Walking Tour Genpi yang kebetulan sedang acara di daerah sana.
Asli aku amaze banget disana, aku bisa lihat keseharian masyarakat kampung beting, dari mulai rumah-rumahnya serta mata pencaharian mereka yang kebanyakan sebagai nelayan sungai.

Rumah-rumahnya berada si tepian sungai kapuas, dari rumah yang satu ke rumah yang lain di hubungkan dengan jembatan kecil yang cukup untuk kendaraan motor saja.
Disana aku juga seperti kembali melihat masa kanak-kanak dulu. Karena anak-anak disana sedang asik bermain terjun bebas ke sungai tanpa menggunakan pakaian.
pemandangan yang amat sangat langka, terutama di jakarta.

Baca juga : Batu Flower Garden Malang

4. Tugu Khatulistiwa

Belum lengkap saat ke pontianak tanpa mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Coba kesini pas kulminasi atau saat dimana matahari berada tepat di garis khatulistiwa, kita pasti bisa menyaksikan atraksi telur yang dibedirikan tanpa jatuh d kawasan tugu ini.

Menurut teman-teman dari pontianak, lokasi tepat titik khatulistiwa sudah sedikit bergeser, jadi selain tugu khatulistiwa dibuat juga tugu kecil lain sebagi tanda titik baru yang dilewati matahari.

Di bagian dalam ada museum Khatulistiwa, ada banyak koleksi benda-benda bersejarah serta dokumentasi perayaan hari kulminasi. Dan bagi wisatawan dari luar kota juga mendapatkan sertifikat loh, yang menerangkan bahwa dia sudah berkunjung ke tugu khatulistiwa.

5. Rumah Radakng

Rumah Rhadangk ini adalah replika dari rumah adat suku dayak, yang dikenal dengan nama rumah panjang atau rumah radakng.
Bangunan panggung yang didominasi oleh warna merah dan hitam ini mempunyai ukiran yang sangat bagus, disetiap sudutnya dihiasi ukiran-ukuran khas suku dayak yang sangat eksotis.

Bagi masyarakat suku dayak Rumah Radakng ini dibuat tinggi bertujuan untuk melindungi dari serangan suku lain, binatang buas serta antisipasi banjir sewaktu-waktu.
Dibagian depan terdapat tangga atau hejot yang di hiasi oleh patung burung Enggang.
Nah Replika Rumah Radakng ini biasa digunakan untuk acara-acara besar masyarakat suku dayak, seperti pertemuan adat atau acara pernikahan.

Tidak terasa aku sudah berkeliling pontianak dengan dan takjub dengan keragaman adat, tradisi serta budaya yang ada disana.

Saatnya pulang, karena rutinitas sudah menunggu. Untuk transportasi pulang dari bandara aku tidak khawatir karena aku selalu prepare dengan mengecek jadwal bis big bird lengkap dari dan menuju bandara. Ini menghemat waktu banget, karena aku bisa memilih rute yang terdekat dengan kantor atau tempat tinggal.

Terima kasih Pontianak, semoga aku bisa berkunjung kembali kesana dan menikmati indahnya senja di tepian sungai kapuas, lagi.

Thanks buat BlogsTeguh atas foto-foto cantiknya ya.

18 Comments

  1. unggulcenter 21 Mei 2019
  2. Peri Hardiansyah 21 Mei 2019
  3. Travel Galau 21 Mei 2019
  4. Ruli retno 21 Mei 2019
  5. Natalia Bulan 21 Mei 2019
  6. Anita Makarame 22 Mei 2019
  7. Dian Farida Ismyama 22 Mei 2019
  8. ruziana ina 22 Mei 2019
  9. Zefy 22 Mei 2019
  10. Rhoshandhayani KT 22 Mei 2019
  11. Jiah 22 Mei 2019
  12. Rani Yulianty 22 Mei 2019
  13. Rani Yulianty 22 Mei 2019
  14. Dikki cantona putra 22 Mei 2019
  15. lendyagasshi 22 Mei 2019
  16. Rindang Yuliani 29 Mei 2019
  17. ainun 14 Juni 2019
  18. Annisa 19 Juni 2019

Leave a Reply

Follow Me on Instagram