Traveling

Menyambut Matahari Pagi Di Kebun Buah Mangunan Jogjakarta

Bunyi alarm terdengar lirih diantara keheningan kamar penginapan kami di kawasan malioboro, bunyi alarm dari 5 ponsel yang berbeda mulai mengusik damainya pagi yang masih terlalu pagi. Para pemilik ponsel mulai menggeliat perlahan seiring gerakan tangan yang mulai meraba-raba mencari sumber suara untuk segera membuatnya berhenti. Pagi itu berbekalkan info tiket bus joglo semar lengkap sebagai alat transportasi selama di Jogja, kami berencana untuk melanjutkan menikmati keindahan kota pelajar tersebut.

Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya berkumpul mulailah mata-mata sayu itu membuka, melawan rasa kantuk yang masih menggelayut di sudut-sudut wajah. Hari ke-2 dijogja kami sudah sepakat untuk berangkat pukul 04.00 pagi dari penginapan menuju Kebun Buah Mangunan. Pukul 03.30 kami mulai melangkah untuk bersiap-siap, meskipun tadi malam kami baru bisa beristirahat sekitar pukul 12.00 malam, tapi mau tidak mau kami harus bersiap kembali pagi ini.

Berburu Sunrise di Puncak Kebun Buah Mangunan

Pukul 04.10 kami sudah turun dari penginapan dan Mas driver sudah menunggu di depan gang penginapan bersiap mengantar kami menuju Kebun Buah Mangunan. Ditengah jalanan yang masih sangat sepi mobil yang kami tumpangi melesat lancar melewati setiap jengkal jalanan jogja dengan mengejar kesempatan menyaksikan matahari pagi dari negeri diatas awan.

kebun buah mangunan

Kebun buah mangunan terletak di mangunan kec. Dlingo Bantul. Kebun buah ini terletak diketinggian 1000 meter diatas permukaan laut. Akses menuju mangunan cukup mudah, dari malioboro kami mengambil jalan menuju Imogiri Timur patokannya terminal bus giwangan, akhirnya aku tahu juga terminal bis ini dari mas driver yang juga merangkap sebagai tour guide kami saat itu, kemudian ambil arah Selatan menuju imogiri-dlingo.

Sekitar 1 jam perjalanan kami sudah memasuki kawasan Kebun buah mangunan, aku masih ingat saat jalanan mulai naik kami disambut deretan cahaya merah yang Indah yang berasal dari marka jalan yang dipasang sepanjang jalan menuju puncak mangunan.

Karna suasana masih sangat gelap aku tidak bisa melihat dengan jelas pemandangan ditaman buah ini, hanya terlihat samar pohon-pohon yang tumbuh disepanjang jalan.

Sesampainya diarea parkir ternyata sudah ada beberapa mobil yang terpakit rapi, “aku kira kita datang duluan, ternyata udah ada yang lebih dulu sampai” batinku. Udara di kebun buah mangunan ini cukup saja segar, tetapi tidak sedingin udara dipuncak Bogor atau Bandung.

Baca juga : Wisata Kali Biru Jogja

Puncak Kebun Buah Mangunan, Wisata Negeri Diatas Awan

Dengan penerangan seadanya kami pun menuju Puncak mangunan yang dari kejauhan sudah terdengar suara tawa pengunjung yang sudah sampai sebelumnya. Kami hati-hati meniti anak tangga Batu yang meskipun tidak terlalu curam, tapi tetap saja harus hati-hati salah-salah melangkah kami bisa tergelincir jatuh. Ternyata untuk melihat pemandangan yang lebih Bagus kami harus menuruni lagi anak tangga batu menuju spot foto favorite para pengunjung.

kebun buah mangunan

Cahaya kekuningan mulai terlihat menghias langit pagi kebun buah mangunan, para pengunjungpun mulai berlomba mencari spot foto untuk mengabadikan sang Mentari pagi yang masih malu-malu menyapa kami.

Tapi hari itu kami kurang beruntung karena pemandangan yang kami harapkan ternyata tidak sesuai dengan harapan, dibayanganku aku akan menemukan hamparan awan-awan lembut, dan kami berada disebuah dataran tinggi yang diselimuti kabut.

kebun buah mangunan

Tapi tak mengapa kami tidak bisa menikmati negeri diatas awan itu yang penting kami masih bisa bercengkrama diantara bebatuan sambil menikmati Mentari pagi diantara hamparan hutan hijau sepanjang mata memandang, tidak setiap hari pemandangan Indah seperti ini bisa kami nikmati.

Pemandangan ciamik ini bisa kita nikmati hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 5000, seriusan tiket masuk kebun buah mangunan cuma 5000. Untuk sekadar info di puncak kebun buah mangunan ini tidakbanyak pedagang makanan jadi buat persiapan bisa bawa makanan ya siapa tahu lapar disana, tapi ada yang jualan cilok sih, saat aku turun kami jajan cilok deh jadinya.

Aku berharap nanti saat ke jogja aku bisa main kesini lagi dan semoga saat itu aku beruntung bisa menikmati negeri diatas awan taman buah mangunan jogjakarta.

Terimakasih sudah membawa kami pada matahari pagi yang Indah hari ini.

16 Comments

  1. Kang Alee 28 Juni 2019
  2. Khoirur Rohmah 29 Juni 2019
  3. Dian Ravi 29 Juni 2019
  4. Nurul Fitri Fatkhani 29 Juni 2019
  5. April Hamsa 29 Juni 2019
  6. April Hamsa 29 Juni 2019
  7. lendyagasshi 29 Juni 2019
  8. Rhoshandhayani KT 29 Juni 2019
  9. Rani Yulianty 29 Juni 2019
  10. Rindang Yuliani 29 Juni 2019
  11. Khairiah 29 Juni 2019
  12. Ruli retno 29 Juni 2019
  13. Diah Kusumastuti 29 Juni 2019
  14. Mahadewi 29 Juni 2019
  15. Achmad Humaidy 29 Juni 2019
  16. adi pradana 9 Juli 2019

Leave a Reply

Follow Me on Instagram